Lestarikan Keindahan Hutan Indonesia Melalui Adopsi Hutan

Manusia butuh alam.

Kembali ke alam adalah hal yang paling saya rindukan. Saat musim kemarau, biasanya saya menjadwalkan diri berwisata mendaki gunung, untuk menikmati keindahan alam dan hutan Indonesia. Tanpa koneksi internet, jauh dari kebisingan, pemandangan hijau, dan udara sejuk memberi ketenangan dan energi positif bagi saya. 

Keunikan Hutan di Indonesia terletak pada kekayaan keanekaragaman hayati yang tak dimiliki oleh negara lain. Oleh karena itu, kita wajib menjaga dan melestarikannya. Tahu kah kamu bahwa Hari Hutan Indonesia jatuh pada tanggal 7 Agustus? Saya senang bisa merasakan euforia perayaan Festival Hari Hutan Indonesia secara virtual. Hari spesial tersebut menjadi momen pengingat untuk kita semua akan keberadaan hutan di Indonesia.
Earth is our mother, Forest is our Breath, and Water is our Blood. 
Hari hutan Indonesia adalah hari spesial saat semua orang dapat merayakan hutan hujan tropis Indonesia beserta semua kekayaan di dalamnya, seperti; air, udara bersih, habitat flora fauna, sumber pangan, bahan obat-obatan, penyerapan karbon, hingga akar kebudayaan.

Live Streaming Festival Hari Hutan Indonesia, 7 Agustus 2020.

Festival Hari Hutan Indonesia berlangsung meriah dan bermakna dengan talkshow serta pertunjukkan dari berbagai profesi, mulai dari penggiat lingkungan, komedian, dan musisi. Jadi, saya yakin setiap kita memiliki potensi untuk melestarikan hutan Indonesia sesuai dengan passion kita masing-masing. 

Indonesia Penyandang Gelar Zamrud Khatulistiwa
Kita patut berbangga dan bersyukur karena Indonesia menyandang gelar Zamrud Khatulistiwa. Layaknya batu Zamrud dengan warna hijau yang memukau, begitulah gelar Zamrud Khatulistiwa untuk Indonesia dengan hamparan hutan yang luas dan sebagai hutan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Kongo.

Dengan posisi di garis khatulistiwa, menyebabkan Indonesia mendapatkan cahaya matahari sepanjang tahun sehingga begitu banyak keanekaragaman hayati tumbuh di dalamnya. Manfaat keanekaragaman hayati sangat penting sebagai bahan sandang, pangan, dan papan bagi makhluk hidup.


Indonesia memiliki lebih dari 70 jenis umbi dan 55 jenis rempah-rempah, yang juga dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan obat-obatan, misalnya madu. Selain itu, beberapa tanaman tanaman seperti labu air dimanfaatkan Suku Dani di Lembah Baliem Papua sebagai bahan sandang membuat koteka. Bahkan sebagai sumber papan, kita menggunakan kayu dan bambu untuk kebutuhan perabot dan tempat tinggal

Indonesia diberkahi dengan hutan yang luas, seperti; hutan bakau, hutan sabana, hutan musim, dan hutan hujan tropis. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017, hutan di Indonesia berperan besar sebagai penyumbang paru-paru dunia dengan luas tutupan hutan mencapai 125.922.474 hektare.

Keindahan Hutan Indonesia Bukan Hanya Pohon Saja
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas hutan di Indonesia bukan hanya tentang pohon saja. Di dalamnya terdapat berbagai flora, fauna, termasuk ekosistem yang membangun keberlangsungan makhluk hidup. Dalam acara festival Hari Hutan Indonesia yang digelar secara virtual, salah satu narasumber kak Ramon Tungka mengatakan bahwa janganlah menganggap hutan sebagai objek, tetapi kita adalah satu kesatuan.

Evergreen.

Awal tahun 2020, saya sempat mengunjungi Taman Nasional Baluran yang terletak di perbatasan Situbondo dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kami disambut oleh hutan musim yang lebat saat menuju Savana Bekol. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah saat kami melewati Evergreen, alias hutan hijau sepanjang tahun. Uniknya Evergreen tak pernah kering karena berada di wilayah cekungan yang terdapat sungai bawah tanah. Keindahan dan keunikan hutan Indonesia yang satu ini membuat saya bangga tinggal di Indonesia. 

Rantai Makanan di Savana Bekol, Taman Nasional Baluran.

Taman Nasional Baluran, tak hanya dihiasi oleh hutan dengan pohon saja, namun juga menjadi rumah bagi 444 jenis tumbuhan khas seperti widoro bukol, mimba, dan pilang. Selain itu, di sini terdapat 26 jenis mamalia, seperti banteng, kerbau, rusa, monyet, dan macan tutul. Sekitar 155 burung juga menggantungkan hidup dalam hutan ini. Saat saya melihat papan rantai makanan, saya semakin sadar bahwa tempat ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan ekologi.


Adopsi Hutan, Langkah Kecil Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Keberadaan hutan sangat penting bagi keberlangsungan makhluk hidup pada masa kini dan masa depan, untuk aku dan kamu. Namun sadar atau tidak, kita juga banyak kehilangan tutupan hutan karena berbagai faktor, seperti pembalakan hutan dan kebakaran hutan  yang menyebabkan habitat serta populasi didalamnya menjadi terancam. Tak hanya itu, warga lokal dan masyarakat adatpun juga terkena imbasnya.

Dalam rangka Hari Hutan Indonesia, yuk kita melakukan beberapa hal untuk melestarikan keindahan hutan Indonesia;

1. Mematuhi Aturan di  Taman Nasional atau Hutan
Jika kita mengaku sebagai pecinta alam, sudah sepantasnya kita menjaga dan melestarikannya dimanapun kita berada; di tempat wisata alam, taman nasional, dan hutan. Tidak melakukan vandalisme dan tidak membuang sampah sembarangan sebenarnya adalah hal yang sangat sederhana. 

Saat saya pergi ke Taman Nasional Baluran, salah satu teman saya sudah siap mengeluarkan drone dari tasnya, tak lama kemudian ada papan larangan untuk tidak menerbangkan drone di kawasan tersebut. Jadi, kita harus patuhi aturan yang berlaku.

2. Menggunakan Barang Eco Friendly dan Produk Lokal untuk Mencegah Deforestasi
Gaya hidup ramah lingkungan memang gencar dikampanyekan, lalu apa hubungannya dengan hutan? Mungkin kita lupa bahwa fungsi utama hutan adalah menyerap karbon. Sadar atau tidak, setiap aktivitas kita meninggalkan jejak karbon yang menyumbang emisi gas rumah kaca.


Nah, gaya hidup ramah lingkungan sangat berkontribusi dalam pengurangan jejak karbon. Hutan hujan tropis di Indonesia juga menghasilkan banyak produk hutan non-kayu yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Misalnya dengan membeli produk lokal, kita sudah berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat lokal dan turut mengurangi jejak karbon dengan mengurangi jarak tempuh produknya. 

3. Adopsi Hutan 
Awalnya, saya penasaran, apakah itu Adopsi Hutan? Adopsi hutan merupakan gerakan gotong royong untuk menjaga hutan yang masih ada. Mulai dari pohon tegaknya, flora dan fauna eksotis, dan keanekaragaman hayati di dalamnya. 

Hingga saat ini, Hutan Itu Indonesia (HII) bersama dengan Komunitas Konservasi Indonesia (WARSI) dan World Wide Fund for Nature (WWF) telah mengadopsi sebanyak 1039 pohon yang tersebar di Hutan Adar Rantau Kermas Jambi, Hutan Nagari Sungai Buluh Sumatera barat, dan Taman Nasional Gunung Rinjani.


Adopsi hutan gak mahal kok, melalui laman kitabisa.com/harihutanid dimulai dari nominal Rp1.000 saja. Hutan Itu Indonesia (HII) memiliki target hingga Rp1Miliar agar lebih banyak hutan yang bisa diadopsi. Kenapa nominalnya terlihat besar sekali? Jika 1 pohon memerlukan biaya perawatan sebesar Rp200.000/tahun, makan dengan Rp1Miliar , kita bisa mengadopsi 1.000 pohon selama 5 tahun. Makan lebih banyak, akan lebih baik.

Selain itu, dana yang terkumpul akan digunakan lembaga masyarakat setempat untuk patroli hutan desa/adat, modal wirausaha produksi hasil hutan non-kayu, dan klinik kesehatan warga. Setiap kita dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian hutan sesuai dengan passion masing-masing atau melalui donasi adopsi hutan untuk melestarikan keindahan hutan Indonesia. Salam lestari!
_____

Sumber Referensi:


Keep in Touch

Thanks for reading!

Klaim Bagasi Rusak Saat Penerbangan dari Maskapai dan Asuransi Perjalanan

"Koperku kok oleng ya", kataku sambil menggerek koper yang tak seimbang setelah kuambil dari tempat pengambilan bagasi.

Aku perhatikan koperku dari semua sisi. Ternyata bagian sudut bawah dekat roda jebol! Jam empat subuh saat itu, saat aku tiba kembali di Bandara Soekarno Hatta, setelah penerbangan panjang dari Jepang. Mungkin karena masih terlalu mengantuk, aku dan Will bergegas mencari kendaraan untuk pulang karena ingin beristirahat lebih cepat.

Dalam perjalanan pulang, aku baru ingat, "Kita kan beli travel insurance, bisa dong klaim bagasi rusak?" Akhirnya aku mencari informasi dan menelepon customer service maskapai terkait kerusakan bagasi yang terjadi. Kemudian kami berinteraksi melalui email dan diarahkan ke email CGK Lost and Found untuk proses lebih lanjut. 

Perjalanan dengan Koper Pertama

Sebelum pergi ke Jepang, aku memang sudah berpikir untuk membeli koper baru karena koper pertamaku ini bagian rodanya sudah tidak berfungsi dengan baik. Sesuai dugaanku, benar saja setelah perjalanan ke Jepang koper kesayangan ini rusak.

Dulu waktu pertama kali ke luar negeri, aku membeli koper dari situs online dengn harga Rp350.000-an dengan ukuran 26 inch. Ukuran yang cukup besar karena aku akan pergi ke Korea selama 7 hari saat itu. Koper pertama ini sudah menemaniku ke berbagai tempat, seperti Korea, Singapura, Thailand, Bali, dan Jepang. Jadi sudah pasti koper ini menyimpan banyak kenangan mantan yang tak terlupakan. 

Klaim Bagasi Rusak Saat Penerbangan
Foto terakhir bersama koper kesayangan di Stasiun Tama.

Sebenarnya waktu di Jepang, aku sudah merasa koper ini gak nyaman digunakan, rodanya gak berjalan dengan baik apalagi saat jalan di aspal. Aku sudah mulai deg-degan sebenarnya takut koperku benar-benar rusak di tengah jalan. Tak disangka, foto di Stasiun Tama Jepang ternyata adalah foto terakhir bersama koper pink kesayangan.

Hak Penumpang untuk Klaim Bagasi Rusak 

Selama ini aku hanya mendengar dan melihat kejadian koper rusak saat ambil bagasi di bandara dari teman atau media sosial saja. Tapi kali ini, aku benar-benar mengalaminya. Pengalaman koper jebol menjadi pengalaman yang berharga buatku. Bagasi rusak saat penerbangan bisa terjadi kapanpun dan oleh siapapun.

Faktornya kerusakan bagasi bisa disebabkan karena stiker bagasi yang terlalu banyak, distribusi koper, atau memang kita lagi gak beruntung aja. Makanya gak heran kalo koper-koper yang kita lihat di bandara itu selain dipasangkan gembok, juga ada yang dipasangkan luggage cover, luggage strap, dan luggage tag. Semua usaha dilakukan agar bagasi tetap aman selama perjalanan. 

Ada beberapa kriteria bagasi rusak saat penerbangan. Misalnya bagasi tidak diterima tepat waktu/mengalami keterlambatan, koper penyok/lecet, bagasi yang tertinggal, dan lain-lain. Kriteria bagasi rusak bisa dilihat di website sesuai maskapai penerbangan yang kita naikki. Koperku masuk dalam salah satu kriterianya.

Tahu gak sih kalau saat bagasi kita mengalami kerusakan, kita berhak untuk melakukan klaim bagasi. Apalagi hal tersebut tertulis dalam pasal 5 ayat 1 Permenhub 77 Tahun 2011, tentang jumlah ganti rugi/klaim terhadap penumpang yang mengalami kehilangan, musnah atau rusaknya bagasi tercatat.

Dua jenis kompensasi yang dilakukan adalah yang pertama kerusakan bagasi tercatat diberikan ganti kerugian sebesar Rp200.000 per kg dan paling banyak Rp4 juta rupiah per penumpang. Kedua, kerusakan bagasi tercatat diberikan ganti rugi sesuai jenis, bentuk, ukuran, dan merek bagasi tercatat.

Hal tersebut adalah salah satu tanggung jawab maskapai penerbangan. Menurutku, sudah dipastikan kerusakan bagasi saat penerbangan bikin mood jadi terganggu. Tapi kalau bisa melakukan klaim, setidaknya kita bisa mendapatkan bantuan dan kompensasi kan?

Klaim Bagasi Rusak dari Pihak Maskapai

Awalnya aku gak terpikirkan untuk klaim bagasi, karena memang aku mau ganti koper dengan kualitas yang lebih baik juga. Mungkin kupikir, memang sudah saatnya ganti koper. Aku sudah sampai Jakarta dengan selamat dan koper itu gak rusak waktu di Jepang.

Perjalananku ke Jepang menggunakan ANA Airlines. Berdasarkan info yang kulihat di laman website ANA Airlines, klaim bagasi rusak bisa diurus paling lambat 7 hari setelah penerbangan. Namun jika kamu sadar bagasimu rusak saat kamu menerimanya di bandara, akan lebih baik jika langsung menuju counter baggage claim sehingga langsung dibuatkan surat keterangan.


Aku memang suka menyimpan tiket wisata, tiket pesawat fisik, termasuk baggage tag untuk kenang-kenangan. Tapi aku baru tahu lho kalo dibalik baggage tag itu ternyata ada keterangan baggage claim untuk klaim bagasi rusak. Yaampun, kemana aja Irene selama ini? Haha

Jangan dibuang dulu baggage tag-nya.

Berikut ini adalah beberapa dokumen yang perlu dilengkapi terkait klaim Kerusakan Bagasi dari pihak maskapai:

  1. Menginformarikan merek dan tahun pembelian bagasi.
  2. E-Ticket keberangkatan dari Indonesia ke Indonesia.
  3. Boarding Pass keberangkatan dari Indonesia ke Indonesia.
  4. Baggage Tag.
  5. Copy Passport.

Aku mengajukkan klaim sebesar Rp500.000, namun yang disetujui sebesar Rp400.000. Proses klaim bagasi rusak dari pihak maskapai ANA Airlines gak terlalu lama, pelayanannya ramah dan fast response. Jika teman-teman mengalami kerusakan bagasi, lebih baik langsung bergegas ke bagian Baggage Claim untuk ditindaklanjutti lebih cepat. Info lebih lengkap tentang hal yang harus dilakukan saat bagasi rusak juga bisa cek di sini ya.

Klaim Bagasi Rusak dari Pihak Asuransi Perjalanan

Ini kali pertama aku menggunakan asuransi perjalanan dan langsung mengajukan klaim. Sebelum pergi ke Jepang, aku dan Will membeli travel insurance dari AXA, seharga Rp222.300 untuk 2 orang, dengan periode perjalanan selama 7 hari. Berarti per-orang sekitar Rp100.000-an aja!

Secara bersamaan, aku juga email pihak asuransi perjalanan untuk mendapatkan klaim bagasi rusak. Saat itu, aku baru benar-benar perhatikan isi polis asuransi perjalananku. Asuransi perjalanan ini tak hanya mencakup kerusakan atau kehilangan bagasi, tapi ada juga yang meliputi delay pesawat, rumah sakit, dan lain-lain.

Sempat foto di Bandara kerusakan bagasi ini.

Dokumen yang perlu dilengkapi terkait klaim kerusakan bagasi dari asuransi perjalanan sebenarnya tak berbeda jauh dengan dokumen klaim Kerusakan Bagasi dari pihak maskapai penerbangan. Namun beberapa tambahannya adalah formulir klaim, surat resmi dari pihak maskapai mengenai, dan sertifikat asuransi yang kita beli sebelum penerbangan.

  1. Formulir klaim (terlampir dari pihak asuransi perjalanan)
  2. Surat resmi dari pihak Maskapai mengenai kerusakan bagasi.
  3. Menginformarikan merek dan tahun pembelian bagasi.
  4. E-Ticket keberangkatan dari Indonesia ke Indonesia.
  5. Boarding Pass keberangkatan dari Indonesia ke Indonesia.
  6. Baggage Tag
  7. Sertifikat Asuransi.
  8. Copy Passport

Aku mengajukkan klaim sebesar Rp500.000, dan disetujui dengan nominal yang sama. Proses klaim bagasi rusak dari pihak asuransi perjalanan kira-kira satu bulan. Namun pelayanannya juga fast response. Untuk klaim bagasi rusak, aku harus mengirim koper rusakku ke kantor AXA sebagai barang bukti. Iya aku mengirimkannya melalui ojek online, karena jika menggunakan layanan pengiriman biasa harganya jauh lebih mahal.

Klaim bagasi rusak saat penerbangan dari maskpai penerbangan dan asuransi perjalanan membuahkan hasil yang cukup menguntungkan. Setidaknya aku mendapatkan Rp900.000 dari hasil klaim bagasi rusak. Jadi, sebelum perjalananmu benar-benar selesai, jangan buang dokumen-dokumen penting penerbangan seperti baggage claim tag dan data penerbangan ya, karena hal tak terduga seperti bagasi hilang atau rusak bisa saja terjadi. 

Simpan dokumen penerbangan untuk klaim bagasi rusak jika dibutuhkan. Semoga bermanfaat!
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Cukai Rokok Naik, Pandemi Saat Tepat Berhenti Merokok

Time to quit smoking.
"Sebat dulu ya."

Minimal dua kali sehari, kalimat singkat itu terlontar dari teman kantor saya. Bahasa gaul 'sebat' itu maksudnya adalah Sebatang Rokok. Waktu masih menyandang titel sebagai pegawai kantoran di salah satu agensi, rasanya tiada hari tanpa asap rokok. Tahu sendiri kan kalau pekerja seni butuh mood untuk mendapatkan ide. Tak jarang teman-teman sejawat ke luar ruangan dengan membawa beberapa batang rokok untuk mendapatkan inspirasi, katanya.

Tanpa basa-basi, saya langsung menutup hidung dengan tangan, hingga kelamaan saya meggunakan masker mulut agar tidak terhirup asap rokok itu. Ruang kerja dan ruang luar dibatasi oleh pintu kaca, namun tetap saja asap rokok masuk melalui celah pintu. Alhasil asap rokok tadi benar-benar mengganggu konsentrasi saya karena baunya yang sangat kuat dan menohok.

Harga Rokok di Indonesia Tergolong Murah

Bukan hanya orang dewasa saja, namun dalam lima tahun terakhir, banyak anak remaja yang merokok. Beberapa faktornya karena rokok masih dijual bebas dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan harga kurang lebih Rp20.000-Rp30.000, mereka sudah bisa mendapatkan 1 bungkus rokok. Belum lagi jika rokok dijual eceran, harganya hanya kisaran Rp2000 per-batang saja! Data dari Global Youth Tobacco Survey pada tahun 2019, menunjukkan bahwa prevalensi perokok remaja usia 13-15 tahun naik dari 18,3% pada 2016 dan mencapai 19,2% pada 2019.

Sebagai ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai content creator, saya langsung berpikir kalau uang senilai Rp20.000 sudah bisa saya gunakan untuk membeli bahan makanan untuk makan sehari. Sayapun pernah melihat pemulung yang merokok di pinggir jalan. Lalu saya berpikir lagi, "Kenapa dia bisa beli rokok, tapi masih mengemis untuk membeli makan?"
Perbandingan harga rokok di Indonesia dan negara lain. 
Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, harga rokok di Indonesia berada di peringkat bawah alias paling murah. Berdasarkan sumber dari Asian Money Guides, jika dirupiahkan harga rokok di Australia bisa mencapai Rp400.000. Wow! Nominal yang sangat besar dan jauh lebih mahal dibanding harga rokok di Indonesia. Saya jadi ingat waktu teman saya jalan-jalan ke Jepang, dia tidak mengosumsi rokok karena harganya mahal.

"Rokok di Jepang mahal banget, mendingan buat gue beli makanan enak di sana." katanya. 

Menurut data dari Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) pada tahun 2019 bertema 'The Tobacco Control Atlas, Asean Region', Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asean, yaitu 65,19 juta orang. Hal itu disebabkan oleh harga dan tarif cukai rokok yang tergolong murah dan rendah.

Belum lagi saat pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya ini, konsumsi rokok di Indonesia semakin meningkat karena kondisi yang tak menentu membuat pikiran stres dan depresi. Ujung-ujungnya sebat menjadi salah satu sarana refreshing-nya. Bahkan sejumlah industri rokok tetap beroperasi karena permintaan rokok yang melonjak selama pandemi.

Dalam siaran Radio Ruang Publik KBR pada tanggal 29 Juli 2020, bersama Profesor Hasbullah Thabrany, selaku Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau dan Renny Nurhasana, selaku Dosen dan Peneliti Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, membahas pentingnya mengapa cukai rokok harus naik saat pandemi.

Ruang Publik KBR bersama Profesor Hasbullah Thabrany.
Ruang Publik KBR bersama Renny Nurhasana.
"Harga rokok Rp70.000/bungkus dapat lebih efektif mengendalikan konsumsi rokok di Indonesia. Hanya mereka yang sudah biasa merokok yang membeli rokok dan mereka (anak-anak) yang belum akan tidak memulai merokok." kata Profesor Hasbullah Thabrany.

Saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Dalam hati saya bicara, memang sudah seharusnya harga rokok dinaikkan berkali lipat, supaya perokok berpikir ulang jika ingin membelinya. Dalam kajian ini, penting bagi pemerintah untuk menaikkan cukai rokok, terutama saat pandemi agar konsumsi rokok tidak semakin meningkat dan menegaskan sanksi bagi pelanggarnya.

Mengapa Cukai Rokok Harus Naik Saat Pandemi?

Cukai dikenakan terhadap barang tertentu yang konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu pengawasan, dan pemakaiannya menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan. Salah satunya hasil tembakau yang meliputi rokok. Sudah jelas, rokok membawa dampak yang tidak baik bagi kesehatan dan perokok pasif. Selain itu asap dan puntung rokok juga berbahaya bagi lingkungan; asap dan puntung rokok menyebabkan polusi udara dan mencemari lingkungan.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.10/2019 mengenai Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau. Cukai rokok di Indonesia sudah naik sejak 1 Januari 2020 sebesar 23% dan harga eceran rokok naik sekitar 35%. Menurut Profesor Hasbullah Thabrany,  hal ini dinilai belum signifikan. Beliau mengatakan bahwa kenaikan cukai rokok sebaiknya tidak dilihat dari besar persenannya, tapi harus dievaluasi sesuai tujuannya.

Pasalnya konsumsi rokok masih terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010, konsumsi rokok di Indonesia sebanyak 220 miliar batang dan pada tahun 2020, konsumsi rokok mencapai 330 miliar batang! Lalu mengapa cukai rokok harus naik saat pandemi?

1. Perokok Lebih Terancam Virus Covid-19.
Kita tahu bahwa merokok berbahaya dan mengancam kesehatan. Perokok berpotensi 14x lebih parah terkena gejalan Covid-19. Baik itu merokok dari rokok batangan, rokok elektrik, ataupun cerutu. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, merokok adalah salah satu faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) penyebab penyakit Kardiovaskular, Kanker, Paru Kronis, dan Diabetes.

Perokok lebih terancam Virus Covid-19.
World Health Organization (WHO) juga sudah memperingatkan bahwa perokok berisiko lebih tinggi jika terkena Covid-19. Asap dari rokok mengganggu sistem pernapasan bagi perokok aktif maupun perokok pasif, sedangkan Covid-19 juga menyerang paru-paru. Merokok menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat menyebabkan penyebaran virus corona lebih cepat.

2.  Lebih Mudah Merokok karena (sebagian pegawai) Bekerja dari Rumah.
Renny Nurhasana mengatakan bahwa konsumsi rokok meningkat akibat pegawai yang banyak bekerja di rumah/work from home. Saat sulit dan waktu terbatas jika merokok di kantor, para perokok bisa dengan bebas merokok di rumah kapan saja. 

Alhasil intensitas merokok meningkat dan keluargalah yang menjadi korbannya sebagai perokok pasif. Rokok menjadi salah satu kebutuhan pokok selama pandemi. Mereka yang terpaksa bekerja dari rumah, memiliki akses merokok yang lebih bebas, ditambah dengan terbatasnya interaksi sosial.

3.  Keluarga Perokok Rentan Stunting.
Tahu gak sih kalau merrokok dapat penyebab stunting pada anak? Bagi kamu yang belum berkeluarga dan memiliki anak (seperti saya), mungkin istilah stunting terdengar asing. Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Berdasarkan data statistik dari Kementerian Kesehatan, orang tua dengan riwayat perokok kronis memiliki kemungkinan mengalami stunting sebesar 5,5 % lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari orang tua bukan perokok. Mencegah stunting tentu sangat penting dan hal tersebut berawal dari lingkungan keluarga yang sehat.

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan bahwa 12,4% pendapatan masyarakat menengah ke bawah, digunakan untuk mengonsumsi rokok di tengah pandemi. Padahal di tengah ancaman krisis ekonomi karena pandemi, seharusnya masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan gizi dan pendidikan anak daripada rokok. 

Sebagai kasus contoh, jika seseorang memiliki pendapatan Rp50.000/hari, lalu Rp20.000 digunakan untuk membeli rokok. Artinya hampir setengah dari pendapatannya digunakan untuk mengonsumsi rokok. Bayangkan jika nominal Rp20.000 dibelanjakan bahan makanan bergizi seperti yang saya sebutkan di awal. 

4. Alihkan Uang Rokok untuk Investasi.
Pandemi adalah saat yang tepat untuk berhenti merokok. Kondisi seperti sekarang memaksa kita untuk lebih bijak dan menetapkan prioritas untuk bisa bertahan. Jika perokok memasukkan anggaran rokok dalam belanjanya sebesar Rp20.000/hari seperti contoh tadi, maka kalau ditabung selama sebulan nominalnya menjadi Rp600.000 per bulan atau senilai Rp7.200.000 setahun. Nominal yang cukup besar untuk menjadikannya sebagai investasi. 

Sumber: photo.kontan.co.id
Jika suatu saat kondisi tak terduga melanda, setidaknya tak menyesal sudah mengalokasikan anggaran belanja rokok untuk hal yang lebih penting. Saat ini, bukan hanya pandemi corona saja yang menyebar, namun sesungguhnya pandemi merokok juga menjadi masalah penting yang sudah ada sejak lama. Virus corona dan asap rokok sama-sama berbahaya. Biaya yang dikeluarkan juga tak sedikit jika terkena keduanya. Oleh karena itu, penting untuk mengalokasikan uang rokok untuk investasi. 

Denormalisasi Rokok di Indonesia

Saat kondisi seperti ini, bantuan sosial dari pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Kartu Pra Kerja sudah diberikan dalam rangka subsidi bagi rakyat di tengah pandemi. Namun faktanya, Reni Nurhasana mengatakan bahwa persentase rokok penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) 3,5 batang per kapita per minggu lebih tinggi. Hal tersebut menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran.

Bantuan Langsung Tunai perlu pengawasan agar uang yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan pangan dan tidak disalahgunakan untuk hal lain, misalnya rokok. Rokok di Indonesia sudah dianggap barang biasa yang tak membahayakan. Tidak seperti di luar negeri yang peredarannya harus dengan pengawasan ketat. 

"Di luar negeri anak-anak tidak melihat iklan rokok dan tidak tahu cara merokok." kata Reni Nurhasana

Oleh sebab itu, perlu adanya denormalisasi rokok di Indonesia. Pemerintah harus berani memberi kriteria bantuan sosial salah satunya dengan rumah tangga bebas rokok. Dalam upaya mengurangi konsumsi rokok tersebut, pemerintah harus berupaya menekan prevalensi rokok dengan beberapa hal;
  • Menaikkan tarif cukai, yang meningkatkan harga rokok per batang/bungkus, untuk menekan angka perokok.
  • Simplifikasi layer cukai rokok. Layer cukai rokok di Indonesia masih sangat kompleks, terdapat hingga 10 layer. Dengan simplifikasi layer, semakin sedikit variasi harga di masyarakat.
  • Mengkaji ulang penyaluran dan penggunaan bantuan sosisal agar tepat sasaran.
  • Memberikan edukasi melalui family development session.
  • Mendenormalisasi konsumsi rokok.
Upaya pelarangan iklan rokok di luar ruangpun sudah banyak di lakukan di beberapa kota seperti Jakarta, Bogor, dan Sawahlunto. Saya berharap konsumsi rokok bisa turun sehingga angka kematian akibat  penyakit yang disebabkan rokok bisa berkurang apalagi di tengah pandemi seperti ini. Peningkatan harga rokok dengan kenaikan cukai saat pandemi, merupakan salah satu langkah agar perokok bisa mengurangi konsumsi rokok bahkan berhenti merokok, serta mencegah anak-anak remaja yang ingin mulai merokok.

Saya sudah berbagi pengalaman pribadi untuk #putusinaja hubungan dengan rokok atau dorongan kepada pemerintah untuk #putusinaja kebijakan pengendalian tembakau yang ketat. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog serial #putusinaja yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Indonesia Social Blogpreneur ISB. Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.

Sumber Referensi:
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Kenangan Erupsi Merapi dengan Merapi Lava Tour

Masih ingat erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam? Kini kawasan Merapi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun lokal. Kami akan menyusuri bekas aliran lava pasca ketusan Gunung Merapi. Pagi-pagi betul sebelum matahari menampakkan rupanya, kami pergi menuju ke basecamp yang merupakan meeting point untuk mengikuti Merapi Lava Tour. 

Lokasi dari pusat kota Yogyakarta menuju lokasi Merapi Lava Tour cukup jauh, sehingga mewajibkan kami berangkat dari subuh. Dari awal, kami sudah bilang kalau kami tak mau basah-basahan saat di Kali Kuning (spot air) karena setelah itu kami akan melanjutkan perjalanan ke Museum Ullen Sentalu yang lokasi tak terlalu jauh dari situ. Tapi kami tetap berjaga-jaga membawa baju ganti.

Naik jeep menyusuri Merapi Lava Tour.

Rombongan kami berjumlah 12 orang dan dibagi dalam 3 mobil jeep. Transportasi ini yang membawa kami menyusuri lereng Merapi. Sekitar jam 4 subuh kala itu, jaket windbreaker dan kacamata sudah aku kenakan sebelum menempuh perjalanan. Belum lama perjalanan kami menuju lokasi tur Merapi, angin dingin berhembus kencang hingga menusuk badan, tatkala kami menaikki jeep tanpa atap. 

Beberapa saat kemudian, jeep memasukki area bebatuan dengan guncangan yang sangat dahsyat!  Jeep itu terasa melaju sangat amat kencang! Mungkin karena jalur perjalanan gersang sehingga jeep melaju dengan kecepatan yang lebih tunggi. Tenggorokan terasa kering karena teriakan kami seakan melahap hawa dingin kala itu. Kebayang kan gimana teriakan cewek-cewek di satu jeep?

Aku pernah dengar cerita kalau ada orang terpental saat mengikuti Tur Merapi dan aku gak heran karena guncangan di jeep memang sangat luar biasa dahsyat! Bebatuan besar dan kecil yang menjadi jalan kami memang tak beraturan. Jadi, memang harus pegangan kencang karena sudah pegangan kencang saja, sikutku terkena benturan keras dan terasa sakit sekali!

Luka akibat benturan keras saat Merapi Lava Tour.

Saking sakitnya, dari heboh teriak-teriakan, aku tiba-tiba diam. Jujur mood saya langsung down karena terbentur dan menahan sakit. Tanpa aku sadari, sikutku terluka hingga berdarah dan darahnya nembus ke baju. Pantas aja sikut ini terasa sakit sekali saat digerakkan. Untungnya salah seorang temanku membawa betadine dan plester sehingga luka ini langsung diobati.

Bunker Kaliadem Tempat Berlindung dari Erupsi

Sampailah kami di spot pertama, yaitu spot sunrise di Bunker Kaliadem. Sudah banyak jeep warna-warni parkir di sana. Nampaknya banyak juga yang ingin melihat ufuk pagi di sini. Aku tak berharap banyak karena kabut tebal yang menutup Gunung Merapi dan matahari malu-malu menampakkan rupanya. 

Sunrise di Bunker Kaliadem.

Aku melihat tulisan Bunker Kaliadem itu tapi tak sempat melihatnya lebih dekat karena saat itu pengunjung ramai sekali. Padahal di sini menjadi salah satu tempat foto yang bagus dengan latar Gunung Merapi jika tak tertutup kabut. Kawasannya sejuk, letaknya menjorok ke dalam seperti ruang bawah tanah dan terlihat kokoh. Bunker Kaliadem ini dulu digunakan untuk mengamati aktivitas Gunung Merapi saat erupsi.

Sempat juga dijadikan tempat berlindung dari erupsi, namun pada akhirnya Bunker Kaliadem tak dapat menahan letusan Gunung Merapi sejak terjadi longsoran lava yang memakan korban. Konon menjelang malam, suka terdengar tangisan yang diduga korban letusan Gunung Merapi pada saat itu. 

Gunung Merapi yang tertutup kabut.

Tak jauh dari situ, kami menuju tempat penambangan batu bara. Di sana juga ada batu besar yang terlihat seperti muka manusia, namanya Batu Alien. Awalnya aku mengira ini batu biasa saja, tapi jika dilihat dari depan agak serong memang terlihat seperti muka alien. Batu Alien ini terbentuk dari bongkahan batu vulkanik yang berasal saat Merapi meletus saat itu.

Batu Alien

Museum Sisa Hartaku, Saksi Letusan Merapi

Setelah itu, kami menuju Museum Sisa Hartaku. Tempat ini adalah rumah warga yang dulu terkena erupsi Merapi yang kini dijadikan museum. Museum Sisa Hartaku menceritakan erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam. Terlihat porak poranda dan benar-benar menggambarkan sisa harta masyarakat saat erupsi terjadi.

Museum Sisa Hartaku.

Museum Sisa Hartaku menjadi saksi dan bukti letusan Merapi. Pada saat itu, rumah yang kini menjadi museum ini dilewati aliran wedhus gembel. Beberapa perabot rumah terlihat diselimuti abu vulkanik. Di dalam rumah itu juga masih ada jam dinding yang terpajang, yang menunjukkan jam letusan saat menerjang rumah ini. Selain itu ada juga kerangka tulang kerbau, sapi, motor, dan properti lain yang masih tersisa walaupun sudah leleh dan sudah tak sesuai bentuknya.

Bukti waktu letusan Merapi.

Melewati Kali Kuning

Spot terakhir kami adalah melintasi Kali Kuning. Kali Kuning adalah aliran sungai dilewati aliran lahar dari Merapi. Area ini sebenarnya tak terlalu luas, namun biasanya sebelum kembali ke basecamp bisa melalui jalur ini. 

Beberapa jarak sebelumnya, pak supir sudah memberi tahu untuk mengamankan barang-barang elektronik karena akan melintasi medan air. Aku dan teman-temanpun siap memakai jas hujan, terutama melindungi kamera. Sekali lagi, kami memberi tahu supir bahwa kami tidak ingin basah-basahan.

Tapi nampaknya pak supir tak terlalu menghiraukan kami dan seketika jeep melintasi Sungai Kuning, "Byaaaarrr!!!"

Kami basah perlahan, sembari sibuk pegangan erat, menjaga tas agar tidak basah, dan tak lupa teriakan kencang kami yang tak henti selama jeep melintasi Sungai Kuning.

"Semoga ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan ya mba. Maaf kalau saya ada salah." kata pak supir.

Oke pak, memang ada benarnya juga bahwa Pengalaman Merapi Lava Tour ini tak terlupakan. Dalam perjalanan, kami berbincang dengan pak supir. Beliau menceritakan bahwa rata-rata yang bekerja di sini adalah mereka yang dulu pernah menjadi korban Merapi Lava Tour.

Terima kasih pak untuk kenangannya.

Setibanya kami di basecamp lagi, kami langsung mengganti pakaian. Kami membatalkan itinerary ke Museum Ullen Sentalu karena kami basah luar dalam. Akhirnya kami kembali dulu ke guesthouse untuk membersihkan badan dan mengganti itinerary. Kadang memang apa yang kita sudah rencanakan tak selalu berjalan dengan lancar, tapi selalu ada momen tak terlupakan. Suatu saat nanti, aku ingin kembali lagi ke sini, melihat Merapi yang gagah dan menyusuri rute wisata lereng Merapi yang lebih panjang.
_____

Tips:
- Memakai jaket windbreaker dan kacamata.
- Menggunakan buff atau masker (karena jalanan banyak debu)
- Membawa drybag untuk menyimpan peralatan elektronik.
- Membawa pakaian ganti luar dan dalam.
- Membawa obat masuk angin dan P3K.
- Cek cuaca agar mendapatkan panorama terbaik.
- Tanya tour operator untuk memilih jeep tertutup atau terbuka.

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Packing Light Perlengkapan Naik Gunung

Naik gunung itu punya sensasinya sendiri apalagi untuk penikmatnya. Tapi naik gunung juga butuh perlengkapan yang mumpuni biar bisa bertahan hidup. Penting banget untuk menerapkan packing light supaya gak semua isi rumah dibawa saat naik gunung. Waktu naik gunung pertama kali ke Gunung Prau, aku pinjam beberapa perlengkapan hiking sama teman. Aku pikir, cuma sekali-kali aja kok naik gunung, jadi yowes aku pinjam saja. 

Siap-siap naik gunung.

Setelah turun gunung dari pendakianku yang pertama, lah kok aku jadi nagih pengen naik gunung lagi. Akhirnya aku nyicil beli perlengkapan gunung dan mau bawa barang-barang yang penting saja supaya gak terlalu berat. Katanya sih kalo bawa carrier maksimal 30% dari berat badan kita. Jadi, inilah barang-barang yang aku bawa selama pendakian berdasarkan pengalamanku;

1. Carrier dan Rain Cover
Tas ransel biasa hanya akan membuatmu semakin pegal. Gunakan carrier dengan kapasitas yang sesuai badan dan memiliki fungsi air flow back system agar lebih nyaman saat mendaki. Carrier juga dilengkapi dengan strap belt supaya lebih ringan menopang beban dan kantong kecil di sisinya. Kantong kecil ini biasanya aku gunakan untuk menyimpan cokelat atau camilan sehingga mudah diambil saat aku butuh energi. Biasanya carrier sudah dilengkapi dengan rain cover yang bisa melindungi tas dari hujan, lumpur, tanah, dan debu. 

2. Sleeping Bag dan Matras
Ini satu paket yang tak bisa dipisahkan seperti kamu dan si dia, karena keduanya saling melengkapi dan menghangatkan. Sleeping bag yang aku punya juga ultra light dengan berat 500 gram saja. Mereknya Makalu Outdoor Alps Dream 700. Matras yang biasa digunakan untuk mendaki ada matras gulung karet dan matras aluminium. Aku biasanya menggunakan matras aluminium untuk lebih menghemat ruang dalam tas. Lebih baik lagi jika memiliki matras angin, karena pastinya tidur bisa lebih nyenyak. Namun harga matras angin relatif lebih mahal, tapi bentuknya lebih fleksibel dan ringan.

3. Jas Hujan

Cuaca di gunung memang tak menentu. Makanya kita harus siap dengan kondisi apapun. Pendakian saat musim kemarau atau hujan, kita wajib membawa benda ini jika tidak ingin menyusahkan diri sendiri dan orang lain. Gak kebayang kan kalau hujan saat pendakian dan semua perlengkapanmu basah? 

Aku membawa jas hujan model setelan baju dan celana sehingga bisa menutupi seluruh badan dengan baik saat hujan deras di gunung. Dibanding model ponco rasanya kurang nyaman dipakai saat hujan dan model ini lebih leluasa bergerak. Tidak disarankan membawa jas hujan plastik sekali pakai, karena selain bahannya tipis lebih gampang robek

4. Pakaian Ringan dan Quick Dry

Pakaian waktu naik gunung itu memiliki fungsinya sendiri walaupun modelnya gak banyak. Gunakan pakaian yang tepat daripada salah kostum! Saat mendaki gunung, sebaiknya kita tidak menggunakan celana jins dan kaos biasa. Celana jins membuat ruang gerak kaki terbatas. 

Apalagi model skinny jeans yang terlihat keren itu sangat tidak disarankan, karena bisa membuat pangkal paha lecet, sulit dibersihkan apalagi dikeringkan jika terkena basah. Gunakan celana berbahan parasut atau kargo yang biasanya lebih ringan, breathable, dan waterproof. Jangan lupa masukkan pakaian tadi ke dalam zipper bag untuk antisipasi jika hujan deras menembus tas.


Persiapan Naik Gunung.

Waktu pertama kali naik gunung, aku menggunakan kaos biasa, alhasil sampai tempat berkemah, aku jadi keringat dingin dan bajuku basah banget, sulit kering dan jadi menambah beban dalam tas. Jadi , penting sekali untuk memakai dan membawa kaos dryfit yang ringan dan cepat kering. Jika tidak, kita bisa saja terkena hipotermia karena kedinginan menggunakan pakaian yang basah.

Selain itu aku juga selalu membawa dua jenis jaket ringan yang bisa dilipat menjadi kecil. Pertama, jaket parasut yang windproof dan waterproof untuk pendakian pagi atau siang hari jika udara dingin dan angin berhembus kencang. Kedua, Ultra Light Down Jacket yang digunakan saat malam hari atau summit attack untuk suhu yang lebih tinggi. 

5. Senter dan Headlamp

Waktu pertama kali mendaki gunung, aku gak bawa senter apalagi headlamp. Aku pikir pakai saja senter dari ponsel, dan ternyata aku salah besar! Hal itu malah menyulitkanku dan membuatku gak fokus saat berjalan. Senter sangatlah penting, bisa digunakan untuk lampu tenda atau tambahan pencahayaan. 

Bawalah senter LED, biasanya berukuran lebih kecil namun cahaya yang dihasilkan lebih terang dengan jangkauan yang lebih luas. Sedangkan headlamp memudahkan untuk berjalan saat pendakian malam atau summit attack. Jangan lupa membawa baterai cadangan yang sesuai dengan ukuran senter kamu.

6. Trekking Pole

Aku tidak membawa trekking pole saat pendakian pertamaku. Mungkin karena keterbatasan pengalaman (dan budget). Awalnya aku gak kepikiran bahwa benda ini ternyata sangat penting. Akhirnya, aku membeli tongkat bambu seharga Rp5000 di Pos 2 jalur pendakian Prau via Patak Banteng. 

Ternyata benda ini sangat amat membantuku selama pendakian untuk menjaga keseimbangan dan ritme mendaki, dan menopangku saat hendak menanjak. Selain itu, trekking pole juga dapat digunakan sebagai penguat tenda agar tidak terbang saat badai. 

Aku memilih menggunakan trekking pole lipat Tenacity Tracking Pole Eiger. Trekking pole ini cukup kokoh, praktis, dan lebih mudah disimpan Panjang maksimal 135 cm dan saat dilipat hanya 32 cm saja. 


7. Botol Air dan Peralatan Makan

Air adalah elemen yang sangat penting saat mendaki. Aku menggunakan botol minum lipat yang terbuat dari karet sehingga dapat dipakai berulang kali. Aku mengurangi sampah botol plasik dengan membawa botol minum seperti ini. 

Minum air yang cukup saat pendakian agar cairan dalam tubuh terpenuhi sehingga terhindar dari dehidrasi. Letakkan botol air di tempat yang mudah dijangkau. Aku biasanya menggantungkan botol air dibagian depan menggunakan karabiner. Kamu juga bisa menggunakan water bladder sehingga lebih mudah minum dari selangnya.
Aku punya 3 botol lipat ini yang selalu aku bawa saat naik gunung. Sumber: IG @8rothers_adv.

Memasak bersama saat naik gunung adalah momen yang asik, tapi tak lupa tentunya kami harus membawa peralatan masing-masing seperti piring atau tempat makan lipat, gelas, dan spork. Menggunakan peralatan makan lipat seperti ini pastinya menghemat tempat dalam tas.

Alat makan lipat. Sumber: IG @8rothers_adv.

8. Obat-obatan & Toiletries

Packing light bukan berarti mengabaikan aspek kesehatan dan kebersihan. Kondisi di gunung memang tak menentu. Oleh karena itu, kita harus selalu sedia P3K dan obat-obatan pribadi seperti;  hansaplast, betadine, tolak angin, minyak kayu putih, dan lain-lain. Dalam pouch kecil lainnya, aku juga memasukkan beberapa toiletries penting dalam ukuran kecil seperti; sikat gigi, deodoran, handuk kecil, pembalut, tabir surya, tissue, dan hand sanitizer spray. 


9. Tas Kecil

Tas ini bisa berupa backpack atau waist bag, yang digunakan untuk membawa barang-barang penting seperti HP, dompet, kamera atau peralatan pentingmu yang lain. Tas kecil juga digunakan saat summit attack. Jangan lupa juga membawa obat-obat dan baterai cadangan didalamnya. Lebih baik membawa tasmu sendiri saat summit attack, karena saat itu bisa saja temanmu berada di belakang atau di depanmu, sehingga kamu gak bisa terus mengandalkan temanmu untuk membawa cadangan logistik hanya dalam tas temanmu kan?

10. Karabiner

Barang kecil ini punya kegunaan yang sangat banyak. Setidaknya ada 3 buah karabiner yang terpasang pada tasku. Karabiner ini bisa digunakan untuk memudahkan membawa barang seperti air, sampah, sepatu, dan barang lainnya yang mungkin tak cukup masuk dalam tasmu.

List Perlengkapan Naik Gunung versiku.

Perlengkapan lainnya yang digunakan bersama-sama dengan kelompok, seperti; tenda, nesting, dan bahan logistik bisa dibagi antara anggota kelompok. Kalau gak mau ribet, kamu bisa juga membeli makanan di basecamp atau menyewa porter untuk mendirikan tenda. Setelah menulis postingan ini, aku jadi semangat mau siap-siap packing light lagi. Naik gunung apalagi ya?

__

Keep in Touch
Thanks for reading!

Join Over 75k + Subscribers