featured Slider

Featured Post

Mari Cerita Papua bersama EcoNusa

Tahu gak sih kalau Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 akan diadakan di Papua lho!
Tahu gak sih kalau beberapa kabupaten di Papua masih menggunakan sistem Noken dalam Pemilu. Apa pula itu sistem Noken?

Cerita tentang Papua selalu menarik buatku. Bersama EcoNusa, MaCe (Mari Cerita) Papua menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai profesi yang telah mengharumkan nama Papua bahkan Indonesia. MaCe Papua merupakan talkshow dua bulanan yang mengangkat cerita inspiratif dari Papua dan ragam karya anak Papua di Indonesia. Dimoderator oleh Putri Nere Patty, Founder of Papua Muda Inspiratif, MaCe Papua kali ini diselenggarakan di Pusgiwa Universitas Indonesia. 

Mari Cerita Papua bersama EcoNusadan 500 Mahasiswa Universitas Indonesia.
Jean Jokhu

Jean Richard Jokhu adalah Dosen President University dan Doktor asli Papua Termuda di Universitas Indonesia. Menurutnya, Papua memiliki masalah pendidikan, ekonomi, dan sumber daya manusia. Contohnya belum ada Universitas di Papua yang memiliki akreditasi A. Untuk itu, dia berusaha mengejar pendidikan S3 di Universitas Indonesia dan memiliki mimpi mejadikan universitas Papua berakreditasi A, atau setidaknya program studi berakreditasi A.

Bincang inspiratif bersama Jean Jokhu.


Kata beliau, Papua terlalu lama dimanja oleh alam. Meski memiliki alam yang luar biasa indahnya, pendidikan di Papua juga harus digalakkan agar kemampuan tidak hanya berasal dari alam saja namun juga skill yang diasah.

Perekonomian tidak tumbuh jika tidak ada infrastruktur. Membangun manusia itu juga penting di Papua dengan mengubah pola pikir kepala suku dan masyarakat agar memiliki edukasi, informasi, untuk mengelola dan memasarkan hasil sumber daya yang didapat. Dengan pendidikan, Jean berharap dapat lebih memajukan Papua dan menjadikan "Wakanda Papua" yang dipandang dunia.

Nanny Uswanas

Nanny Uswanas berasal dari Fakfak adalah seorang Direktur Institut Kalaway Muda Institute. Dia memperjuangkan adanya toleransi dan narasi positif bagi Papua. Kalaway Muda Institue menjembatani golongan kolonial dan milenial agar dapat berkolaborasi demi kemajuan Papua.

Banyak isu negatif mengenai Papua, padahal Papua memiliki banyak hal positif. Stereotipe warga Indonesia melihat orang Papua itu lucu, padahal warga negara asing melihat orang Papua itu unik dan mereka sangat menghargai toleransi.

Banyak media mengekspos isu negatif dan ricuh tentang Papua, padahal masyarakat hidup toleransi beragama. Misalnya di tempat kelahirannya di Fakfak, mayoritas penduduk beragama muslim, namun tanggal 5 Februari tetap memperingati Hari Damai, hari injil masuk di Papua.

Masyarakat Papua sangat multikultural dan memiliki nilai budaya yang tinggi. Papua memiliki beragam budaya dari 7 wilayah adat dan 400 suku dengan gaya kepemimpinan yang berbeda. Kita harus melihat Papua dari sudut pandang elang yang tinggi karena Papua memiliki budaya yang unik dan alam yang luar biasa indahnya.






Mari Cerita Papua Tahu gak sih kalau PON (Pekan Olahraga Nasional) 2020 akan diadakan di Papua lho! Tahu gak sih kalau beberapa kabupaten di Papua masih menggunakan sistem Noken dalam Pemilu. Apa itu sistem Noken? Sistem Noken artinya pemilu 1 daerah diwakilkan oleh 1 kepala suku. Sedangkan 1 kepala suku membawa suara ratusan orang. Gimana menurut pendapat kalian? Cerita tentang Papua selalu menarik buatku. Foto pertamaku bersama 2 wanita Inspiratif Papua; Nanny Uswanas (Direktur Institut Kalaway Muda) dan Putri Nere Patty (Founder of Papua Muda Inspiratif) Bersama @econusa_id, MaCe (Mari Cerita) Papua menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai profesi yang telah mengharumkan nama Papua. Btw kaka yang main gitar itu seorang petani muda lho! Jadi, apa yang kamu tahu tentang Papua? Sharing yuk! MaCe Papua😊 Cerita selengkapnya tungguin di blog ya. #mariceritapapua #beradatjagahutan #kemahasiswaanui #UIuntukIndonesia
A post shared by ᴛʀᴀᴠᴇʟ ʙʟᴏɢɢᴇʀ | ɪʀᴇɴᴇ ᴋᴏᴍᴀʟᴀ (@pinktravelogue) on

Grison Krey

Grison Krey adalah petani muda Papua yang berasal dari Manokwari. Pada pembukaan acara MaCe Papua, beliau membawakan sebuah lagu yang bercerita tentang Papua merupakan surga kecil di bumi yang memiliki kekayaan alam. Hutan Papua adalah mama, yang tak bisa dilepaskan dari mereka.

Grison melakukan pendampingan pertanian organik di Pegunungan Arfak dengan mengajak masyarakat Papua mengolah lahannya sendiri, serta menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan pestisida saat bertani.

Grison Krey, Petani muda bersuara merdu.
Tidak banyak anak muda yang ingin jadi petani. Mungkin orang Papua di kota terlihat biasa saja, padahal mereka memiliki lahan yang luas untuk bertani lho! Grison juga merangkul anak muda untuk bertani karena Papua memiliki alam yang kaya. Tanah di Papua sangat subur, kualitas udara dan air adalah yang terbaik di dunia.

Ronald Manoach

Ronald Manoach adalah seorang penggiat sosial muda dan komisioner Bawaslu Papua. Beliau sempat menitikan air mata saat berbagi pengalamannya tentang Papua. Ronald membangun daerahnya dengan mendirikan Klinik Bumi Sehat di Sentani Papua. Beliau berkata bahwa banyak saudara kita di Papua, di hutan yang belum tesentuh dengan modernisasi. Ronald memiliki anak angkat dari Papua, ketika pertama kali melihat TV itu sangat aneh karena dulu di Papua gak ada benda kotak besar dengan gambar yang bergerak.
Keadlian diukur dari kasih sayang
Keadilan di Papua diukur dari kasih sayang. Papua butuh kasih sayang lebih agar tembok kemarahan runtuh. Pemerintah harus bekerjasama dengan mereka karena mereka membutuhkan hutan untuk ruang hidup. Papua itu tidak miskin sama sekali, hanya saja belum dikelola dengan baik. Hal tersebut menjadi masalah saat produk unik dan berkualitas namun butuh pemasaran yang baik.

Ronald Manoach cerita soal Papua.
Sebagai komisioner Bawaslu, beliau menceritakan bahwa beberapa kabupaten di Papua masih menggunakan Sistem Noken. Sistem Noken artinya pemilu 1 daerah diwakilkan oleh 1 kepala suku. Sedangkan 1 kepala suku membawa suara ratusan orang. Padahal setiap Warga Negara Indonesia memiliki hak suara dalam pemilu. Bagaimana menurut pendapat kalian?

Bahagia berkumpul bersama saudara-saudara dari Papua.
Pada Bulan Oktober 2020, Pekan Olahraga Nasional (PON) akan diadakan di Papua lho! Momen yang sangat berharga sekaligus waktu yang tepat untuk mempromosikan Papua yang unik. Mari kita dukung Papua! Kamu punya cerita tentang Papua? Sharing yuk!

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Forest Cuisine Blogger Gathering, Peran Perempuan Menjaga Hutan

"Perempuan juga punya peranan penting dalam menjaga hutan." 

kata Mba Alin dalam Forest Cuisine Blogger Gathering yang diselenggarakan Blogger Perempuan dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Bersama 30 Finalis Forest Cuisine Blog Competition, kami menambah pengetahuan tentang manfaat hutan, terutama sebagai sumber pangan bagi kehidupan dan peran perempuan dalam menjaga serta melestarikan hutan.

Perwakilan Eksekutif Nasional WALHI, Ibu Khalisa Khalid
Acara dipandu oleh Mba Fransiska Soraya sebagai MC. Dalam acara gathering ini, turut hadir pembicara perwakilan Eksekutif Nasional WALHI, Ibu Khalisa Khalid, yang akrab disapa Mbak Alin, para Walhi Champion; Ibu Tati dan Ibu Tresna, serta Food Blogger Windy Iwandi (@foodirectory). Ternyata talk show dan sharing membahas mengenai hutan bersama-sama ternyata asik dan gak membosankan. Aku senang berkumpul bersama teman-teman yang juga masih peduli akan hutan.

Forest Cuisine Blogger Gathering bersama Blogger Perempuan dan WALHI.
Hutan adalah Sumber Pangan dan Apotek Hidup
Bagi masyarakat adat atau lokal, hutan juga menjadi supermarket dan apotek hidup. Contoh saja, virus Corona yang sedang gempar diberitakan di tanah air. Walaupun harus tetap waspada dan menjaga kesehatan, aku percaya rempah-rempah, iklim, dan kondisi hutan di Indonesia juga mempengaruhi peneyebaran virus tersebut. Tanaman-tanaman herbal yang berasal dari hutan seperti sereh dan jahe dapat digunakan sebagai antibodi kita. 

Bagi masyarakat adat, hutan adalah identitas dan nilai hidup. Dari sanalah kearifan lokal dan kreativitas tercipta. Walaupun tinggal di kota Jakarta, hutan memiliki kontribusi yang besar lho dalam mendukung penyediaan bahan makanan bahkan obat-obatan. Berbagai kuliner khas Indonesia juga berasal dari bahan pangan hutan.

Mba Alin berbagi pengalaman saat dirinya mengunjungi Dusun Silit di Kalimantan Barat, yang ternyata mereka (bahkan masyarakat perempuannya) sedang berjuang untuk mempertahankan rimba terakhirnya karena di sekeliling mereka lahan sudah habis digunakan untuk perkebunan sawit. Padahal keberlangsungan hidup masyarakat Dusun Silit masih sangat bergantung dengan rimba. Terbayangkah kita jika rimba itu tiada?

WALHI Bantu Perjuangkan Hutan bagi Masyarakat Lokal
Tahukah kamu bahwa Indonesia memiliki hutan yang sangat luas? Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2017, luasnya mencapai 120,601,155 hektare. Hingga tahun 2017, hutan yang dikelola swasta (korporasi) mencapai 40,4 juta hektare (95,76 persen). Sedangkan hutan yang dikelola masyarakat hanya 1,7 juta  hektare (4,14 persen).

Saat ini ada sebagain hutan yang dihuni oleh beberapa desa bahkan terancam tergusur karena lahan mereka akan dijadikan ladang industri. Oleh karena itu, WALHI melakukan beberapa upaya dalam program pemberdayaan masyarakat dan kegiatan lainnya dalam upaya dukungan terhadap pengembangan sumber daya alam berkelanjutan. WALHI juga mengupayakan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) bagi para petani yang tidak memiliki lahan.

Berbagai produk olahan hasil hutan dari petani langsung.
Tepat di depan ruang acara, WALHI membuka pameran kecil yang memperlihatkan hasil-hasil hutan yang dibudidayakan oleh petani, seperti kopi Goedang Cof'tea dari Ciwidey Jawa Barat, madu hutan asli dari Sulawesi, dan garam herbal yang diproduksi oleh pesantren Aktorik di Cirebon. 

Olahan hasil hutan oleh Pesantren Aktorik di Cirebon.
Sejak tahun 1980 hingga sekarang, WALHI aktif mendorong upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. WALHI memberikan edukasi yang cukup dan bekerjasama dengan masyarakat lokal untuk memperjuangkan dan mengelola hasil hutan dari berbagai daerah. Sebut saja salah satunya adalah hasil olahan sagu telur dari Sungai Tohor Riau yang sedang konflik dengan industri lahan sawit. 

Sarapan dengan Sagu Telur.
Sagu menjadi daya tarik sendiri bagiku. Aku suka olahan kue sagu seperti kue rangi, ongol-ongol, dan sagon. Pameran WALHI menampilkan produk olahan sagu yang baru pernah kulihat. Katanya ada produk mie dari sagu telur tapi sedang sold out. Akhirnya aku penasaran dan membeli produk sagu telur lain dari WALHI karena bisa disajikan dengan susu menjadi sereal untuk sarapan. Sarapan yang cukup praktis dan menyehatkan, bukan?

Banyak masyarakat bergantung pada Pohon Sagu untuk memperoleh energi dan sumber karbohidrat pengganti nasi. Bahkan di Papua, masyarakat sangat menjaga hutan yang didalamnya terdapat Pohon Sagu untuk mempertahankan tradisi adat Festival Ulat Sagu yang diadakan setiap tahun. Mereka harus berjuang agar lahannya tidak digunakan untuk industri yang tak bertanggungjawab.

Cerita dari Hutan dari WALHI Champion dan Food Blogger
Dalam acara Forest Cuisine Blogger Gathering, Walhi mendatangkan dua orang perempuan Walhi Champion dan Food Blogger untuk berbagi kisah inspiratifnya. Walhi Champion adalah orang-orang yang sukses memberikan kontribusi nyata di daerah asalnya dalam mengolah hasil hutan.

Mengolah Buah Pala
Ibu Sri Hartati adalah seorang Walhi Champion dari Sumatera Barat yang sukses mengembangkan produk olahan dari buah pala menjadi sirup, selai, dan minuman segar. Dari awal, Ibu Tati sudah menarik perhatianku karena beliau sangat menawan menggunakan pakaian adat daerahnya. Ibu Tati aktif di program pengelolaan hutan untuk kesejahteraan perempuan bersama WALHI Sumatera Barat dan Women Research Institute. 

Aku turut merasakan kesedihan saat tiba-tiba Ibu Tati menangis sesaat setelah melihat scene kebakaran hutan di Kalimantan pada film "Kita Masih di Planet Bumi". Beliau terlihat sangat emosional dan mengatakan bahwa di daerah asalnya, semua bersama-sama menjaga hutan dan tak ada kebakaran hutan.


Ibu Tati mengatakan bahwa dulu buah pala hanya diambil bijinya untuk dijual ke pasar atau digunakan sebagai bumbu masak untuk membuat rendang atau sup. Tapi kini setelah mendapat bekal pengetahuan dari WALHI, ibu-ibu juga mendapatkan tambahan uang saku dari pengembangan buah pala menjadi sirup, selai, dan minuman segar. Namun sirup pala menjadi komoditi andalan yang paling banyak diproduksi dalam jumlah banyak, karena bisa tahan lebih lama hingga 5 bulan. Sirup pala ini didistribusikan di daerah sekitar kabupaten pesisir selatan, beberapa rumah makan padang, dan menjadi menu welcome drink di Hotel Bumiminang Padang. 

Ibu Sri Hartati (Walhi Champion dari Sumatera Barat)

Kelola Hutan Berkelanjutan
Ibu Tresna Usman Kamaruddin adalah Walhi Champion dari Sulawesi Tenggara. Beliau membantu masyarakat yang hidup di sekitar hutan daerah Kabupaten Kolaka untuk dapat mengelola hutan dengan baik. Ibu Tresna melihat sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan warga dan membantu masyarakat untuk menanam cengkeh, lada, sereh, dan jahe. 

Perjuangan Ibu Tresna selama empa tahun bersama masyarakat di Kabupaten Kolaka telah membuahkan hasil dan hingga sekarang sudah sampai tahap pengukuran lahan serta izin kelola. Selain itu, Ibu Tresna juga mengajak ibu-ibu untuk mengolah sampah plastik menjadi nilai jual dan program gerakan menanam Pohon Sagu.

Ibu Tresna Usman Kamaruddin (Walhi Champion dari Sulawesi Tenggara).
Ternyata, Ibu Tresna adalah seorang survivor cancer dan dia mendapatkan penyembuhan dari alam. Dengan berada dekat dengan alam serta mengonsumsi makanan yang dia tanam sendiri di kebun, kondisinya membaik. Aku juga percaya sih kalau alam itu adalah terapi yang sangat baik. Ibu Tresna juga berbagi pengalaman cerita dari hutan bahwa hutan kini mengembalikan makanan masa kecil yang hampir punah di daerahnya, yaitu cako-cako. Penasaran deh! Namanya saja baru pernah kudengar. 

Kurangi Konsumsi Daging
Sebelum acara ini, aku sudah mengikuti jejak Kak Windy di instagram. Sebagai food blogger dan pecinta lingkungan, ka Windy sedang mengurangi mengonsumsi daging sapi. Belum lama ini, aku juga baru tahu bahwa dengan banyaknya konsumsi daging sapi, permintaan daging sapi meningkat sehingga menyebabkan lahan yang seharusnya bisa digunakan untuk penghijauan atau dikelola oleh masyarakat lokal menjadi berkurang karena digunakan untuk ternak sapi.

Windy Iwandi (Food Blogger @foodirectory).
Selain itu, peternakan sapi membutuhkan air yang sangat banyak untuk kehidupan ternak. Gas (alias kentut) sapi menghasilkan gas metana yang meningkatkan efek rumah kaca dan lebih berbahaya dari karbondioksida. Dia sedang mengurangi mengonsumsi daging karena kecintaannya pada binatang. Salah satu makan favoritnya adalah berbahan dasar Sagu seperti papeda kuah. Menurutnya, sumber pangan dari hutan lebih fresh dan baik untuk kesehatan karena tanpa bahan pengawet. 

Ka Windy juga berbagi cerita dari hutan saat dia mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan. Saat itu, hanya dia yang menjadi turis domestik dan lebih banyak turis dari Spanyol. Padahal di sana terkenal dengan Amazon Indonesia dan menjadi rumah penangkaran Orangutan terbesar di dunia. Dia lebih suka pergi ke alam daripada ke mal karena alam membuatnya relax dan tenang. Aku juga setuju, kembali ke alam selalu memberi energi dan membuatku hati lebih gembira.

Peran Perempuan Menjaga Hutan

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan pada khususnya juga memiliki peran untuk melakukan pengelolaan hutan berkelanjutan, seperti;

Mengelola Pangan Keluarga
Misalnya saat memasak, kita dapat menggunakan bahan-bahan alami bahkan yang berasal dari petani langsung, karena biasanya yang diproduksi langsung oleh petani lokal itu lebih fresh dan tanpa bahan pengawet. Dalam komunitas Blogger Perempuan, kita juga bisa saling berbagi informasi mengenai hal ini, bahkan berbagi resep masakan lho!

Bijak dalam Berbelanja
Kami dihimbau untuk tidak konsumtif agar tidak menambah sampah, menggunakan kosmetik berbahan sawit dengan bijak atau bahkan menggantinya pada produk lokal yang ramah lingkungan. Kita bisa membantu masyarakat lokal untuk meningkatkan perekonomian, dengan membeli hasil hutan non kayu seperti tas rotan, dan lain-lain.

Masak Bareng Chef Idola 
Sebenarnya aku gak terlalu jago masak sih, tapi kalau bikin yang simpel-simpel bisa, lumayan bikin makanan buat suami di rumah. Salah satunya suka lihat tutorial masak Chef Willgoz. Pas banget kemarin di acara Forest Cuisine Blogger Gathering ketemu doi dan masak bareng juga. Aku juga sudah mengikuti jejak Chef Willgoz di instagram dan tahu kalau doi juga sedang mengurangi konsumsi daging demi melestarikan hutan. 

Siap-siap cooking demo bahan pangan dari hutan.
Masak bareng Willgoz.
Bahan pangan dari hutan; jamur shitake dan champignon.
Hal yang paling seru itu kita masak bareng Chef Willgoz menggunakan bahan yang berasal dari hutan, yaitu jamur shitake dan champignon. Kami memasak menu pasta vegetarian yaitu Fettuccine Mushroom Ragu. Menggunakan irisan daun bawang dan kucai sebagai kaldu, jamur shitake dan champignon sebagai pengganti daging, serta krim dan keju. Kami dibagi dalam 5 kelompok. Masing-masing memiliki tugas yang sudah ditentukan; bagian potong-memotong bahan dan bagian memasak. 

Masak bareng buibuk







Forest Cuisine Gak jago masak sih, tapi kalo yang simpel-simpel bisa lah lumayan, lumayan bikin suamik seneng. Wkwk. Biasanya suka nonton channel youtube chef @willgoz buat referensi. Eh sekarang ketemu langsung, so happy! Bersama 30 Finalis Forest Cuisine Blog Competition @bloggerperempuan dan @walhi.nasional, kami menambah pengetahuan tentang manfaat hutan, terutama sebagai sumber pangan bagi kehidupan. Hal yang paling seru, kita masak bareng menggunakan bahan yang berasal dari hutan, yaitu jamur shitake dan champignon. Walhi bekerjasama dengan masyarakat lokal untuk memperjuangkan dan memasarkan hasil hutan dari berbagai daerah. Sebut saja salah satunya adalah hasil olahan sagu telur di Sungai Tohor Riau yang sedang konflik dengan industri lahan sawit. Yuk kita dukung perekonomian masyarakat lokal. Cerita selengkapnya segera tayang di blog. Happy weekend! #BPNxWalhi #RimbaTerakhir
A post shared by ᴛʀᴀᴠᴇʟ ʙʟᴏɢɢᴇʀ | ɪʀᴇɴᴇ ᴋᴏᴍᴀʟᴀ (@pinktravelogue) on
Baca Juga: Makanan Favorit dari Hutan

Lumayan aku jadi bisa mencicipi masakan chef idola. Enak dan bergizi tentunya. Ternyata cara membuatnya juga sangat mudah, kamu bisa langsung praktikan di rumah lho! 

Bahan-bahan untuk membuat Fettuccine Mushroom Ragu.
Fettuccine Mushroom Ragu.
Tim Lima Foto bareng Willgoz.
30 Finalis Forest Cuisine Blogger Competition dan Chef Willgoz.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian hadiah lomba foto. Mari kita dukung perekonomian dari hasill hutan. Terima kasih Blogger Perempuan dan WALHI atas pengalaman dan pengetahuan yang dibagikan kepada kami. Semua masyarakat termasuk perempuan wajib ambil peran dalam menjaga hutan walaupun dari hal yang sederhana demi kehidupan planet bumi ini. Kamu juga bisa turut mendukung dan melestarikan hutan melalui WALHI di walhi.or.idSalam adil dan lestari!

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Berlayar bersama KPLP, Body Guard Laut Indonesia

Sebagai negara Maritim, Indonesia bekerja keras untuk mejaga keamanan dan melindungi sumber daya yang ada di wilayah perairan Indonesia. Belum lagi, keindahan alam bahari Indonesia yang sangat indah. Tahu gak sih kalau Laut Indonesia punya bodyguard? Namanya Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Biasanya juga disebut Sea and Coast Guard. Sejujurnya, akupun baru tahu lho kalau Laut Indonesia ada bodyguard selain TNI Angkatan Laut.


KPLP, Body Guard Laut Indonesia
Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) berada dibawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. KPLP berfungsi menjaga dan menegakkan peraturan perundangan di laut dan pantai berdasarkan Undang-Undang pelayaran nomor 17 tahun 2008 dan semboyan Dharma Jala Prajatama.
Dharma Jala Prajatama, artinya sebagai insan bahari selalu berusaha untuk menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara.
Dirjen Perhubungan Laut, Ir. R. Agus H. Poernomo.
Dirjen Perhubungan Laut, Ir. R. Agus H. Poernomo mengatakan bahwa sebenarnya KPLP sudah ada sebelum perang dunia ke-2 pada tahun 1942. Pada tahun 1936, Organisasi KPLP diatur dalam Dienst van Scheepvaart (Dinas Pelayaran) dan Gouvernment Marine (Armada Pemerintah). Landasan hukum yang digunakan saat itu berdasarkan Peraturan Pelayaran (Scheepvaart Reglement) LN. 1882 No. 15 junto LN.1911 No. 399 Kepolisian di laut.

Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
KPLP memiliki 5 pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai, yaitu Pangkalan PLP Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Uban di Kepulauan Riau, Tanjung Perak di Jawa Timur, Bitung di Sulawesi Utara, dan Tual di Maluku. Aku bersama Transmate berkesempatan mengunjungi Pangkalan PLP Tanjung Priok. 5 Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) tersebut memiliki 39 kapal yang berpatroli khusus untuk melaksanakan penegakkan hukum di laut, termasuk kapal berbendara Indonesia maupun kapal asing yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia.

Tugas Penting KPLP

KPLP juga aktif berperan dalam dunia internasional dalam hal penjagaan dan pengawasan keselamatan pelayaran. Sebanyak 9000 personil KPLP, siap menjaga dan menegakkan hukum di laut Indonesia. KPLP turut tergabung dalam Tokyo MoU dan secara rutin mengadakan kesepakatan dan kerjasama dengan negara-negara lain, baik secara bilateral, regional, maupun multilateral.

Berlayar bersama KPLP dengan KN. Trisula.
Container berwarna orange berisi alat untuk memilah minyak dan air laut. 
KPLP turut ambil bagian dalam beberapa kasus pencarian korban pesawat hilang, kapal tenggelam, hingga melakukan pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut. Pada bagian atas kapal, terlihat beberapa tank besar berwarna orange yang berfungsi untuk memilah minyak dan air laut. KPLP menanggulangi tumpahan minyak di laut sebagai fungsi sustainability. Berdasarkan Undang Undang-Undang pelayaran nomor 17 tahun 2008, KPLP memiliki peranan penting sebagai berikut;
  • Melakukan pengawasan dan keselamatan dan keamanan pelayaran.
  • Melakukan pengawasan, pencegahan, dan penanggulanagan pencemaran di laut.
  • Pengawasan dan penertiban kegiatan serta lalu lintas kapal.
  • Pengawasan dan penertiban kegiatan salvage, pekerjaan bawah air, serta explorasi dan exploitasi kekayaan laut.
  • Pengamanan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.
  • Mendukung pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan jiwa di laut.

Berlayar bersama KPLP 

Beberapa waktu lalu, aku bersama Transmate lainnya berkesempatan hadir dalam upacara dan perayaan  ulang tahun Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang ke-47 tahun, dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) yang ke-32 tahun, di Terminal 1 Pelabuhan Tanjuk Priok. Kata ka Ika, kalau musim lebaran, terminal penumpang ini ramai sekali dipenuhi warga yang hendak mudik.

Upacara HUT KPLP
Upacara dipimpin langsung oleh Dirjen Perhubungan Laut, Ir. R. Agus H. Poernomo sebagai inspektur upacara. Dalam momen tersebut, Dirjen Agus H. Purnomo juga memberikan life jacket secara simbolis pada perwakilan peserta upacara. Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran.

Upacara dan Perayaan HUT KPLP dan Pangkalan PLP di Pelabuhan Tanjung Priok.

Gita Bahana Bahari.

Selain upacara bersama, acara ulang tahun KPLP dan Pangakalan PLP juga dimeriahkan oleh drumband Gita Bahana Bahari dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Acara ditutup dengan tarian tradisional berbagai daerah seperti tarian manuk dadali dan maumere. oleh para pegawai kementerian dan pelabuhan Tanjung Priok.








Tahu gak sih kalau Laut Indonesia punya bodyguard? Namanya KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai) dibawah naungan @kemenhub151 @djplkemenhub151. Biasanya juga disebut Sea and Coast Guard. Aku bersama #TransMate lainnya berkesempatan menghadiri Dirgahayu Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang ke-47 dan Pangkalan Laut dan Pantai (PLP) yang ke 32 tahun di Pelabuhan Tanjung Priok. Kami juga berlayar ke Pulau Damar menggunakan Kapal Negara Trisula. Selama berada di atas kapal, kami wajib menggunakan life jacket demi keamanan dan kenyamanan bersama. Nah aku juga baru tahu bahwa, selain berfungsi menjaga dan menegakkan peraturan perundangan di laut dan pantai, KPLP juga memiliki fungsi sustainable untuk menanggulangi pencemaran laut, salah satunya tumpahan minyak di laut. Kalau kalian lihat fotoku diantara kontainer orange, itu alat penyedot/pemisah minyak dan air. Cerita selengkapnya soon on the blog ya! Stay tuned :) #TransmatePenghubungIndonesia #TransmateJourney #KPLPSELALUDIHATI #DJPLKERJADENGANHATI _____ First photo @mardiaheyyy
A post shared by ᴛʀᴀᴠᴇʟ ʙʟᴏɢɢᴇʀ | ɪʀᴇɴᴇ ᴋᴏᴍᴀʟᴀ (@pinktravelogue) on

Kami juga berkesempatan berkeliling Pulau Seribu, dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pulau Damar dengan KN. Trisula dan melihat ruang kemudi untuk berbincang langsung dengan nahkoda. Aku juga baru tahu kalau ternyata KN itu singkatan dari Kapal Negara. Haha. KN. Trisula dibuat pada tahun 2004 di Surabaya. Wilayah patroli TN. Trisula di Tanjung Priok ini mencakup wilayah patroli Jakarta, Lampung, Jambi, Muntok (Bangka Belitung), Sampit, dan Semarang.

Gerbang tanda area Pelabuhan Tanjung Priok, ditandai dengan patung bergambar ondel-ondel berwarna merah (dan hijau di sisi seberang)
Di ruang kemudi bersama KPLP.
Setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing yang berlayar di perairan Indonesia, wajib memasang dan mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS). AIS diatur secara internasional melalui konvensi keselamatan jiwa di laut. AIS berfungsi mengirim dan dan menerima informasi data secara otomatis ke kapal lain, stasiun Vessel Traffic Services (VTS) atau Stasiun Radion Pantai (SROP). Dengan menerapkan sistem AIS membantu pengaturan lalu lintas kapal dan mengurangi bahaya dalam bernavigasi.

Kapten Eko sebagai nahkoda dalam pelayaran.

Sistem Navigasi Kapal.

Lalu bagaimana caranya supaya kapal-kapal di laut itu teratur dan gak bertabrakan? Selain menerapkan sistem AIS tadi, menurut Kapten Eko, kapal dengan ruang gerak tak terbatas atau kapal bukan bertenaga mesin harus lebih dahulu mengalah/menghindari.

Safety first, pakai life jacket dulu.
Udah pakai life jacket siap jalan-jalan keliling kapal.
Setelah itu kami menuju anjungan kapal dan demi keamanan dan keselamatan bersama, kami diwajibkan menggunakan life jacket saat berada diatas kapal. Setiap kapal dilengkapi dengan standar Keselamatan dengan alat-alat seperti; sekoci penyelamat, pelampung penolong, jaket penyelamat, rakit penolon, dan pelempar tali penolong.

Kapal Sekoci KN. Trisula.
Tabung diatas berisi persediaan makanan jika kapal terkena musibah.
Tak terasa perjalanan kami berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok-Pulau Damar dan kembali lagi ke Pelabuhan Tanjuk Priok telah selesai. Aku sangat senang bisa berlayar bersama KPLP, Body Guard Laut Indonesia. Yuk, kita juga bantu jaga laut kita juga, dengan tidak buang sampah ke laut ya! Aku lihat masih banyak banget lho sampah di laut.

Transmate bersama Kementerian Kelautan.
...

Keep in Touch
Thanks for reading!