Menyusuri Pulau Bersejarah di Kepulauan Seribu

Ada yang punya ide buat liburan weekend ini? Bosan rasanya jika hanya pergi ke mall. Belum lagi macet di jalan, dan suasana yang gitu-gitu aja. Tapi sekarang banyak tour operator yang membuka jasa untuk triip satu hari ke Pulau Seribu, yaitu trip 3 pulau ; Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir. Yuk jadi anak pantai seharian!


Wisata one day trip ini lumayan jadi alternatif liburan singkat yang murah meriah. Cocok buat kamu yang sibuk tapi mau liburan sebentar dari rutinitas. Harga trip cukup terjangkau (Rp. 70.000 – Rp. 100.000). Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir masih dalam kawasan Kepulaun Seribu, jadi tidak memakan waktu yang lama dari kota Jakarta.

Tambak-tambak nelayan.

Untuk menuju kesana, Berangkat dari Dermaga Muara Kamal. Dermaga Muara Kamal berbeda dengan Dermaga Muara Karang. Tidak sedikit orang yang keliru dan salah dermaga, pdahal lokasi dermaga ini berjauhan. Daerah sekitar Dermaga Muara Kamal merupakan tempat pelelangan ikan yang sangat ramai dan bau amis. Sangat disarankan menggunakan kendaraan online agar tidak ribet. Disana tersedia tempat parkir motor, namun tempat parkir mobil masih minim dan belum tentu terjamin keamanannya.

                                                                                                  
Fyi, ini adalah wisata sejarah dan tidak ada penginapan disini. Tapi, jangan keburu bosan dulu karena ini wisata sejarah. Menurut saya, ini wisata sejarah yang menarik ; ada di Pulau, masih bisa sambil main di pantai sambil cari kerang, bisa piknik, pasang hammock buat santai-santai, dan masih ada peninggalan zaman Belanda (bahkan makamnya masih ada). Agak mistis, tapi inilah adalah bukti perjalanan bangsa kita.

Spotted Onrust and Cipir from Kelor.

My new collections.

Kami naik kapal kayu menuju ke Pulau pertama yaitu Pulau Kelor kurang lebih selama 30-40 menit. Selama perjalanan, kamu akan lihat banyak tambak ikan yang dibuat oleh nelayan sekitar. Sesampainya di Pulau Kelor, saya kaget sekali karena ada penjelasan tentang Pulau ini. Nama asli Pulau Kelor adalah Pulau Kherkof, yang artinya makam/kuburan. Hiiyy.


Benteng Martello Anti Meriam.


Pulau ini gak begitu besar, oleh karena itu penduduk setempat mengibaratkannya sebesar daun kelor dan menyebut pulau ini Pulau Kelor. Yang terkenal dari Pulau Kelor adalah Benteng Martello. Benteng berbentuk bundar dan tinggi ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1850 sebagai bagian dari sistem pertahanan laut kota Batavia. Benteng Martello sempat runtuh karena tsunami dan letusan Gunung Krakatau.

Bata merah kokoh Benteng Martello.

Selanjutnya, kami pergi ke Pulau Onrust. Pulau ini lebih luas dari Pulau Kelor. Nama Onrust berasal dari bahasa Inggris “Unrest”, yang artinya tanpa istirahat. Onrust adalah pulau yang sibuk dan menjadi pusat pemerintahan pada zaman penjajahan Belanda.


Reruntuhan bekas rumah sakit.


Disini ada satu hingga dua warung makanan yang selalu ramai. Saya membeli es kelapa muda yang segar sekali. Kayanya jualan kelapa muda dan minuman dingin lainnya disini bakal laku banget. lol.

Panas-panas enaknya makan es kelapa muda.

Pulau Onrust menyimpan banyak sekali sejarah bangsa Indonesia. Disini ada Museum Pulau Onrust yang berisi mengenai artefak dan perjalanan pulau Onrust yang dulunya begitu sibuk. Ada gedung VOC, bekas runtuhan kincir angin dan benteng.

Cool weather!

"The Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Building"

Selain itu disini banyak sekali bekas reruntuhan bangunan-bangunan yang dulunya sempat dijadikan penjara bagi pemberontakan, asrama haji, dan rumah sakit. Di bagian belakang juga terdapat makam Belanda yang pernah menetap di Pulau Onrust dan makam dari pemimpin pemberontakan DI/TII yaitu S.M. Kartosoewirjo.

Banyak pepohonan rindang di Pulau Onrust.

Ada 8 ruang bawah tanah katanya disana.

Ukiran makam Belanda yang artistik.

Terakhir, kami melipir ke Pulau Cipir. Disini area pantainya lebih luas, dan terdapat dermaga yang sangat cantik. Biasanya kita bisa menunggu sunset yang indah disini. Pulau Cipir dulunya merupakan bekas rumah sakit untuk penyakit menular dan pusat karantina jemaah haji yang mau berangkat dan pulang dari Mekkah. Disini masih terlihat jelas sisa bangunan dan tembok bilik rumah sakit. Dulu calon jemaah yang ingin menunaikan ibadah haji tidak menggunakan pesawat melainkan naik kapal laut yang memakan waktu berbulan-bulan.

Walaupun agak spooky, lokasinya bisa jadi alternatif buat foto vintage, selain di Kota Tua dan Museum Prasasti Jakarta.

Masih jelas terlihat sisa bangunan bekas rumah sakit.

Jakarta in frame

Katanya, waktu zaman kolonial Belanda, ada jembatan yang menghubungkan Pulau Onrust dan Cipir. Tapi karena tsunami dan letusan Gunung Krakatau, jembatan ini terputus. Konon, dulu orang-orang mati yang berasal dari Pulau Onrust atau Cipir karena berpenyakit atau disiksa, dibuang ke Pulau Kelor. Jadi tahu kan kenapa pulau Kelor artinya makam/kuburan?

Salah satu pohon ranting di Pulau Cipir. 

Waiting for sunset.

Untuk pulang dari Dermaga Muara Kamal biasanya tersedia mobil omprengan yang sudah menunggu di dekat dermaga Muara Kamal. Biasanya omprengan ini mengantarkan kamu sampai titik keramaian. Tapi karena beda arah, saya tetap pulang naik kendaraan online.

Sayonara!

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

0 komentar: