featured Slider

Featured Post

Tips Lestarikan Cantikmu


Narasi soal melestarikan lingkungan memang sudah sering digaungkan. Tapi pada kesempatan kali ini, dalam rangka Blogger Gathering bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Madani Berkelanjutan, Blogger Perempuan, dan bersama narasumber yang ahli di bidangnya, membahas tentang topik "Lestarikan Cantikmu" secara virtual. Lho gimana caranya melestarikan cantik itu?

Gunakan Skincare Harus Bikin Happy 


Narasumber pertama adalah kak Danang Wisnu, seorang skincare content creator yang juga berprofesi sebagai dokter gigi. Melihatnya di layar zoom saja sudah membuatku iri karena muka kak Danang glowing banget! Haha. Kak Danang berbagi cerita tentang pentingnya memperhatikan kandungan atau bahan baku yang ada pada produk kecantikan.
"Pakai skincare itu harus bikin happy. Ketika produk yang kita pakai diproses dengan bagus dari sumber yang bagus, bahkan kita bisa saling menolong sesama. Maka hal itu yang membuat kita semakin bahagia." kata ka Danang.
Aku setuju dengan statement ini. Ketika kita sudah menemukan skincare yang tepat untuk kulit kita, rasanya gak mau skip untuk memakainya dan ini menjadi rutinitas yang menyenangkan. Penggunaan produk kecantikan juga harus sesuai dengan permasalahan kulit masing-masing. Untuk itu penting bagi kita mengetahui kandungan yang ada dalam produk kecantikan tersebut. sehingga kita mengerti cara kerjanya.

See! Wajah bersinarnya ka Danang. Haha

Pemilihan bahan baku yang ramah lingkungan dengan kesehatan kulit juga harus diperhatikan. Dengan begitu, kita jadi lebih aman dan nyaman menggunakan produk tersebut dan kembali lagi bikin suasana hati juga jadi happy. Menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan bukan hanya berdampak bagi kulit tapi juga berdampak bagi bumi. 

Fyi, skincare itu bukan cuma untuk para perempuan aja ya! Tapi laki-laki juga wajib pakai skincare, apalagi menggunakan sunscreen. Setuju? Ternyata kak Danang mulai menggunakan sunscreen sedari SD lho! Apalah aku yang baru mengenal sunscreen sejak kuliah, itupun dikasih tahu teman sehabis pulang dari Gunung Semeru. Haha.

Tips Memilih Produk Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial


Aku tipikal orang yang punya banyak pertimbangan sebelum membeli produk kecantikan, apalagi aku memiliki kulit yang sensitif. Beberapa faktornya antara lain mengenai; harga, kualitas, bahan, kemasan, dan review dari influencer. Kalo kalian apa pertimbangannya sebelum membeli produk kecantikan?

Baca Juga: Sustainable Beauty

Berdasarkan survey tren kecantikan yang diadakan oleh LTKL, Madani Berkelanjutan, dan beberapa mitra lainnya untuk negara Korea, Jepang, dan Cina, ternyata faktor bahan dalam produk menjadi salah satu yang cukup dipertimbangkan. Terutama karena negara-negara tersebut perhatian terhadap polusi yang terjadi; polusi udara, darat, dan air. 


Produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial adalah produk yang tetap menjaga fungsi alam tanpa bencana, menyejatherakan petani/pekerjanya, dan menjaga limbah dan energi produksi secara bertanggung jawab. Menurut kak Gita Syaharani, selaku Kepala Sekretariat LTKL, ada 6 tips memilih produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial: 
  1. Baca Label 
  2. Kenali Bahan
  3. Pahami Komoditas Asal
  4. Mengetahui Dampak dari Komoditas
  5. Pilih Produk yang Lestari
  6. Bagikan Ceritamu
Secara singkat, kak Gita mengatakan bahwa pilihlah produk yang bercerita. Misalnya, darimanakah komoditasnya berasal, bagaimana produk itu diproses, dan lain-lain. Brand yang bisa menceritakan dan mengedukasi produknya secara lengkap dan jujur kepada konsumennya juga harus diapresiasi. Dengan begitu, mereka menjamin produknya memang aman.

Lestarikan Cantikmu dengan Komoditas Lokal


Produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial juga menyejahterakan warga menjaga lingkungan. Kita juga bisa mendukung produk lokal agar semakin berkembang dan bangga terhadap buatan Indonesia. 

Narasumber ketiga, kak Christine menceritakan perjanannya saat dulu traveling dan divingSepanjang jalan melihat Indonesia indah sekali, tapi kemanapun pergi pasti melihat sampah, di lautpun juga begitu. Saat naik pesawat melihat pemandangan indah tapi terlihat juga area hutan-hutan yang botak.

Dulu saat menginap di hotel, kak suka membawa pulang botol-botol toiletries yang ada di hotel. Tapi ternyata hal tersebut juga membuatnya berkontribusi terhadap peningkatan sampah plastik. Oleh karena itu, kak Christine terinspirasi untuk membuat Segara Naturals, sebuah produk ramah lingkungan dan ramah sosial yang minim sampah, anti tumpah, dan sehat alami. Segara ternyata artinya laut lho! 



Ini salah satu produk dari Segara Naturals yaitu travel soap varian gado-gado. Sabun batangnya sudah dipotong-potong, bikin praktis, dan gak pake tumpah-tumpah seperti toiletries yang seperti biasanya ada di hotel. Siapa penasaran dengan sabun gado-gado ini?

Bicara soal komoditas bahan baku produk, Indonesia itu sangat kaya. Segara Naturals menggunakan komoditas lokal Indonesia seperti; kopi, tengkawang, madu, dan lain-lain. Produk lokal ini tidak hanya menerapkan meminimalisir penggunaan plastik pada produknya, tapi juga secara operasional, serta kesinambungan dari hulu ke hilir (dari supplier, produksi, hingga konsumsi). 

Segara Naturals merupakan salah satu produk kecantikan yang sangat memerhatikan lingkungan dan sosial. Punya pengalaman menggunakan produk kecantikan dengan komoditas lokal untuk lestarikan cantikmu? Tulis di kolom komen ya!
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Fakta Mencengangkan Kampung Terapung Suku Bajo Buton Tengah

Bahagia rasanya melihat tawa anak-anak di Kampung Bajo. Kampung Bajo yang kumaksud ini bukan di Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur ya, tapi tepatnya Kampung Bajo yang terletak di Desa Kondowa, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah. 

Kampung Terapung Suku Bajo Buton Tengah.

Bermain air sembari melompat dari jembatan kayu, sepertinya sudah menjadi mainan sehari-hari bagi anak-anak di sini. Main gadget? Tidak sama sekali. Masa kecil yang dihabiskan dengan bermain permainan tradisional, berlarian, layaknya anak-anak kecil pada zamanku dulu.

Anak-anak bermain air tiada henti.

Kami naik perahu kayu dari Jembatan Laano Lambua, di Kampung Kaudani menuju kampung terapung Suku Bajo/Bajau. Tak lama, sekitar 15 menit waktu perjalanannya. Selama perjalanan, aku melihat banyak bagang (penangkap ikan tradisional) milik warga yang memang sebagian besar mata pencariannya sebagai nelayan. Sarana transportasi di sini adalah sampan/perahu. Aku melihat deretan perahu di hampir setiap rumah. 

Kampung Terapung Suku Bajo dan jembatan kayu menghubungkan tali silaturahmi antar warga.

Pembangunan masjid (kiri). Panel Surya di rumah warga (kanan).

Ada 54 Kepala Keluarga di sini. Rumah-rumah warga masih ada yang beratap daun kelapa, ada juga yang beratap beton. Rumah-rumah warga terhubung dengan jembatan kayu. Hati-hati saat berjalan di atasnya dan hindari berkerumun saat melintasi jembatan. 

Uniknya, sebanyak 32 rumah di Kampung Terapung Suku Bajo Buton Tengah, sudah menggunakan solar panel lho, keren ya! Saat ini juga sedang dibangun masjid terapung di sana. 

Ada Pulau Keramat Penghasil Minyak


Mayoritas Suku Bajo ternyata juga ada di Wakatobi, namun ada juga yang di Buton Tengah. Sebagian masyarakat memilih untuk tetap tinggal di kampung halamannya di Buton Tengah, karena sudah lama menetap di sini.  Katanya sih Suku Bajo di Buton Tengah merupakan yang tertua di Mawasangka. 

Katanya, pulau kecil di belakang itu Pulau Keramat.

Berdasarkan info dari salah seorang warga Ibu Suriani,  dulu kampung ini sempat ada yang dibakar karena warganya tidak mau dipindahkan ke darat. Faktornya adalah karena memang sebagian besar mata pencahariannya di laut dan katanya ada Sumber Daya Alam Minyak di daerah situ. "Ada di Pulau Keramat namanya Tanda Bulawa." katanya. Makanya area ini sempat diperdebatkan karena warga yang masih mau menjaga kelestarian alam di sini. 

Anak-anak (dulu) Berenang ke Sekolah


Fakta lainnya yang agak membuat aku kaget adalah dulu anak-anak di Kampung Terapung Suku Bajo berenang kalau mau sekolah. B-E-R-E-N-A-N-G guys! Berenang ke Pelabuhan Abu. Tak jarang mereka terlambat ke sekolah karena ini. Aku sampai bertanya beberapa kali untuk memastikan hal itu. 

Sekarang anak-anak diajarkan dahulu melalui 'Kelas Jauh' (sebutan kelas) oleh para ibu untuk keterampilan membaca dan menulis. Jika sudah bisa, baru mereka disekolahkan ke 'darat' (sekolah yang ada di darat). Kalau Suku Bajo di Wakatobi, Buton Selatan sudah ada rumah baca untuk anak-anak. Semoga di sini kelak juga akan ada ya. Apa ada yang tertarik untuk sumbangkan buku-buku?

Bersama anak-anak Suku Bajo.

"Anak-anak di sini, sudah berenang sejak kecil." Begitu kata seorang bapak yang sedang memperhatikan anak-anak bermain. Tak heran, Suku Bajo dikenal sebagai suku laut, yang memiliki kehidupan tidak jauh dari laut. Mereka pandai menyelam, sedari kecil sudah bermain di laut begini. Perairan di sekitar Kampung Terapung Suku Bajo kira-kira memiliki kedalaman 1-1,5 meter. 

Gunakan Tabir Surya Alami


Jika para laki-laki bekerja sebagai nelayan, saya melihat para perempuan sedang membudidayakan rumput laut, ada juga yang membuka warung. Beberapa anak-anak dan para perempuan yang saya lihat juga wajahnya memakai bedak putih. Saya kira itu adalah mereka sedang menggunakan masker wajah atau memakai taburan bedak wajah biasa yang gak rata, cemong istilahnya. 

Budidaya rumput laut di Kampung Terapung Suku Bajo, Buton Tengah.

Tapi ternyata itu namanya bedak pupur, yakni tabir surya/sunblock alami yang dibuat dari beras putih dan/atau kunyit yang ditumbuk. Kalau istilah kecantikan memang terlihat white cast ya, tapi biasanya yang seperti ini memang menangkal sinar matahari lebih baik. Sebagai suku yang hidup di laut, mereka menggunakan tabir surya alami ini untuk merawat dan melindungi wajah dari terik matahari. 

Ibu Suriani dan anaknya. Di belakangnya ada ibu yang menggunakan sunblock alami.

Hari sudah semakin sore dan cuaca mendung saat itu. Rasanya masih belum puas berkeliling Kampung Terapung Suku Bajo Buton Tengah. Terima kasih untuk sambutan hangatnya. Sampai jumpa kembali!
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Lestarikan Cantikmu dengan Komoditas Lokal dan Ramah Lingkungan

Setiap perempuan ingin tampil cantik. Bersolek dan menggunakan produk untuk menunjang kecantikan dan kesehatan rasanya sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun sadar atau tidak, rutinitas ini ternyata juga menyumbang limbah yang mencemari lingkungan. Maka dari itu, sudah saatnya kita turut berkontribusi untuk melestarikan lestarikan alam melalui produk kecantikan dengan komoditas lokal dan ramah lingkungan.

Lestarikan Cantikmu dengan Komoditas Lokal dan Ramah Lingkungan.

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka berdandan setiap hari, saya lebih suka riasan natural. Bahkan saat di rumah, saya hanya menggunakan sunscreen dan lipbalm saja. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya saat hendak membeli produk kecantikan/skincare. Apalagi saya memiliki jenis kulit yang kering dan sensitif. Sebelum membeli produk kecantikan, saya pasti melakukan riset. 

Riset untuk mencari tahu ulasan orang lain, kandungan yang ada dalam produk, manfaat, kemasan, harga, dan apakah ramah bagi lingkungan. Walaupun sebenarnya produk kecantikan itu sebenarnya cocok-cocokan ya kaya aku dan dia. Tapi rasanya penting untuk melakukan riset agar kita bijak membeli produk kecantikan tersebut.

Produk Kecantikan Berkelanjutan (Sustainable Beauty)


Saat ini, istilah 'Berkelanjutan', bukan hanya untuk industri pariwisata atau lingkungan saja, tapi juga untuk Produk Kecantikan Berkelanjutan. Maksudnya adalah pengelolaan sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan produk kecantikan, dapat menjamin keberlanjutan lingkungan hidup lainnya seperti; tanaman dan hewan, serta dapat dikembangkan secara ekonomi dan sosial. Termasuk manfaatnya bagi masyarakat setempat.

Produk kecantikan yang mengandung bahan kimia tak ramah lingkungan, tidak aman untuk kita dan bumi. Hal tersebut dapat merusak lapisan ozon, mencemari lingkungan, dan tentunya dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan kulit. 

Layaknya memilih pasangan hidup, sustainable beauty juga memiliki beberapa kriteria, antara lain; prosesnya menggunakan bahan organik/ramah lingkungan, minim jejak karbon, tidak melakukan uji coba pada hewan, memiliki kemasan yang dapat didaur ulang atau minim sampah.

Beberapa kriteria produk kecantikan yang aman untuk kita dan bumi.
Sumber: https://journal.sociolla.com/beauty/smallactsoflove-love-beauty-and-planet

Produk kecantikan berkelanjutan (Sustainable Beauty) tidak hanya melestarikan kecantikan kulit kita, tapi juga mengimplementasikan pada Profit, People, and Planet. Setiap perusahaan pasti menginginkan laba yang besar, namun tidak hanya itu. 

Peran Sumber Daya Manusia juga sangat penting, terutama agar masyarakat lokal semakin sejahtera. Poin yang tak kalah penting adalah tanggung jawabnya terhadap lingkungan. 'There's no Planet B' kalau kata pepatah. Cuma Planet Bumi tempat yang kita huni. 

Sayapun mulai beralih menggunakan produk sustainable beauty karena saya percaya kandungan bahan alami lebih aman dan kriteria diatas membantu saya berkontribusi melestarikan lingkungan melalui hal yang saya gunakan dalam produk kecantikan. 

Sustainable Beauty Products berinovasi menciptakan produk dengan komoditas lokal yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Hal tersebut tercipta dalam upaya mendukung dan mewujudkan komoditas berkelanjutan, mengurangi jumlah sampah plastik, dan mendukung konservasi hutan dan laut. 

Komoditas Lokal yang Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial


Saat ini, sudah banyak produk kecantikan yang menggunakan bahan-bahan alami. Indonesia memiliki Sumber Daya Alam yang sangat kaya. Komoditas lokal yang berasal dari alam dapat dijadikan untuk produk kecantikan dan kesehatan. Berikut beberapa bahan alami yang biasa digunakan untuk produk kecantikan dan kesehatan;

Lidah Buaya/Aloe Vera

Saya paling suka menggunakan produk kecantikan dengan komoditas lidah buaya. Alasan sederhana karena lidah buaya yang sudah diolah menjadi aloe vera gel merupakan produk yang multiguna. Manfaat utamanya adalah untuk melembabkan kulit sehingga sangat cocok untuk kulit kering seperti saya. Apalagi jika digunakan setelah berwisata panas-panasan di pantai atau gunung, aloe vera gel berguna untuk menenangkan kulit yang terbakar. 


Tanaman Lidah Buaya - Aloe Vera Gel - Minuman Segar Lidah Buaya

Selain itu, lidah buaya juga bisa diolah menjadi minuman segar yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Minuman ini menjadi salah satu minuman favorit warga Pontianak. Pantesan saja waktu itu saya pernah beli minuman lidah buaya di pasar swalayan asalnya dari Kalimantan. Ternyata Pontianak, Kalimantan Barat dikenal sebagai penghasil lidah buaya terbaik di Indonesia lho!

Daun Pegagan/Centella Asiatica/Cica

Bahan ini sudah sangat popular di kalangan industri kecantikan. Pada dasarnya Centella Asiatica merupakan tanaman liar yang tumbuh di daerah tropis. Nama Centella Asiatica juga berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia. Daun Pegagan atau Centella Asiatica yang sudah diolah, dimanfaatkan sebagai produk kecantikan yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka hati, perawatan anti aging, dan jerawat.
Daun Pegagan dan contoh turunannya menjadi toner pada produk kecantikan.

Kelapa

Kelapa merupakan salah satu komoditas lokal berkelanjutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di kehidupan masyarakat. Seluruh bagian dalam komoditas yang satu ini dapat digunakan; dari batang, daun, hingga buahnya.

Dalam industri kecantikan, produk turunan kelapa dimanfaatkan menjadi coconut oil, scrub, pelembab, masker, dan lipstik. Bahkan buah kelapa yang diminum secara rutin, dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. 

Contoh komoditas turunan kelapa yang diolah menjadi produk kecantikan.
Sumber: www.thebodyshop.com

Berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB(FAO) tahun 2018, kita patut berbangga karena Indonesia merupakan Negara Penghasil Kelapa Terbesar di Dunia. Komoditas kelapa tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Pulau Sulawesi dan Maluku.


Komoditas lokal pada produk sustainable beauty dibudidayakan dengan cara yang tidak merusak alam. Perlu kita ketahui juga bahwa proses hingga produk kecantikan sampai di tangan kita melibatkan banyak hal dan peranan penting, antara lain; lahan hutan, petani, dan masyarakat yang mengolahnya. Hutan dan masyarakat sekitar juga bergantung akan hal itu. 

Dunia kecantikan dan lingkungan tak bisa dipisahkan. Konsep go green dengan komoditas lokal yang ramah lingkungan dan ramah sosial juga harus dilestarikan, sehingga lingkungan tetap terjaga, masyarakatpun sejahtera. 

Lestarikan Cantikmu, Lestarikan Bumi


Saat ini, tren sustainable beauty semakin berkembang. Yuk kita lestarikan lingkungan melalui produk kecantikan yang kita gunakan, mulai dari dari sendiri.

1. Perhatikan Kandungan dalam Produk
Sudah saatnya kita lebih teliti dengan kandungan dalam produk kecantikan. Pilihlah produk yang aman bagi kulit dan juga bagi lingkungan. Beberapa bahan kimia yang harus dihindari antara lain; BHA, parabene, polyethylene, natrium laurir sulfat. Lakukan riset sebelum memberli produk agar lebih sesuai kebutuhan.

Salah satu sunscreen reef-safe.

Sebagai contoh, penggunaan sunscreen sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kulit dari sinar matahari berlebih. Termasuk saat saya melakukan wisata air, penggunaan sunscreen yang ramah untuk biota laut dan terumbu karang sangatlah penting. Biasanya kandungan kimia berbahaya oxybenzone dan octinoxate terdapat dalam sunscreen. Coba cek sekarang kandungan sunscreen yang kamu gunakan.

2. Kemasan Ramah Lingkungan
Beberapa produk kecantikan yang saya tahu, sudah memiliki kampanye untuk mendaur ulang kemasannya. Jika kemasan berupa botol kaca atau botol dengan bentuk yang unik, biasanya saya memanfaatkannya sebagai dekorasi atau wadah penyimpanan. 

Upcycle Botol Kemasan Bekas Vitamin Rambut.

Berdasarkan data dari World Wildlife Fund (WWF), sebanyak 80% sampah plastik di laut, salah satunya berasal dari kemasan produk kecantikan berupa plastik dan kemasan. Hal ini tentu mengancam ekosistem terumbu karang dan biota laut.

Jika tidak bijak membeli dan menggunakannya, produk kecantikan yang dibeli akan menumpuk di meja riasmu, ujung-ujungnya menambah sampah. Sebagai alternatifnya, kita bisa mengirimkannya ke tempat pengolahan sampah. Kemasan yang ramah lingkungan dapat didaur ulang, dikompos, atau dapat dikembalikan kepada brand yang bersangkutan untuk diolah kembali.

3. Mengurangi Produk Kecantikan Sekali Pakai

Salah satu tips melestarikan cantikmu untuk kelestarian lingkungan adalah mengurangi produkkecantikan sekali pakai. Misalnya beralih menggunakan kapas kain. Kapas kain dapat dicuci dan digunakan berkali-kali. Sedangkan kapas pada umumnya hanya digunakan sekali dan langsung dibuang.

Contoh lainnya adalah penggunaan masker wajah (sheetmask) dengan bahan yang mudah terurai atau bahan alami, penggunaan cotton bud bambu dan sikat gigi bambu.
The surprising way, your personal care routine can reduce waste.
Reusable Cotton Pads.

Saya juga memiliki kebiasaan minum kopi atau teh di pagi hari. Bagi saya, minuman tersebut adalah moodbooster. Ampas dari kopi atau teh yang saya minum tadi tidak langsung dibuang. Namun saya menyisihkannya untuk dijadikan masker wajah. Ampas kopi atau teh berfungsi sebagai scrub untuk mengangkat kotoran dan mengeringkan jerawat. 


Banyak hal kecil yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk lestarikan cantikmu dengan komoditas lokal dan ramah lingkungan. Mari berkontribusi demi kulit dan bumi yang sehat.
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Green Jobs: Peluang Kerja Anak Muda, Mengolah Sampah

What's your dream job?

Era globalisasi membuat kita harus bisa beradaptasi dan bertransformasi. Saya ingin memiliki pekerjaan yang fleksibel, bisa dikerjakan di mana saja, dan memiliki kontribusi untuk bumi. Iya, bumi. Alasan sederhana karena cuma di sini tempat yang saya huni. There's no Planet B, kalau kata pepatah. 

Pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs menjadi opsi untuk meningkatkan ekonomi dan membuat lingkungan lebih lestari. Salah satunya adalah peluang kita sebagai anak muda untuk mengolah sampah. 

Istilah Green Jobs diperkenalkan pertama kali oleh International Labour Organization (ILO), yang merupakan organisasi buruh dunia yang mendukung pentingnya pekerjaan yang berorientasi terhadap pelestarian lingkungan. 


Pekerjaan Ramah Lingkungan


Anak muda zaman sekarang sungguh kreatif dan inovatif. Masih muda, tapi sudah punya usaha sendiri. Apalagi usaha yang sejalan dengan pola pikir green jobs. Pekerjaan dilakukan tidak hanya untuk kesejahteraan hidup, tapi juga untuk pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.  Green jobs memberikan peluang kerja anak muda untuk memproduksi barang/jasa yang ramah bagi lingkungan.

Green Jobs dilatarbelakangi oleh keadaan bumi yang sedang tidak baik-baik saja. Beberapa faktornya adalah perubahan iklim dan kerusakan sumber daya alam. Oleh karena itu, kita harus mampu bertransformasi karena green jobs menjadi sebuah kekuatan ekonomi yang baru.
Infografis: www.pinktravelogue.com

Menurut International Labour Organization (ILO), ada beberapa aspek dalam pelaksanaan green jobs, yaitu; mengurangi konsumsi energi dan bahan baku (dematerialize economy), mengurangi pengeluaran emisi gas rumah kaca (decarbonize economy), mengurangi limbah sampah & polusi, serta perlindungan & perbaikan ekosistem.

Contoh Green Jobs

Kategori green jobs mencakup pekerjaan yang berpotensi menjawab masalah perubahan iklim dan menjadi solusi untuk berbagai masalah lingkungan, antara lain; pengolahan limbah & daur ulang, transportasi umum, produksi pangan berkelanjutan, kehutanan berkelanjutan untuk mencegah deforestasi, suplai & efisiensi energi, serta pelestarian biodiversitas & ekosistem. Apakah kamu tertarik dari salah satu yang saya sebutkan?

Indonesia Lebih Bersih dari Sampah Plastik


Saya teringat waktu melakukan aksi bersih pantai, sampah plastik adalah sampah terbanyak di laut. Sampah botol plastik, mi instan, bungkus kopi, dan lain-lain menghiasi tepi pantai. Pengalaman yang sama juga saya temukan saat mendaki Gunung Merbabu, sampah plastik juga menjadi sampah terbanyak di sana. 

Persoalan sampah plastik masih sangat besar di Indonesia. Timbunan sampah akan bertambah jika kita tidak memiliki kesadaran untuk menguranginya. Sampah plastik berpotensi terhadap pencemaran lingkungan. 

Memang tak bisa dipungkiri bahwa kita tak bisa lepas dari satu benda bernama plastik. Apa yang bisa kita lakukan adalah mengurangi penggunaannya. Jika bisa mengolahnya, pasti akan lebih baik. Tak ada salahnya mencoba mengolah sampah menjadi rupiah.

Masyarakat Lombok mengolah sampah plastik. Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Sebagai contoh, masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat sudah mempraktikkan pengolahan sampah dengan baik, mulai dari mengumpulkan, memilah, dan menjualnya pada bank sampah. Masyarakat juga mendirikan komunitas daur ulang untuk mengolah sampah plastik agar pantai di sana tidak tercemar.

Menuju Indonesia yang lebih bersih dari sampah plastik, sebisa mungkin saya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Membawa botol minum pribadi saat bepergian dan membawa tas belanja saat ke supermarket sudah saya lakukan. Saya juga tak lupa membawa kantong jaring untuk membawa sayur atau buah yang harus ditimbang. Hal ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Bagaimana dengan kamu?

Green Jobs: Peluang Kerja Anak Muda, Mengolah Sampah


Bagi saya, pekerjaan ramah lingkungan bisa dilakukan mulai dari hal kecil. Tahun ini, saya punya misi untuk mencoba membuat produk upcycle. Bahan pembuatan produknya adalah dari sampah rumah tangga seperti plastik bungkus mi instan, karton sereal, dan botol kaca dari sambal. Saya pikir, sampah punya kehidupan kedua jika kita bisa mengolahnya dengan baik.

Produk upcycle sedikit berbeda dengan recycle, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mengurangi volum sampah dan mengubah barang bekas menjadi lebih berguna. Produk upcycle memanfaatkan produk bekas yang ada (tanpa proses pengolahan bahan). Sedangkan recycle adalah satu tahapan lebih karena produk yang dihasilkan biasanya membutuhkan proses pengolahan seperti dicacah atau dilebur.

Hasil Kerajinan Sampah Plastik

Saya mencoba memanfaatkan kantong plastik kresek dan bungkus mi instan untuk dijadikan sebuah pouch kecil, menggunakan teknik heat press dengan alat setrika. Selain itu, memanfaatkan botol kaca bekas vitamin rambut atau botol kaca bekas sambal menjadi vas bunga untuk dekorasi.

Menurut saya, sebenarnya sampah plastik memiliki nilai lebih jika diolah dengan baik. Saya pernah melihat hasil kerajinan tatakan gelas dari hasil recycle sampah botol plastik, yang dicacah dan diproses sehingga menjadi produk yang artistik.


Produk recycle tatakan gelas. Sumber: plastikkembali.com

Produk upcycle dan recycle memiliki keunggulan untuk dipasarkan. Hal ini merupakan peluang juga bagi kita sebagai anak muda untuk mendukung pekerjaan yang ramah lingkungan. Namun, jika kita tidak dapat mengolahnya, setidaknya kita bisa memilah dan mengirimkannya ke bank sampah untuk diolah. 
Small Act, Big Impact.
Aksi kecil, berdampak besar. Koaksi Indonesia juga mendukung green jobs melalui kampanye di media sosial untuk membagikan cerita inisiatif energi terbarukan di kota maupun desa, serta mendukung partisipasi aktif komunitas dan perusahaan yang memiliki peluang kerja ramah lingkungan. 

Melalu blog ini, sayapun ingin berbagi pengalaman dan kontribusi dalam menjalankan green jobsYuk, kita wujudkan green jobs dan berkontribusi untuk bumi yang hijau dan bersih dari sampah. Salam lestari.

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Tips Traveling Aman dengan KO Virus Disinfectant Spray

Barang apa yang wajib banget ada di tas kamu selain ponsel dan dompet di masa pandemi seperti sekarang ini? Membawa cadangan masker, botol minum, dan kelengkapan sanitasi seperti tisu dan disinfektan multifungsi menjadi kebiasaan baru yang harus dilakukan demi menjaga keamanan dan kebersihan. Nah, aku selalu siapin KO Virus Disinfectant Spray di tas karena bentuknya yang travel friendly dan punya segudang manfaat. 


KO Virus Disinfectant Spray yang Aman untuk Kesehatan


Aku jadi lebih memperhatikan apa yang kupakai saat ini, semua kembali lagi untuk keamanan dan kesehatan. KO Virus Disinfectant Spray mengandung HCIO 100 ppm (Asam Hipoklorit) yang merupakan larutan yang terbentuk dari reaksi senyawa klorin dan air. Senyawa ini banyak digunakan pada produk sanitasi dan disinfeksi yang sangat efektif untuk membunuh virus, kuman, dan bakteri dalam waktu 5-10 detik, termasuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

KO Virus Disinfectant Spray tidak mengandung alkohol. Fungsi alkohol diganti oleh HCIO tadi yang lebih aman, anti alergi, dan anti iritasi. Dengan pH5-6, penggunaannya aman untuk kulit, termasuk kulit bayi dan kulit sensitif sepertiku. Jadi aman ya untuk keluarga, terutama untuk para ibu yang mempunyai anak bayi dan balita.

Lalu yang aku suka, gak ada bau menyengat yang bikin mual, gak lengket saat disemprotkan ke tangan, dan juga gak bikin kulit tangan jadi kering. Selain itu, KO Virus Disinfectant Spray memiliki fungsi menghilangkan bau tak sedap sehingga dapat disemprotkan pada dudukan toilet, sepatu, benda, atau ruangan yang cepat lembab. Kabar baiknya lagi, KO Virus Disinfectant Spray juga aman bagi sistem pernapasan hewan peliharaan lho!


Gak cuma aman untuk kesehatan, KO Virus Disinfectant Spray juga ramah lingkungan. HCIO yang terkandung di dalamnya, tidak mengandung logam dan plasticizer sehingga tidak gampang terbakar atau meledak. Saat KO Virus Disinfectant Spray disemprot akan langsung menjadi air sehingga gak mencemari lingkungan. Gimana gak jatuh cinta sama produk multifungsi, mudah dibawa kemana aja, dan ramah lingkungan seperti ini?

Semprotkan KO Virus Disinfectant Spray Di Mana Saja & Kapan Saja


KO Virus Disinfectant Spray sangat multifungsi dan praktis, karena bukan hanya digunakan sebagai disinfektan, tapi juga aman digunakan sebagai hand sanitizer, serta dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Botolnya ringan berwarna putih dengan aksen hijau berukuran 100 ml sangat mudah dibawa dan pastinya tak perlu masuk bagasi saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat udara. Tak perlu khawatir bocor, karena botolnya cukup kokoh dan penutupnya kencang. 


Cara penggunaannya pun sangat mudah yaitu dengan menyemprotkan pada benda-benda yang biasa atau akan kita sentuh untuk mengurangi penyebaran virus. Saat pandemi seperti sekarang ini, biasanya sebelum menggunakan tempat tidur di hotel, sebelum menaruh barang di meja, sebelum memegang gagang pintu saat staycation, dan membersihkan laptop sebelum dimasukkan dalam tas, penyemprotan disinfektan selalu kulakukan. 


Tak hanya itu, saat melakukan perjalanan dengan transportasi umum, seperti kereta api, pesawat udara, maupun bus, akupun selalu membersihkan tangan maupun barang bawaan. Hal tersebut membuatku merasa lebih aman dan higienis. Bukannya parno, tapi virus Corona tak pandang bulu. Oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga diri.


Lalu, satu hal wajib ang aku lakukan sebelum tidur adalah membersihkan ponsel dengan KO Virus Disinfectant Spray. Ponsel adalah benda yang paling sering aku gunakan. Kadang kita tak sadar menaruhnya di meja makan, atau di tempat baru yang kita tidak tahu kebersihannya. Oleh karena itu, penting bagiku untuk membersihkan seluruh bagian badan ponsel sebelum tidur. 


Dapatkan KO Virus Disinfectant Spray via Online

KO Virus Disinfectant Spray adalah pilihan disinfektan terbaik karena sudah tersertifikasi dan kandungan HCIO di dalamnya dapat membasmi 99,9% kuman. Setelah botol KO Virus Disinfectant dibuka, gunakan dalam jangka waktu enam bulan. 


Tak perlu keluar rumah, hanya di rumah saja, kamu bisa mendapatkan KO Virus Disinfectant Spray di www.mooimom.id seharga Rp99.000 atau membeli di e-commerce Shopee Official Mooimom seharga Rp99.000 (single) dan Rp196.200 (combo).

Jangan lupa memasukkan kode voucher
BLOGIREN10 untuk mendapatkan potongan harga di website Mooimom dengan minimal belanja Rp300.000. Berlaku untuk produk harga diskon dengan potongan 10% maksimal Rp30.000. Stay safe and healthy ya! 
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Mempersiapkan PRUWarisan Bersama Prudential Indonesia


Mengatur dan merencanakan keuangan memang bukan perkara mudah, apalagi dalam kondisi tak menentu seperti saat ini. Bencana dan musibah bisa datang kapan saja. Siap gak siap, kita harus menghadapinya. Pandemi yang tak kunjung henti dan kita dituntut untuk beradaptasi secepatnya.

Kesehatan dan kesejahteraan adalah hal yang sangat berharga. Pada 20 Januari 2021, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) baru saja meluncurkan solusi perlindungan baru yaitu  PRUWarisan untuk mempersiapkan masa depan demi orang-orang tersayang. Sudahkah kamu mempersiapkannya?



Acara diselenggarakan secara virtual bersama Jens Reisch selaku President Director Prudential Indonesia, Himawan Purnama selaku Managing Director for Customer Solution  & Delight Prudential Indonesia, Dani Rachmat selaku Penggiat Perencana Keuangan, dan dr. Mesty Ariotedjo, beserta jajaran Prudential Indonesia.

Pandemi mengajarkan kita untuk memiliki persiapan terbaik demi masa depan. -Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia

Berdasarkan riset GoBear Financial Health Index menunjukkan bahwa perencanaan keuangan baru dimulai saat usia 35 tahun dan mulai menyiapkan pensiun usia 41 tahun. Sebaiknya perencanaan keuangan dimulai sejak dini dengan membuat cash flow positif mencakup mempersiapkan dana darurat, asuransi, dan investasi. Lantas apakah warisan termasuk didalamnya?

Baca Juga: Hampir Batal Nikah

Walaupun pengelolaan warisan merupakan salah satu tujuan keuangan jangka panjang yang penting, belum banyak dari kita yang memahami bagaimana mempersiapkannya dengan optimal. Banyak orang tak mau memikirkannya karena berbagai alasan. 


Alternatif Pilihan Warisan

Kalau ditanya, apakah harapanmu untuk orang-orang tersayang? Buatku, harapannya adalah agar mereka selalu sehat, sejahtera, dan bahagia. Lalu, apa yang kamu bayangkan tentang warisan? Sejumlah orang mungkin akan menjawab properti atau emas. Namun ternyata ada beberapa alternatif pilihan warisan, antara lain;  properti, emas, deposito, saham, benda seni, koleksi otomotif, usaha, dan asuransi jiwa.

Berdasarkan survey instagram yang dilakukan Dani Rachmat dalam laman instagramnya dari 1870 responden, 437 responden memilih saham, 332 reponden memilih properti, dan 292 responden memilih asuransi jiwa. 


Grafik diatas menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran bahwa opsi asuransi jiwa masuk dalam Top 3 warisan. Dalam merencanakan warisan, paling tidak bisa menyisihkan minimal 10% untuk proteksi asuransi jiwa. Dani Rachmat, mengatakan bahwa asuransi jiwa merupakan salah satu instrumen keuangan yang dapat dimiliki dari sekarang untuk dijadikan warisan selain aset tanah, bangunan, dan lainnya. 

Pentingnya menyiapkan warisan guna memastikan keberlangsungan ekonomi untuk keluarga tercinta, dan memastikan peninggalan yang diberikan dapat langsung digunakan dengan prosedur yang mudah dan jelas.

Asuransi untuk Warisan

Dalam merencanakan warisan, bisa disiapkan sedini mungkin bahkan untuk teman-teman yang belum menikah. Mempersiapkan warisan dapat dilakukan melalui asuransi, salah satunya adalah dengan PRUWarisan. Semakin cepat membeli, maka preminya akan lebih murah.

Himawan Purnama mengatakan bahwa PRUWarisan dapat menjadi peninggalan berharga yang efektf dengan sejumlah manfaat seperti fleksibilitas masa pembayaran premi dan uang pertanggungan yang optimal. Terlebih lagi, asuransi jiwa dapat diandalkan sebagai instrumen warisan karena prosedur, syarat ketentuan dan pembagian manfaat yang jelas. 

Dengan nilai Uang Pertanggungan yang pasti membuat perencanaan keuangan ahli waris lenih mudah dan dengan proses klaim yang jelas, pencairan akan langsung diserahkan kepada ahli waris ketika semua syarat telah terpenuhi.

PRUWarisan memberikan perlindungan jaminan polis hingga usia 99 tahun, dengan usia masuk setahun hingga 70 tahun. Selain itu, periode pembayaran premi yang fleksibel yaitu 5, 10, atau 15 tahun dan berpotensi mendapatkan PRUWarisan Booster yang merupakan tambahan manfaat yang akan nilai warisan dengan optimal yang akan diterima oleh penerima manfaat.


Keluarga yang bertumbuh membutuhkan  kestabilan dan kepastian untuk pemenuhan kebutuhan. dr. Mesty Ariotedjo, Sp. A mengajak kita semua untuk menyusun prioritas dan memiliki harta waris sebagai salah satu resolusi 2021, agar kita dapat memastikan kesejahteraan orang-orang yang kita sayangi selalu terlindungi. 

Jadi, apa harapanmu untuk orang-orang tersayang? Yuk, miliki PRUWarisan melalui tenaga pemasar Prudential Indonesia. Semoga kita semua selalu sehat dan sejahtera ya!

...

Keep in Touch
Thanks for reading!