featured Slider

Featured Post

FESTIVAL LEWETAKA JAGA BANDA LESTARIKAN ADAT DAN ALAM

Sebuah kehormatan bagi saya bisa mengikuti Festival Lewetaka Pertama di Banda Neira, Maluku Tengah. Festival Lewetaka diselenggarakan oleh masyarakat Banda Neira sendiri dengan tujuan Jaga Banda, merawat tradisi dan kearifan lokal Banda, melestarikan lingkungan laut dan pesisir sebagai kekayaan bahari Banda Neira. Festival Lewetaka ini didukung oleh Econusa Foundation, Moluccas Coastal Care, STP Hatta Sjahrir, STKIP Hatta Sjahrir, Yayasan Warisan dan Budaya Banda Neira, serta komunitas pemuda Banda.


Kepulauan Banda Neira menyimpan pesona alam dan adat budaya yang memikat. Keberadaannya sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda karena Banda Neira memiliki potensi alam dan rempah-rempah yang sangat kaya. Bahkan dulu salah satu pulaunya, Pulau Rhun pernah ditukar dengan Manhattan karena Pulau Rhun merupakan Penghasil Buah Pala Terbesar di Dunia. Pada masanya, harga pala bersanding dengan harga emas lho! Selain itu, saya melihat banyak bangunan bekas Belanda yang menyimpan kisah dan menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Gunung Api Banda Neira menyambut kedatanganmu!

Banda Neira tak terlepas dari adat dan budaya yang melekat, untuk melestarikan alam. Banda Neira memiliki Tujuh Negeri. Negeri di sini merupakan sebutan untuk Kampung Adat. Ada Negeri Namasawar, Fiat, Ratu, Lonthoir, Selamon, Waer, dan Ai. Namun untuk Festival Lewetaka yang pertama, akan diikuti oleh tiga negeri, yaitu Namasawar, Fiat, dan Ratu. Lalu pertanyaan pertama di benak saya adalah, apa arti dari Lewetaka sehingga namanya disematkan menjadi nama festival ini?

Ternyata Lewetaka/Lautaka adalah nama sebuah Kerajaan Islam Pertama di Banda Naira yang dulunya dikenal sebagai wilayah adat kerajaan, yang selanjutnya membagi wilayahnya menjadi tiga yaitu Negeri  Namasawar, Fiat dan Ratu. Namasawar dan Fiat dipimpin oleh laki-laki, sedangkan Negeri Ratu dipimpin oleh perempuan (oleh karena itu disebut Ratu). Mereka menjalankan fungsi pemerintahan dan mewariskan tradisi lokal. Dalam masa kejayaannya, putri Raja Lewetaka yang bernama Bhoi Kerang sempat memimpin perlawanan dengan Belanda. 

Festival Lewetaka dimulai dengan beberapa ritual, seperti Ritual Buka Kampung yang saya ikuti yang diadakan masyarakat Banda Naira di Negeri Ratu. Buka Kampung Besar ini menjadi salah satu prosesi Buka Puang yang merupakan prosesi adat untuk mengawali kegiatan adat seperti Festival Lewetaka.

1. Pembukaan & Musyawarah Kampung Adat 


Pembukaan Festival Lewetaka secara sah diadakan pada tanggal 14 November 2021 di Universitas Hatta Sjahrir. Sebelumnya telah dilaksanakan pra-event pada tanggal 1-8 November 2021 oleh Negeri Namasawar, seperti Putar Tampa Siri, Banda Culture Mural, dan Mandi Belang Namasawar, yaitu membersihkan perahu (kora-kora) perang pada zaman dulu, yang kini menjadi kebanggaan orang Banda Neira. Festival Lewetaka resmi dibuka yang ditandai dengan pukulan gong yang diiringi alunan gamelan. 

Pembangunan di sekitar Banda Neira sedikit banyak mempengaruhi eksistensi adat dan sejarah yang ada. Keberadaannya terancam hilang, ritual hingga situs adat juga terancam hilang. Oleh karena itu, diadakan musyarawah adat. Musyawarah adat dilakukan bersama perwakilan dari tiga Negeri, yaitu Negeri Namasawar, Fiat, dan Ratu. Musyawarah bertujuan untuk pemantapan nama dan situs adat di Pulau Naira.

Rangkaian acara Festival Lewetaka.
Musyawarah Kampung Adat.

2. Persiapan Pembuatan Tampa Siri, Pengambilan Janur Kelapa


Sore hari, kami menuju sebuah rumah di Negeri Ratu atau Dwiwarna. Rumah peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh dan lantai marmernya yang masih menyatu. Agenda selanjutnya adalah mengambil janur kelapa dari pohon di belakang rumah Negeri Ratu. Hujan lebat kala itu, namun prosesi harus tetap dilaksanakan karena tanggal sudah ditentukan dan tidak bisa ditunda. 

Prosesi dilakukan di Negeri Ratu.

Pengambilan janur kelapa dilakukan oleh masyarakat dari Negeri Ratu, namanya Rizky. Pemilihan janur kelapa yang masih muda berwarna kekuningan, nantinya akan dibuat anyaman tampa (tempat) siri. Janur kelapa yang diambil tidak boleh jatuh ke tanah karena prosesi ini sangat sakral. 

Beberapa orang dibawah pohon kelapa, mengambil dengan perlahan janur kelapa yang diambil Rizky. Setelah itu, janur kelapa disimpan di salah satu ruangan di Rumah Adat Ratu Naira yang disebut Ruang Puang selama satu malam. Kamar Puang merupakan sebutan kamar untuk menaruh benda-benda adat, termasuk peralatan belang (kora-kora/perahu) dan pakaian cakalele.

Can you spot Rizky?
Diambil dengan bantuan tali juga agar tidak jatuh ke tanah.

3. Pembuatan Tampa Siri dan Putar Tampa Siri


Keeseokan harinya, janur kelapa yang sudah disimpan di Ruang Puang dikeluarkan untuk kemudian didoakan sebelum dirangkai. Para perempuan mendapat bagian untuk mengurus isi dari Tampa Siri, seperti bunga, tembakau, pinang, gambir, dan sirih, dan daun pandan. Semua bahan-bahan untuk mengisi tampa siri berasal dari alam. Sedangkan laki-laki bertugas untuk merangkai dan menganyam janur kelapa menjadi Tampa Siri. 

Janur kelapa dikeluarkan ke ruang tamu.
Kemudian didoakan bersama-sama.
Perlengkapan para perempuan untuk membuat isi Tampa Siri.

Awalnya saya tidak mengira bahwa laki-laki yang akan membuat Tampa Siri, saya pikir bagian anyam-menganyam biasanya bagian para perempuan. Namun siapa sangka, hasil anyaman Tampa Siri yang dibuat para lelaki nampak sangat rapi!

Tampa Siri yang sudah jadi disimpan lagi selama satu malam di Ruang Puang. Lihat video ini, saya terpukau karena tradisi yang ada di video itu adalah tradisi yang sudah ada sejak lama, yang saya lihat juga; alunan lagu, prosesi, bangunan semua hampir sama. 

Mama memotong daun pandan
Mama membuat tempat diisi bunga*
Para laki-laki yang memotong janur kelapa.
Lalu merangkainya membentuk seerti keranjang.
Tampa Siri yang sudah jadi.

Tampa Siri dibuat sebanyak empat buah, untuk ziarah ke empat tempat yang dikeramatkan esok hari. Prosesi selanjutnya adalah Putar Tampa Siri yang diawali dengan doa. Ritualnya, tetua lelaki memberikan Tampa Siri kepada tetua perempuan untuk diisi sambil memutar Tampa Siri tersebut.

4. Kasi Makan Negeri dan Ziarah Leluhur


Pagi-pagi sekali, kami sudah tiba di Rumah Adat Ratu Naira untuk melakukan prosesi Kasi Makan Negeri. Kasi Makan Negeri dilakukan saat subuh sebelum matahari terbit. Pak Sofjan Djafar yang memimpin prosesi ini, dengan menabur bunga yang sudah didoakan ke perbatasan negeri (kampung adat) dan tepi pantai. 

Doa Kasi Makan Negeri
Ritual Kasi Makan Negeri dilakukan sebelum matahari terbit.

Tujuan tradisi Kasi Makan Negeri adalah untuk memohon, menjaga negeri dari mara bahaya, dijauhkan dari penyakit dan musibah, meminta rezeki, rahmat, dan kesehatan. Ritual Kasi Makan Negeri menjadi pengingat untuk mengucap syukur atas berkat yang diberikan sang Pencipta melalui semesta yang mencukupkan kehidupan. Kasi Makan Negeri merupakan salah satu bentuk menjaga alam dari kerusakan

Tampa Siri di Ruang Puang sebelum dibawa ziarah.
Tampa Siri yang dimasukkan ke dalam kotak.

Tampa Siri yang sudah dibuat beberapa hari sebelumnya itu, digunakan saat Ziarah Leluhur. Empat buah Tampa Siri dimasukkan ke dalam kotak lalu ditutup dengan kain. Beriringan dibawa dengan hati-hati oleh cakalele. Fyi, Cakalele itu sebenarnya nama tarian Maluku untuk menyambut perayaan adat. Cakalele menceritakan tentang semangat perjuangan nenek moyang untuk Jaga Banda. 

Nah para penari pria cakalele menemani Pak Sofjan untuk melakukan ritual ziarah ke makam leluhur. Tepat Jam 9 pagi, kami mulai melakukan perjalanan dan ziarah ke makam leluhur sebagai tempat yang dikeramatkan, yaitu Situs Parigi Laci, Situs Bhoi kerang, Situs Batu Masjid, dan Situs Batu Kadera. 

Disebut Parigi Laci karena bagian dalam sumur berbentuk seperti laci. 
Situs Boi Kherang terletak di bukit.

Boi Kherang, nama putri dari Kerajaan Lewetaka. Srikandi Banda yang memimpin perjuangan pada masa penjajahan Belanda, saat pembantaian besar-besaran terjadi di Banda. Peran Boi Kherang sangat penting saat terjadi genosida tahun 1621 yang hanya menyisakan kaum perempuan dan anak-anak. 

Singkat cerita, pembantaian disebakan karena kegigihan masyarakat yang mempertahankan pala, sehingga pada akhirnya Belanda melenyapkan para pria yang notabene-nya bekerja sebagai petani pala. Situs Bhoi Kerang terletak di atas bukit. Pada satu titik sesaat sebelum tiba di sana, kami diminta untuk melepaskan alas kaki sebagai bentuk penghormatan memasukki wilayah yang sakral. 

Situs Batu Kadera. Bentuknya seperti kadera/kursi, tempat para leluhur berkumpul dan bermusyawarah. Lokasinya ada di Pantai Malole.

Setelah meletakan dan mendoakan Tampa Siri di empat tempat keramat tadi, kami tiba kembali di Rumah Adat Ratu Naira dan disambut dengan lot-lot (pukulan alunan tifa). Sambil bersiap untuk mengikuti tradisi Makan Patita. Makan Patita, makan bersama untuk mempererat kebersamaandan kekeluargaan pada meja putih panjang.
 
Menu yang disajikan sangat spesial dan banyak sekali, ada; kaboro, keladi, bakasang, ulang-ulang (salad khas Banda), kasuami/suami karena ternyata banyak juga orang Sulawesi di Banda. Saya pernah mencicipi Kasuami sebelumnya saat berkunjung ke Buton Tengah

6. Doa dan Ziarah ke Makam Opa Des Alwi


Waktu itu, kami diminta bertemu di Hotel Maulana. Bangunan yang unik membuat saya ingin lebih tahu tentangnya. Saat itu, saya baru tahu kalau Hotel Maulana milik Des Alwi yang merupakan sosok penting di Banda Naira. Dalam rangkaian Festival Lewetaka tentu semangat Opa Des Alwi harus dikobakan untuk anak-anak muda Jaga Banda.

Doa bersama di Rumah SBY Banda Naira.

Doa bersama untuk Des Alwi Abubakar dilakukan di Rumah SBY, bangunan yang juga milik beliau. Des Alwi Abubakar, anak angkat Bung Hatta dan Sjahrir yang berperan dalam saksi sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah doa besama, kami ziarah ke makan opa Des Alwi sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya Jaga Banda.  

7. Malam Pentas Rakyat Festival Lewetaka

Malam Pentas Rakyat Festival Lewetaka diselenggarakan di Pantai Karsen dengan pemandangan Gunung Api Banda yang megah. Ada Tarian Maruka. Dua anak perempuan yang di tengah ini digambarkan sebagai putri dari Negeri Namasawar. Perempuan yang menari di sekelilingnya disebut Mai Mai. 

Mai Mai adalah simbol Ibu Banda Naira karena perempuanlah yang mengisi kekosongan peran kaum pria pasca Genosida 1621.Tarian Cakalele sendiri ternyata punya makna yang dalam, melambangkan peperangan para leluhur demi menjaga Banda Naira. 

Tarian Cakalele
Tarian Maruka.
Baju Orang Kaya Banda.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian saya adalah teatrikal "Penyu dan Laut Banda". Ceritanya mengisahkan tentang penyu yang terganggu karena habitatnya terancaam karena sampah plastik. Penyu makan ubur-ubur. Namun penyu mengira, namun plastik yang berkeliaran di laut dikira makanannya. 

Kreatif banget bikin properti Penyu.
Festival Lewetaka merupakan momentum bangkitnya nilai adat dan budaya Banda Naira yang harus dilestarikan. Jaga Banda!

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

KULINERAN JAWA WARUNG NDORO

Ayo Rek Mangan!

Dalam kondisi apapun, urusan perut memang gak boleh ditawar. Kalo telat makan bawaannya cranky, ngacung yang samaan. Lidahku ini tergolong rasa nusantara, kuliner Indonesia memang gak ada tandingannya, kuliner dari Jawa salah satunya. Ternyata gak jauh dari rumahku di Jakarta Utara, ada Warung Ndoro yang lokasinya ada di Tanjung Priok. 

Kulineran Jawa di Warung Ndoro
Warung Ndoro menyajikan masakan dari Jawa khususnya Jawa Timur. Resep aseli keluarga dan dibuat penuh cinta yang bikin cita rasanya berbeda. Tempatnya itu ada tiga lantai, di lantai satu ada smoking area dan non-smoking area dengan ruangan AC. Lalu ada bar tempat peracikan Minuman Ndoro. Lantai dua, areanya lebih luas, cocok juga digunakan untuk acara meeting ataupun gathering. Lantai tiga ada rooftop yang bisa digunakan by request. Suasananya nyaman, bersih, dan rapi.

Suasana Warung Ndoro di lantai 1.
Lantai 2 lebih luas.

Menu di Warung Ndoro komplit mulai dari camilan, aneka nasi dan mie, sampai hidangan penutup. Sebagai pecinta tahu, aku seneng banget ada menu tahu, yaitu tahu cabe garam. Lalu ada menu Ndoro Spesial seperti pecel, rawon, soto, mangud lele, dan nasi campur. Aku pesan nasi ayam bakar spesial. Bumbunya itu legit banget dan wangi, pastinya dengan bumbu rahasia resep keluarga yang udah turun-temurun. Porsinya cukup besar dan sambelnya juarak pedesnya!

Aneka menu di Warung Ndoro. Silahkan dipilih dan dipesan.
Pengen cobain yang mana? Bisa cek menunya di sini ya. 
Favorit aku; tahu cabe garam dan es campur.
Seger banget kan?

Oya selain itu, ada juga menu Ndoro Londo, alias menu ala bule seperti spageti carbonara dan spageti bolognese. Lalu menu Ndoro Akhir Bulan, yaitu Nasi Teler alias Nasi isi Kering Tempe dan Telor Dadar Crispy yang harganya Rp15.000 saja. Menurutku harga menu Warung Ndoro terjangkau banget dan makanannya enak!


Kalau mau buat hampers acara juga bisa banget, cocok buat hantaran nikahan, ulang tahun, dan kegiatan lainnya. Berbagai pilihan menu dikemas dengan besek bambu atau keranjang bambu dan daun pisang jadi lebih ramah lingkungan. Fyi, kalau lagi mager dan mau pesan lewat online, Warung Ndoro juga tersedia di Grabfood.  


Selain menyajikan berbagai hidangan Jawa yang endeus, Warung Ndoro menyediakan WiFi yang kenceng buat kamu yang butuh jaringan stabil. Jangan lupa kulineran Jawa ke Warung Ndoro ya, buka dari pk11.00-22.00. Ajak keluarga, sahabat, mantan, dan teman kamu biar makin asik! 

Warung Ndoro
Alamat Jl. Gadang No. 3. RT 05/RW 02. Sungai Bambu, Tanjung Priok. Jakarta Utara 14330
Telepon 081222991119/082123051121
Harga Rp4000-Rp32.000
https://warungndoro.com/
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Panduan Lengkap Menuju Selayar

Selamat Datang di Tana Doang! 

Pulau Selayar juga dikenal dengan nama Tana Doang dalam bahasa lokal, yang artinya tempat berdoa bagi para pelaut yang yang mau melanjutkan perjalanan untuk keselamatan pelayaran mereka. Selayar terletak di Sulawesi Selatan. Untuk ke sana, bisa ditempuh dengan jalur udara maupun laut. Simak panduan lengkap menuju Selayar berikut ini ya!

Cara Tercepat Menuju Selayar


Penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara H. Aroeppala Selayar merupakan cara tercepat menuju ke Selayar. Nama Bandara Haji Aroeppala ternyata adalah nama pahlawan Selayar. Ada dua maskapai yang melayani rute penerbangan Makassar - Selayar menggunakan pesawat jenis ATR, yaitu Citilink dan Wings Air. 

Panorama Bandara H. Aroeppala Selayar.
Terminal Kedatangan Bandara H. Aroeppala Selayar, siap menyambutmu!

Namun jadwal penerbangan tidak setiap hari, biasanya yang rutin hari Jumat. Hari lainnya menyesuaikan dengan kapasitas penumpang. Penerbangan hanya memakan waktu kurang lebih 30-40 menit. Saranku, kamu bisa follow instagram @aroeppalaairport untuk informasi lebih update mengenai jadwal penerbangan ke Selayar.


Bandara H. Aroeppala sangat bersih dan nyaman. Saat aku berada dalam pesawat, penumpang di sebelahku berasal dari Selayar bercerita bahwa dia sangat senang Bandara H. Aroeppala beroperasi di Selayar karena waktu tempuhnya lebih cepat, harganya terjangkau, dan nyaman. Harga tiket Makassar - Selayar Rp209.000 (Citilink - Oktober 2021).

Berlayar ke Selayar


Alternatif lain menuju Selayar adalah menggunakan kendaraan mobil atau bus dari kota Makassar menuju Pelabuhan Bira, dengan waktu perjalanan kurang lebih 4-5 jam. Waktu itu aku sewa mobil sebesar Rp700.000. Kami memesan dadakan karena penerbangan dibatalkan waktu itu. Jadi harus segera menuju ke Pelabuhan Bira supaya gak ketinggalan kapal. Jika menggunakan bus tarifnya sekitar Rp150.000-Rp200.000/orang.

Sesampainya di Pelabuhan Bira, kita bisa membeli tiket on the spot sebesar Rp24.000/orang untuk naik KMP Kormomolin dengan lintas penyeberangan Pelabuhan Bira - Pelabuhan Pamatata. Waktu tempuh sekitar 2 jam 15 menit. 

KMP Kormomolin. We Bridge the Nation.

Jadwal keberangkatan biasanya ada dua kali dalam sehari, pk.08.00 dan pk 12.00  WITA (dari pelabuhan Bira). Sebenarnya kadang jadwal kapal bisa berubah sewaktu-waktu tergantung cuaca dan gelombang laut juga. Jadi kadang juga bisa ada tiga kali keberangkatan dalam sehari. Untuk cek jadwalnya, bisa menghubungi Pak Asri (0852 9985 3638 - jika dari Pelabuhan Bira) atau Ibu Aulia (0813 566 7749 - jika dari Pelabuhan Pamatata).


Selain KMP Kormomolin, ada juga kapal KMP Bontoharu dan KMP Takabonerate yang melayani rute ke Selayar. KMP Takabonerate merupakan primadona baru Selayar. Tempat duduk penumpangnya aja nyaman banget serasa naik pesawat business class! Namun untuk jadwal KMP Takabonerate juga bisa dikonfirmasi dulu sebelum berangkat, karena saat ini KMP Takabonerate juga melayani rute Selayar ke pulau-pulau kecil seperti Kayuadi, Jinato, dan Jampea. 

Transportasi Darat Naik Damri


Setelah tiba di Pelabuhan Pamatata Selayar, aku takjub melihat air di sekitar Pelabuhan Pamatata jernih sekali! Lalu kita melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Benteng/Kota Benteng (ibukota Selayar) yang memakan waktu kurang lebih satu jam, menggunakan mobil atau bus DAMRI. Tapi tenang aja, karena kita disuguhkan pemandangan laut yang indah sepanjang jalan. Aseli vibes-nya berasa kaya lagi di Gongjin yang ada di drama korea Hometown ChaChaCha!


Bus DAMRI perintis ini sudah ada selama lima tahun, melayani rute Pelabuhan Benteng - Pelabuhan Pamatata (PP) dan Pelabuhan Benteng - Pattumbukang (PP) yang berangkat dari Terminal Bonea. Tarifnya cuma Rp15.000 saja. Bisa dibilang jadwal DAMRI dan jadwal kapal itu berhubungan satu sama lain. 

Kalau kata pak Nasir, selaku Kepala Koordinator DAMRI Selayar, beliau mendapatkan info mengenai jadwal kapal satu hari sebelumnya pada malam hari. Penjemputan tergantung pada jadwal kapal dan berangkat dua jam sebelumnya. Jadi kalau mau tahu jadwal DAMRI, bisa hubungi Pak Nasir sebelum berangkat (0853 30225281).

Gambaran Peta Selayar. Pelabuhan Pamatata di utara, Pelabuhan Benteng di pusat, dan Pelabuhan Pattumbukang di selatan. Sumber: https://tntakabonerate.com/id/aksesibilitas/


Walaupun pulaunya tidak terlalu besar, tapi Selayar memiliki daya tarik wisata yang cukup beragam dari wisata alam, kuliner, budaya, dan bahari yang mempesona! Selayar juga tak terlepas dari transportasi sebagai urat nadi. Dengan kemudahan transportasi udara, darat, dan laut membuat mobilitas Selayar lebih lancar.

Jadi kamu lebih pilih jalur yang mana? Jangan lupa masukkin Selayar ke bucketlist ya!
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Peduli Bumi, Kurangi Jejak Karbon Pribadi

Apa kamu merasakan cuaca yang gak menentu akhir-akhir ini? Kalau iya, artinya kamu sudah merasakan salah satu dampak perubahan iklim. Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan untuk mengikuti obrolan panas tentang bumi yang semakin panas bareng Eco Blogger Squad dan Yayasan Madani Berkelanjutan. 

Madani singkatan dari Manusia dan Alam untuk Indonesia, merupakan sebuah lembaga nirlaba yang menjembatani hubungan pemangki kepentingan untuk mencapai solusi masalah pengelolaan lahan dan hutan. Dari tahun ke tahun isu lingkungan seperti isu pemanasan global dan perubahan iklim sudah memanggil kita, tapi kitanya aja yang gak sadar.


Gak sadar bahwa lama-lama suhu bumi semakin panas dan banyak fenomena alam yang mungkin gak pernah terjadi sebelumnya. Bumi yang panas diakibatkan karena kegiatan-kegiatan manusia yang menghasilkan karbon yang semakin banyak jumlahnya. Memang apa dampaknya bumi yang semakin panas? Yuk peduli bumi dengan mengurangi jejak karbon pribadi. 


Dampak Bumi yang Semakin Panas


Bumi yang semakin panas berarti membuat lebih banyak es di kutub dan pegunungan salju mencair. Lalu level air laut meningkat, cuaca jadi ekstrem yang ujung-ujungnya berdampak juga sama ketahanan pangan, kesehatan, dan tempat makhluk hidup tinggal bisa terancam (termasuk kita).
The Proven Technology to keep Earth's Temperature is Forest.
Sebenernya sih yang rugi ya manusia juga, Alam bisa hidup tanpa manusia, tapi manusia? Gak bisa hidup tanpa kamu alam. Kerusakan fungsi hutan jadi salah satu faktornya. Di Indonesia, emisi terbesar berasal dari hutan dan lahan, lalu disusul dengan sektor batubara. Memang dampaknya itu gak langsung kelihatan depan mata, tapi coba lihat gambaran es di Puncak Jayawijaya ini. Satu-satunya pegunungan salju di Indonesia yang mungkin saljunya kelak udah mencair. 

Sumber: Sumber: Jurnal PNAS, 9 Desember 2019

Indonesia sangat rentan terhadap dampak krisis iklim, seperti; banjir, kekeringan, kenaikan permukaan air laut, dan kenaikan suhu bumi yang ekstrem. Apalagi Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya, bahkan kita menikmati manfaatnya untuk kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Namun jika hal tersebut terjadi, dampaknya akan kita rasakan juga kan?

Jaga Batas 1,5 Derajat Kenaikan Suhu Bumi


IPCC (Intergovermental Panel Climate Change) mengeluarkan laporan yang memperingatkan kita mengenai krisis iklim. Bumi kita memanas lebih cepat, akibat perbuatan manusia. Krisis iklim yang menyebabkan konsentrasi karbon meningkat, kenaikkan permukaan air laut, dan melelehnya glacier di kutub.

Conference of the Parties (COP) atau biasa dikenal dengan Konferensi Perubahan Iklim PBB yang ke-26 akan diadakan di Glasgow, Skotlandia pada 31 Oktober-12 November 2021 punya tujuan utama menjaga batas pemanasan global 1,5 derajat celcius, sesuai dengan Perjanjian Paris 2015.

Tahun ini COP 26 mengangkat empat tema besar yaitu Coal, Cars, Cash, Trees. Indonesia punya peranan penting untuk beralih menggunakan energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga angin, melindungi hutan dari ancaman deforestasi, tidak membuka lahan gambut, mencegah karhutla, melakukan restorasi serta rehabilitasi ekosistem alam, seperti; hutan, mangrove dan gambut.


Namun IPCC mengatakan bahwa kita masih punya kesempatan dari sekarang sampai tahun 2030, untuk menjaga batas kenaikan suhu bumi sebesar 1,5 derajat celcius hingga tahun 2100. Anggi dari Yayasan Madani Berkelanjutan mengatakan bahwa untuk memerangi perubahan iklim ini perlu dilakukan secara luas, agresif, dan semua orang melakukannya.

Waktunya Beraksi, Kurangi Jejak Karbon Pribadi


Perlu usaha ekstra untuk menjaga suhu bumi, 1,5 derajat terlihat sedikit, tapi tidak untuk panasnya bumi. Mungkin terdengar sepele, tapi setiap kita bisa berkontribusi dengan mengurangi jejak karbon pribadi dari sektor food, fashion, fuel.


Aku sendiripun sedang mengurangi makan daging merah seperti daging sapi dan kambing. Kalau ada pilihan lauk lain non-daging, aku akan pilih itu. Ternak sapi menghasilkan gas metan yang berasal dari kotorannya. Jika permintaan akan daging meningkat, lahan akan diperbesar juga untuk ternak secara besar-besaran. Lalu, ambil makanan secukupnya dan habiskan. Jika tidak, bisa dibawa pulang atau diberikan kepada orang lain, karena gas metan yang dihasilkan foodwaste sangat besar.

Kita juga bisa menggunakan transportasi umum untuk mengurangi polusi udara, bijak pemakaian energi listrik dan air, kurangi penggunaan plastik, dan menanam pohon. Hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari jika dilakukan banyak orang, pasti dampaknya juga besar. Yuk peduli bumi, kurangi jejak karbon pribadi. Let's act to impact!
...

Keep in Touch
Thanks for reading!