Eco Friendly Wedding

Pernikahan adalah momen sakral sekali seumur hidup. Aku dan Will cukup selektif memilih vendor karena kami gak menggunakan jasa Wedding Organizer. Kami cukup detail mempersiapkan pernikahan bertema Wedding Rustic dari hal besar sampai yang perintilan, termasuk pemilihan dekorasi dan suvenir yang ramah lingkungan. Mungkin ini hanya sebagian kecil yang kami lakukan dalam Eco Friendly Wedding versi kami, tapi lebih baik daripada gak sama sekali, bukan?


1. Don't Use Baloon After Holy Matrimony
Setelah pemberkatan di gereja, kami tak ada ceremony lepas balon atau sebagainya. Kami memilih langsung ke venue untuk lebih banyak menggambil foto dan video di sana. Mungkin pelepasan balon terlihat cantik saat diabadikan. Tapi tahukah kamu, balon-balon yang terbang ke udara akan jatuh ke laut nantinya, dan bisa termakan atau terlilit oleh biota laut? 

2. Reusable and Useful Souvenir
Sebagai ucapan terima kasihku kepada undangan yang hadir, aku memilih totebag sebagai suvenir pernikahan. Kami ingin souvenir pernikahan tak hanya indah namun bisa digunakan dan sedikit bisa mengurangi limbah plastik belanjaan.

Baca Juga : Hampir Batah Nikah

Will menggambar dua desain totebag yang menggambarkan kegemaran kami; Will suka pantai dan aku suka gunung. Sebenarnya gak sulit kok menemukan souvenir ramah lingkungan, misalnya; cutlery set, tumblr, tanaman hias mini, dan handuk.


3. Less Plastic for Invitation
Di era digital seperti sekarang, kita bisa mengurangi penggunaan undangan fisik. Walaupun buat keluarga kami, undangan fisik tetap dibutuhkan bagi orang tua. Setidaknya, undangan fisikku juga tak menggunakan plastik sebagai sampulnya. Alternatifnya kamu bisa bikin undangan dengan wadah bambu atau saputangan. Kamu juga bisa memikirkan konsep undangan agar tidak langsung dibuang begitu saja. Misalnya undangannya ada notes atau kalender. Tapi Sekarang e-invitation juga semakin diminati karena lebih praktis kok.


4. No Dummy Wedding Cake
Kue pernikahanku memang tidak besar dan tinggi seperti biasanya. Mungkin orang-orang bingung dan bertanya-tanya kenapa kue pernikahanku kecil. Aku memilih kue asli dengan tier cupcakes, dan tart cake di bagian atas. Bukan tanpa alasan, alasan pertama adalah karena dummy cake biasanya terbuat dari styrofoam yang keberadaanya sulit terurai. 


Alasan kedua, cupcakes ini lebih mudah aku berikan kepada kerabat dibanding kue besar yang harus kupotong dan menggunakan plastik lagi. Lagipula tier cupcakes ini ibarat perjalanan kami hingga menuju puncak pelaminan. Hehe. Gak cuma terlihat cantik, kue rasa cokelat sesuai rasa favoritku ini enak banget.

5. Donate Your Flowers and Food Waste
Makanan yang lebih, sebagian ada yang kami bagikan kepada petugas atau karyawan yang berjaga dan dibawa pulang. Intinya kami (apalagi Will) paling anti buang-buang makanan. Dekorasi kamipun gak ada yang terbuat dari styrofoam, rata-rata semua bunga asli. Beberapa bunga sih kubawa pulang. Hehe. 


Jika teman-teman ingin berdonasi bunga dekorasi nikahan atau acara lainnya juga bisa ke Daur Bunga lho! Biasanya mereka memberikan ke panti asuhan, panti jompo. It's just like simple things that make everyone happy, even flowers. 
Honestly, we can't live without plastic. But at least, we can decrease it, from ourselves to the world. Let's start Eco Friendly Lifestlye.
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

1 comment

Travel Vlog