Showing posts with label Seni & Budaya. Show all posts

Explore Kuliner dan Pecinan Bogor

Perjalanan kami untuk explore kuliner dan kawasan pecinan di Bogor berawal karena Sigit mau pulang kampung (ke Jakarta) menjelang imlek. Rencana dadakan kami akhirnya terealisasi. Tak kenal maka tak sayang, kenalan dulu yuk sama temen-temenku ini; Kang Aip, Bang Juan, Andrew, Sigit, Kak Ika, dan Mardiah. Kami naik commuter line dari Jakarta ke Bogor dengan harga Rp6000 saja.

Bangunan Kuno di Jalan Suryakancana 

Yung Bangka Es

Saat itu sudah jam 11 siang, saatnya brunch (gaya betul). Kak Ika mengajak kami makan ke Yung Bangka Es (YBE) di Jalan Sudirman. Siapa yang menolak makan bakmi, apalagi ini salah satu makanan favoritku. Kedai legendaris ini sudah berdiri sejak tahun 1978 oleh Yoeng yang asli keturunan Tionghoa. Tapi yang di Jalan Sudirman ini gerai cabangnya, gerai pertama ada di Jalan Kapten Muslihat. 


Bakmi Ayam Jamur Yung Bangka Es.

Aku memesan bakmi ayam seharga Rp.22.000. Tipe bakmi bangka biasanya manis, tapi kita bisa request mau bakmi asin atau manis, jadi aku pilih bakmi yang asin. Tipe bakmi lurus dengan bumbu racikan turun-temurun membuat rasa bakmi ini enak tak tertandingi! Porsinya cukup besar, tapi ternyata aku habis juga satu mangkok ini. Selain bakmi, ada juga bihun dan kwetiau lengkap dengan baso, tahu baso, dan pangsit. Tapi ada banyak menu lainnya juga seperti nasi tim, nasi goreng, beberapa menu seafood dan chinese food. Dari aku datang sampai selesai makan, kedai ini tak pernah sepi pengunjung, apalagi YBE sudah tersertifikasi halal.

Buah Kemang.

Kami juga mencicipi Es Kemang seharga Rp18.000. Penasaran dengan buah ini, ternyata buah Kemang memang khas Bogor. Beberapa kali aku mengunjungi Bogor, baru kali ini aku minum Jus Kemang. Penampakkannya seperti kentang berwarna kecokelatan, wanginya seperti mangga, rasanya seperti campuran buah sirsak dan nangka. Kalian wajib coba karena enak dan menyegarkan sekali!


Jus Kemang Bogor Permai.

Tak jauh dari Yung Bangka Es, kami mengunjungi Bogor Permai, yang merupakan toko roti tertua di kota Bogor. Banyak sekali pilihan roti, jajanan pasar, dan pojok makanan di sini. Aku membeli Roti Gamblang seharga Rp 9000 dan Roti Gepeng Cokelat seharga Rp9500. Roti-roti disini dibuat tanpa bahan pengawet. Walaupun toko roti jadul, tapi inovasinya bisa dicontoh seperti kantong plastik di Bogor Permai sudah diganti menggunakan tas spunbond seharga Rp4000 atau plastik singkong seharga Rp500. Mantap gan!


Aneka roti dan jajanan pasar.

Roti Gambang dan Roti Gepeng Cokelat.

Kebun Raya Bogor

Awalnya kami mau mengunjungi Kebun Raya Bogor untuk melihat Bunga Bangkai (Amorphophallus Titanum). Tapi ternyata Bunga Bangkai sudah mekar awal Januari 2020 lalu dan bertahan satu minggu. Fyi, banyak orang mengira kalau Bunga Bangkai dan Bunga Rafflessia itu jenis yang sama. Mereka berbeda ya seperti aku dan kamu. Bunga Bangkai bentuknya tinggi keatas (bisa mencapai 2 meter), sedangkan Bunga Rafflesia itu bentuknya melebar kesamping, seperti gambar yang dulu pernah kulihat di buku Biologi gitu. Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk mekar kembali. Oh wow, berarti kalau mau lihat Bunga Bangkai berbunga kembali tunggu tahun 2024 ya! Jadi kami foto-foto didepan gerbang masuk Kebun Raya Bogor yang ternyata kok keren juga. Kelihatannya seperti gedung di luar negeri gitu lho!

Foto didepan pintu masuk Kebun Raya Bogor

Jalan Suryakancana

Jalan Suryakancana terletak berseberangan dengan Kebun Raya Bogor. Gerbang ini menjadi simbol keberagaman budaya dan toleransi masyarakat Sunda dan Tionghoa di Bogor. Jalan Suryakancana kini menjadi tempat wisata kuliner yang terkenal. Sepanjang jalan ini juga masih ada rumah kapiten dan rumah kuno lainnya. Kalau di Jakarta ibarat Glodok yang terkenal dengan Wilayah Petak 9, kalau di Bogor ada Jalan Suryakancana ini sebagai wilayah pecinan yang penuh dengan wisata kuliner dan juga sejarah.

Let's go 
Foto depan bangunan kuno yang dijadikan kedai kopi 
What's next?

Kami mampir ke Gerai Es Pak Ujang Suryakencana. Pilihan es cukup beragam; ada es Pala, Mangga, Sirsak, Pukat, Kelapa Muda, Pukat Kocok, Es Teler, Sop Buah. Duh seger-seger semuanya. Berbagai es buah dibandrol dengan harga Rp7000 saja. Aku juga memesan jus alpukat, bahkan saking enaknya sampai lupa kufoto. Rasanya ingin balik lagi deh kesini karena masih belum puas cobain jajanan dan kuliner di Jalan Suryakancana. 

Es buah Pala pak Ujang enak banget

Perhatian!

Trotoar jalan di kawasan Lawang Suryakancana ini sudah lebar dan rapi, tapi kita harus tetap berhati-hati. Awalnya, aku lagi jalan sama Mardiah. Aku merasa gak nyaman karena merasa seperti ada orang mengikuti. Lalu pas aku nengok, orang itu lihat mataku, dan dia agak melihat kebawah. Jadi aku langsung reflek mau masukkan HP ke tas. 

Langsung aku bilang ke Mardiah kayaknya orang dibelakang ngikutin kita dan bener aja dia terus ngikutin kita, sampai akhirnya Bang Juan dan kak Ika juga ternyata sadar kalau kita diikuti copet. Akhirnya BangJu langsung minta kita pura-pura foto di sini dan membiarkan 2 orang yang diduga pencopet itu lewat dulu. 

Foto ala-ala menghindari pencopet
Gak sampai disitu. Setelah mereka didepan kita dan jalan agak jauh, mereka putar arah dan seperti ingin mengikuti kami lagi. Kang Aip langsung minta kita menyeberang jalan dan setelah itu udah deh mereka gak ikutin kita lagi. Selalu berhati-hati ya!

Kelenteng Pan Kho Bio, Pulo Geulis

Selanjutnya, dari Jalan Suryakancana tadi, kami menuju Pulo Geulis untuk mengunjungi Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis. Saat perjalanan ke Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis, kami melewati gang kecil, perumahan warga, dan jembatan penyambung menuju Pulo Geulis. 

Melewati jalan gang berundak macam gini kayak perumahan di Korea gitu.
Apa itu Pulo Geulis? Alkisah pada tahun 1482, Kerajaan Pajajaran berdiri ketika Mundinglaya (cerita rakyat dari masyarakat Sunda) menyusuri Sungai Ciliwung, ia menemukan sebuah pulau yang diyakini saat ini sebagai Pulo Geulis. Disebut pulau karena lokasinya berada ditengah-tengah aliran Sungai Ciliwung yang luasnya sekitar 3,5 hektar. Pulau ini kemudian dijadikan salah satu tempat peristirahatan keluarga kerajaan dan diberi nama Pulau Parakan Baranangsiang. 

Tahun 1579-1687, Kerajaan Pajajaran runtuh akibat diserang Kerajaan Banten dan Cirebon. Pulau ini menjadi hutan belantara tak bertuan. Tahun 1703-1704 ditemukan kembali oleh Abraham Van Riebeeck, saat ekspedisi mencari jejak peninggalan Kerajaan Pajajaran dan Kerajaan Sunda. Kemudian pulau ini diberi nama Pulo Geulis. Sejak dulu dihuni oleh suku Sunda dan Tionghoa. Saat ini berjumlah lebih dari 2500 jiwa lho!

Pintu masuk Kelenteng Phan Ko Bio
Di Pulau Geulis terdapat sebuah cagar budaya bernama Vihara Maha Brahma, yang terkenal dengan sebutan Kelenteng Pan Kho Bio sebagai kelenteng tertua di Kota Bogor. Pada bagian depan terdapat dekorasi payung yang melambangkan percampuran budaya Sunda. Kelenteng biasanya digunakan sebagai tempat beribadah Konghucu. Namun tempat ini menjadi saksi toleransi beragama, karena agama Budha juga bisa beribadah dan tersedia mushola di dalam Kelenteng bagi umat muslim. Menjelang perayaan imlek, kelenteng dihiasi dengan dekorasi lampion-lampion merah. Kamipun diundang untuk makan bersama. Sebuah kebersamaan yang tak terlupakan.

Jamuan makan soto mie
Muka-muka bahagia habis makan Soto Mie

Teras Salak (BTM Mall)

Sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir ke Teras Salak di BTM (Bogor Trade Mall). Berada di lantai 3 BTM, Teras Salak menjadi spot terbaik untuk melihat view Gunung Salak. Sayangnya cuaca sedang mendung, jadi tak terlihat view nya. Haruskah kembali?

Teras Salak. Photo by: @ariefpokto
Gunung Salak tertutup awan.


=============================================================================================



Transportasi

Jakarta ke Bogor (KRL) Rp6000
Stasiun Bogor - Yung Bangka Es (Grab) Rp 21.000/5 (@Rp4200)
Bogor Permai - Kebun Raya Bogor (Grab) Rp 20.000/6 (@Rp3300)
BTM - Stasiun Bogor (Angkot) Rp3000
Bogor - Jakarta (KRL) Rp6000

Makan

Bakmi Ayam Jamur (Yung Bangka Es) Rp22.000
Jus Kemang (Yung Bangka Es) Rp18.000
Roti Gambang (Bogor Permai) Rp9.000
Roti Gepeng Cokelat (Bogor Permai) Rp9.500
Jus Alpukat (Es Pak Ujang - Jalan Suryakancana) Rp7.000

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Jelajah Indonesia Lewat QLAPA.com

Saat pergi keluar kota, hunting oleh-oleh menjadi salah satu bagian yang paling saya tunggu-tunggu. Saya senang melihat hasil kerajinan tangan dari suatu daerah seperti kain, gelang, gantungan kunci, dan tas etnik. Saya juga suka mencoba snack khas daerah tersebut untuk dibawa pulang. Bagi saya, buah tangan menjadi sebuah kenang-kenangan yang berarti dan membuat saya rindu untuk menjelajah ke lebih banyak tempat di Indonesia dan mengoleksi sebanyak-banyaknya.

Indonesia kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas. Banyak wisatawan melirik Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi besar. Industri kreatif di Indonesia juga berkembang melalui produk kerajinan tangan. Bahkan suatu hari di airport, saya pernah melihat turis membawa kerajinan tangan wayang dan dibawa dengan hati-hati. Wow! Apakah kamu pernah punya/beli wayang? Honestly, saya saja gak punya. 

Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, kita semakin mendapat banyak pilihan untuk berbelanja dan bertransaksi online. Apalagi menemukan produk lokal unik dan cuma ada di Qlapa.com. Banyak sekali produk lokal dari seluruh penjuru Indonesia yang dibuat langsung oleh pengrajinnya. Qlapa.com hadir menjadi rumah bagi produk handmade tanah air sebagai situs jual beli khusus produk kerajinan tangan Indonesia.

Saya menghabiskan banyak waktu untuk melihat produk kerajinan tangan unik di Qlapa.com, mulai dari topi etnik, tempat kacamata, bento box, sarung galon, cemilan-cemilan, produk kecantikan, kartu ucapan, sampai paket bingkisan juga ada! Qlapa.com bisa menjadi salah satu alternatif untuk mencari hadiah acara spesial kamu dan yang paling penting, cuma belanja di Qlapa.com yang bisa gratis ongkir selamanya. Asyik kan?

GRATIS ONGKIR SELAMANYA!

Beberapa orang berpendapat bahwa produk lokal tidak memiliki kualitas sebagus produk impor. Padahal banyak juga bahan baku untuk produk asing berasal dari Indonesia lho! Produk-produk lokal di Qlapa.com sudah dikurasi dan memiliki standar kualitas. Terbukti bahwa saya menemukan banyak barang-barang unik lainnya yang jarang saya temui di mall atau toko oleh-oleh.

Belanja di Qlapa.com sangat mudah karena bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Dengan berbagai kategori yang sangat memudahkan kita mencari berbagai jenis pilihan produk. Ada kategori wanita, pria, anak, rumah & dekorasi, gadget & peralatan,  kuliner, perawatan & kecantikan. Semuanya itu produk-produk lokal asli buatan Indonesia!

Di Qlapa.com, saya bisa menjelajah Indonesia melalui produk kerajinan tangan yang memiliki arti dari berbagai daerah. Produk lokal memperkaya pengetahuan kita akan negeri yang menjadi rumah kita. Bagi saya, kerajinan tangan bernilai tinggi karena dibuat langsung oleh pengrajinnya dengan penuh semangat dan kerja keras.

Kenapa Produk Lokal?
  • Produk lokal gak kalah bagus dengan produk impor kok!
  • Wisatawan saja sangat menghargai produk lokal kita. Bagaimana dengan kita?
  • Harga produk lokal bisa lebih murah dan lebih mudah ditemukan.
  • Kita membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kenapa Qlapa.com?
  • Satu platform banyak produknya, tinggal pilih sesuai kategori yang kita butuhkan.
  • Cara pemesanannya mudah dan terpercaya.
  • Produknya unik-unik dan Indonesia banget!
  • Ada gratis ongkir dengan kode voucherFOREVER

Saya bangga menggunakan produk lokal. Indonesia memiliki daya jual yang tinggi dari industri kreatif dan produk lokal dapat bersaing di kancah dunia. Bagi saya, membeli produk lokal adalah salah satu bentuk cinta tanah air. Sebagai Warga Negara Indonesia, sudah seharusnya kita mendukung produk lokal. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Show the world, I am made in Indonesia! #CintaProdukLokal

...

City Tour Jakarta

Welcome to My Hometown!

Jakarta adalah ibu kota negara yang ramai dan sibuk siang-malam. Selain menjadi pusat pemerintahan, kota metropolitan terbesar di Asia Tenggara ini juga memiliki berbagai tempat wisata. Ditengah padatnya kota Jakarta, saya dan Will mencoba untuk jalan-jalan keliling Jakarta menggunakan public transportation.

Mungkin buat yang bosen mau nge-date kemana, weekend getaway mau kemana, kamu bisa coba jalan-jalan keliling Jakarta menggunakan public transportation. Anggap saja perjalanan ini sebagai olahraga untuk membuang kalori. Jangan lupa top up kartu elekronik untuk naik bus Transjakarta ya!

Melawan angin kencang diatas puncak Monas.

Kalau Paris punya menara Eiffeel dan Korea punya N-Seoul Tower, Jakarta punya Monumen Nasional! Tugu monas merupakan salah satu landmark teritinggi di kota Jakarta. Disini kita bisa melihat bangunan-bangunan pencakar langit dan kota Jakarta dari berbagai sudut. Para pelancong pasti gak melewatkan momen untuk pergi kesini. Bahkan waktu saya berkunjungpun, saya melihat banyak orang asing antusias melihat Monas!



Kota Jakarta dari atas Monas

Sebenarnya dulu banget sudah pernah ke Monas, sepertinya waktu zaman masih SMA. Tapi lain dulu, lain sekarang, lift Monas terasa lebih besar dan bersih (perasaan apa emang benar ya?) Dulu bayarnya pakai uang cash, tapi sekarang kita harus menggunakan kartu Bank DKI. Fyi, harga tiket masuk sampai ke cawan Monas Rp. 5000, kalau sampai ke Puncak Monas Rp. 15.000. Saya dan Will pastinya membeli tiket untuk sampai Puncak Monas donk!


Dari monas, kami menunggu bus tingkat untuk menuju ke Jakarta Creative Hub. Bus tingkat ini gratis dan kamu bisa naik ini buat keliling Jakarta untuk mengunjungi wisata sejarah, kuliner, dan belanja. Tapi hati-hati jangan sampai salah naik bus tingkatnya ya! Naik bus tingkat yang ada tulisannya “City Tour Jakarta”.


Rute Bus City Tour Jakarta

Perhatikan rutenya, karena bus tingkat datang dan pergi dari berbagai penjuru ibukota. Saya dan Will langsung masuk, naik, dan duduk paling depan. Kami sangat menikmati pemandangan sepanjang jalan dari atas Double Decker Jakarta.

Welcome to Jakarta Creative Hub
Cafe at Jakarta Creative Hub
Pameran Batik "Sejauh Mata Memandang"
Pameran kain batik karya Citra Subyakto, yang dua diantaranya adalah karya ibu-ibu dari Rusun Marunda.

Kemudian kami turun di Halte Plaza Indonesia, lalu  berjalan beberapa meter menuju Jakarta Creative Hub. Lokasinya terletak di lantai 1 Gedung Graha Niaga Thamrin. Jakarta Creative Hub bisa digunakan untuk tempat workshop, seminar, dan pameran. Disini juga ada open library dan café (walaupun cafenya belum buka waktu kami berkunjung kesana). Banyak mesin-mesin dan peralatan produksi yang belum pernah saya jumpai. Dan yang paling saya ingat, di bagian belakang terdapat  co-office area sebanyak 12 ruangan untuk perusahaan start-up. Jika datang tepat waktu pk 11.00 dan 13.00 (kalau tidak berubah), ada walking tour dari pihak Jakarta Creative Hub.




Tempat ini memang biasanya menjadi langganan photoshoot dengan tema-tema vintage. Dari foto model, sweet seventeen, yearbook sampai pre-wed semua bisa foto disini. Zaman saya dulu foto yearbook SMA, tempat ini pasti selalu menjadi salah satu alternatif tempat untuk photoshoot.

Sudah agak lewat jam makan siang dan kami sudah (lumayan) lapar, jadi kami memutuskan untuk makan siang di Historia Food and Bar. Tempatnya vintage dan cozy banget. Makanannya juga enak dan Indonesia banget! Kami mencoba salah satu kuliner betawi yaitu Sayur Babanci. Sayur Babanci kini sudah langka karena sulitnya menemukan bahan dan rempah-rempahnya.

Interiornya klasik banget!

Muralnya keren
Di wilayah Kota Tua ini banyak banget museumnya. Ada Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Seni Rupa & Keramik. Belum sempat menjelajah ke semua museum-museum ini karena waktu yang terbatas dan sore-sore biasanya museum sudah ditutup. Should we go back next time?

The Jakarta History Museum
Karena museum-museum sudah tutup, kami menikmati jalan sore di sekitar Kota Tua. Lalu kami pergi ke Semasa Café. Dari berbagai coffee shop yang menjamur di ibu kota, Semasa Café ini menyajikan berbagai macam teh. Fyi, kalau kesini susah cari parkirnya karena lokasinya di pinggir jalan. Jadi lebih baik naik transportasi umum atau cari parkir yang agak jauh dan aman.

Sore-sore minum teh
Shot by William 
Hari sudah semakin larut malam, kami memutuskan untuk pulang. Sebenarnya masih ada beberapa tempat di Jakarta yang belum pernah kami kunjungi. Jakarta itu luas sekali, jadi sepertinya 1-2 hari masih belum cukup untuk menjelajah Jakarta. Saya masih penasaran banget mau explore Jakarta lagi. Mungkin ke Monas waktu malam hari dan melihat gemerlapnya kota Jakarta, bagus juga kali ya?

Enjoy Jakarta!



...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Geowisata Goa Pawon

Bandung bukan hanya terkenal dengan wisata kuliner atau belanja. Untuk sebagian orang, mungkin mengunjungi beberapa tempat sejarah kurang menyenangkan, tapi saya tertarik pergi kesana. Kamu pernah tahu ada goa alami di Bandung? Namanya Goa Pawon.

Perjalanan kali ini, saya pergi bersama trip planner Rani Journey. Kalau kamu lihat di websitenya, Rani Journey ini menyediakan beberapa pilihan weekend getaway beserta jadwal dan harganya. Jadi tinggal pilih saja mau pergi kemana. Dengan harga Rp. 185.000, kita sudah bisa pergi ke Goa Pawon dan Stone Garden. Sudah termasuk biaya transportasi, guide, makan siang, dan tiket wisata. Menarik bukan?

Perjalanan selama 5 jam dari Jakarta menuju Bandung Barat tidak terlalu berasa karena saya tidur. Cuaca mendung tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap menikmati geowisata alam. Sesampainya disana, kami menyantap makan siang dan langsung menuju Goa Pawon. Tidak terlihat ramai waktu kami berkunjung kesana. Katanya, kalau weekdays sepi sekali, tapi waktu weekend baru ramai, itupun lebih banyak wisatawan yang berasal dari luar kota. Kami menaiki anak tangga kayu menuju kedalam Goa Pawon dan pemandu wisata menjelaskan sejarah tempat ini.


Goa Pawon adalah situs goa pra-sejarah pertama yang ditemukan di Jawa Barat. Goa ini menjadi tempat tinggal manusia purba. Pawon dalam bahasa Sunda artinya dapur. Didalam Goa Pawon banyak ditemukan peralatan dapur peninggalan manusia zaman baheula. Disini juga ada replika tulang manusia purb yang diyakini adalah nenek moyangnya orang sunda. Kebayang gak orang zaman dulu ini tinggal di goa tanpa sinyal dan hidup tanpa wifi? lol.

Replika kerangka nenek moyang.
Secercah cahaya dalam kegelapan.

Sudah siap-siap bawa headlamp di tas, ternyata Gua Pawon ini gak terlalu gelap karena ada cahaya matahari yang masuk melalui langit-langit gua. Dari mulut Goa Pawon, kami menaiki tangga kayu kecil dan melewati lorong goa. Kami bisa melihat kelelawar dan… taraaa! Ternyata isi Goa Pawon ini sungguh menakjubkan! Percayalah banyak spot foto disini walaupun disini cuma banyak batu-batu.



Demi kenyamanan, pakailah sandal gunung atau sepatu gunung. jika tidak ingin tergelincir ketika turun ke area bawah goa karena licin. Beberapa kali, saya melihat teman-teman dari rombongan lain yang menggunakan flat shoes, sandal jepit, dan sepatu cantik lainnya. Rasanya sayang banget kan!


Kamu juga bisa menikmati pemandangan alam dari dalam goa dengan ketinggian 601 mdpl.
Perjalanan kami lanjutkan ke Stone Garden yang letaknya berada diatas Goa Pawon. Konon pengunjung yang datang ke Stone Garden dibatasi karena takut meruntuhkan Goa Pawon. Jadi, mendingan jalan-jalan ke Goa Pawon sekarang daripada suatu saat, goa ini sudah punah. Yuk!

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Ada apa di Belitung Timur?

Objek wisata di Belitung tidak melulu tentang pantai. Selain terkenal akan eksotisme pantainya, Belitung juga memiliki wisata seni dan budaya yang menarik. Cukup dengan satu hari saja, kamu bisa menjelajah wisata di Belitung Timur.

SD. Muhammadiyah
Replika sekolah untuk keperluan syuting film Laskar Pelangi ini dibangun diatas bekas pertambangan timah yang berpasir putih. Sekolah Laskar Pelangi menyimpan banyak cerita dan kenangan yang mengingatkan saya akan semangat untuk mengejar impian dan tidak mudah menyerah. Gak salah tempat ini jadi tempat favorit bagi wisatawan.

Didepan repliika Sekolah Laskar Pelangi

Suasana ruang kelas replika Sekolah Laskar Pelangi

Rumah Keong
Dari jauh, tempat ini terlihat unik banget dan langsung saja saya masuk kedalamnya. Rumah ini dikenal dengan nama Rumah Keong karena bentuk arsitekturnya yang bulat seperti keong. Rumah Keong terletak gak jauh dari SD. Muhammadiyah. Rumah Keong disebut juga Rumah Rotan karena bangunan sederhananya terbuat dari rotan. Terletak didekat dermaga Kirana, Rumah Keong menjadi salah satu wisata alam yang terletak di kawasan Gantong.

#TravelWithAMosquito

Kampung Ahok
Kampung Ahok terletak persis di seberang rumah keluarganya Pak Ahok yang ada di kawasan Gantong. Bangunannya tampak seperti rumah adat Belitung. Kampung Ahok menjual berbagai buah tangan dan kue-kue khas Belitung yang katanya dibuat langsung sama mamanya Ahok. Disini kita bisa santai-santai sambil menikmati makanan dan minuman sambil lesehan.

Didepan rumah Keluarga Pak Ahok dan entah kenapa bisa pas tempat duduknya. lol.



Museum Kata
Museum Kata oleh Andrea Hirata merupakan museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia! Menurut saya, ini adalah museum paling inspiratif. Didalamnya kamu akan menemukan poster film, buku-buku, dan kalimat-kalimat motivasi. Ditambah interior dan bangunan warna-warni bikin betah untuk berada disini. Tiket masuk sebesar Rp. 50.000 dan dapat free buku Laskar Pelangi. Lagi-lagi, di bagian belakang Museum terdapat kedai kopi, namanya Kopi Kuli.






Kedai Kopi Kuli

Pantai Burong Mandi
Rasanya gak lengkap kalau belum ke pantai ya. Kami mengunjungi Pantai Burong Mandi. Ini adalah nama pantai yang membuat saya agak bingung akan namanya. Kenapa namanya Burong Mandi? Mitosnya dulu disini banyak burung yang mandi di pantai, Tidak seperti pantai Belitung lainnya, disini gak ada batu granit, malah lebih banyak kapal nelayan warna-warni yang menghiasi pantai ini.



Vihara Dewi Kwan Im
Awalnya desitinasi ini tidak termasuk dalam itinerary, tapi guide kami mengantarkan kami kesini untuk sekadar foto. Ternyata Vihara Dewi Kwan Im adalah vihara  terbesar dan tertua di Belitung.


Selanjutnya : Indahnya Bumi Indonesia
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Join Over 75k + Subscribers