Showing posts with label Danau Toba. Show all posts

Konektivitas Transportasi Danau Toba Dukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)

Horas!

Keindahan Pulau Samosir yang dikelilingi Danau Toba memiliki keunikan yang tak bisa kita temukan di tempat lain. Kunjungan ke Danau Toba kali ini adalah kunjungan kedua saya. Namun selalu ada cerita yang berbeda meski datang ke tempat yang sama 'kan? Kali ini, saya akan membagikan informasi mengenai konektivitas transportasi Danau Toba untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Gerbang Utama Menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba


Perjalanan saya menuju Pulau Samosir dan Danau Toba dimulai dari sini, Bandara Internasional Sisingamangaraja XII atau dikenal sebagai Bandara Silangit. Waktu ditempuh sekitar dua jam dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Bandara Silangit merupakan gerbang pariwisata menuju KSPN Danau Toba.

Kini, saya melihat lebih banyak toko-toko di sekitar bandara dan melihat kembali ramainya kembali situasi bandara pertanda kondisi pandemi yang sudah beralih endemi. Saya senang melihat bangunan arsitektur Bandara Silangit yang memadukkan unsur kearifan lokal dan budaya.

Bandara Silangit yang tetap memadukkan unsur budaya dan kearifan lokal.

Atap segitiga yang condong ke depan menggambarkan atap rumah batak yang memiliki makna hormat. Beberapa sudut juga dihiasi dengan corak Gorga (batik khas Batak) dari 7 kabupaten di sekitar Danau Toba. Juga ada alat musik tradisional Gondang dan Tagadin yang dimainkan oleh petugas bandara di hari-hari raya atau tamu tertentu.

Dukungan Kementerian Perhubungan pada Bandara Silangit mengembangkan panjang runway menjadi 2650 x 45 meter. Dengan begitu, pesawat berbadan besar bisa mendarat di Bandara Silangit dan membawa lebih banyak wisatawan ke sini. 

Sebelum pandemi, Bandara Silangit juga melayani rute penerbangan internasional dari Malaysia. Semoga tahun ini bisa kembali melayani kembali agar semakin banyak wisatawan asing berkunjung ke Danau Vulkanik Terbesar di Asia Tenggara ini ya!

Keliling Pulau Samosir dan Danau Toba Naik Bus Damri


Setelah mendarat dan mengambil bagasi, saya menuju loket pembelian tiket bus Damri. Bandara Silangit sudah terintegrasi dengan bus Damri untuk mempermudah perjalanan dengan beberapa rute dengan harga yang terjangkau. Antara lain rute; Ajibata - Silangit, Silangit - Tarutung, Silangit - Pematang Siantar, dan loop Samosir. Lihat postingan berikut untuk lihat harganya.


Bus Damri akan mengantarakan kita ke Pelabuhan Ajibata atau Pelabuhan Tigaraja dari Bandara Silangit untuk selanjutnya menyeberang ke Pelabuhan Lopo Parindo menuju Pulau Samosir. Pelabuhan Lopo Parindo di Tomok merupakan titik awal bus Damri akan membawa saya keliling Pulau Samosir dan Danau Toba. 


Beberapa wisata yang dapat kita kunjungi saat naik bus Damri keliling Samosir antara lain; Tugu Becak, Pantai Parbaba, Tugu Sepeda Siborong-borong, Bukit Sibea-bea, Air Panas Sipoholon Tarutung, Air Terjun Efrata, Pantai Batuhoda, dan masih banyak lagi. Hanya dengan harga Rp20.000, kita bisa keliling Samosir dan menikmati keindahan Pulau Samosir di Danau Toba.

Saat perjalanan juga ada pemandu yang siap menemani dan menjelaskan tentang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba ini. Jadwal keberangkatan Bus Damri dimulai dari pukul 05.00 - 20.00 WIB. Pengalamanku naik Damri KSPN Danau Toba ini bus nya bersih, nyaman, dan wangi lho! Iya ada pewangi semprot di dalamnya.


Pelabuhan Penyeberangan Dukung KSPN Danau Toba 


Belum lama ini, Presiden Jokowi meresmikan 7 pelabuhan di Danau Toba yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan. Tahu kan kalau Danau Toba dinobatkan sebagai Danau Vulkanik Terbesar di Dunia? Jadi tentu Pelabuhan Penyeberangan sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat di sana. 7 Pelabuhan dari total 13 pelabuhan yang yang diresmikan tersebut meliputi;

  1. Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba
  2. Pelabuhan Balige, Kabupaten Toba
  3. Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun
  4. Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir
  5. Pelabuhan Marbun/Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan
  6. Pelabuhan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara
  7. Pelabuhan Tongging di Kabupaten Karo

Dari 7 Pelabuhan Penyeberangan diatas, saya sempat mengunjungi 4 Pelabuhan Penyeberangan, yakni; Pelabuhan Ajibata, Pelabuhan Balige, Pelabuhan Simanindo, dan Pelabuhan Tigaras. Selain peresmian pelabuhan penyeberangan, juga ada 4 Kapal Motor Penumpang (KMP) yang diluncurkan yaitu KMP Pora-pora, KMP Kaldera, Bus Air KMP Asa-asa, dan Bus Air KMP Jurung-jurung.


Pelabuhan Ajibata merupakan pelabuhan ferry pertama di Danau Toba. Melayani rute Ajibata - Ambarita dengan KMP Ihan Batak yang sudah diresmikan pada 2018 silam. Kini Pelabuhan Ajibata terlihat megah, tertata bersih, rapi, dan tetap dengan ornamen batak yang khas pada bangunannya. Pelabuhan Ajibata menjadi pelabuhan percontohan dimana pembayaran tiket dilakukan secara online melalui WhatsApp, dalam waktu 24 jam sebelum keberangkatan dan sistem cashless.


Pelabuhan Mulia Raja Napitulu Balige melayani rute Balige - Onan Runggu dengan KMP Pora-Pora yang baru diresmikan. Harga tiket sebesar Rp24.500 (dewasa) dan tidak berlayar pada hari Jumat dikarenakan ada Pasar Tumpah yang ramai digelar ke arah jalan menuju pelabuhan. 

Pelabuhan Balige dengan KMP Pora-Pora.

Pelabuhan Simanindo melayani rute menuju Pelabuhan Tigaras dengan KMP Sumut I dan II dengan lama perjalanan 30 menit. KMP Sumut I dan II dapat mengangkut hingga 40 penumpang dan 12 kendaraan. Dengan adanya pembangunan di Pelabuhan Simanindo dan Pelabuhan Tigaras oleh Kementerian Perhubungan, keberangkatan dalam 1 hari bisa mencapai 16 trip pulang pergi (PP).

Pelabuhan Simanindo dengan KMP Sumut.

Pembangunan pelabuhan bukan hanya membantu masyarakat setempat tapi juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan kerja bagi UMKM. Beberapa pelabuhan baru/direvitalisasi yang saya datangi memiliki tempat khusus di lantai 2 yang dapat dipergunakan untuk menjual produk lokal.

Pelabuhan Tigaras dengan ruang tunggu yang asri (foto tengah).

Selain 7 pelabuhan yang sudah diresmikan, masih ada 6 pelabuhan lainnya dari total 13 pelabuhan penyeberangan di Danau Toba yang saat ini sedang tahap pembangunan. Pelabuhan tersebut antara lain; Pelabuhan Silalahi di Kabupaten Dairi, Pelabuhan Ambarita, Onan Runggu, dan Sipinggan di Kabupaten Samosir, Pelabuhan Sigapiton dan Porsea di Kabupaten Toba.

Dengan konektivitas transportasi udara, darat, maupun angkutan danau yang semakin maju, tentu mendukung perkembangan Kawasan Strategis Pariwsata Nasional (KSPN) Danau Toba sebagai destinasi super prioritas di Indonesia. 

Oya, selain Bandara Silangit, ternyata juga ada Bandara Sibisa. Bandara yang melayani rute menuju Pulau Nias. Jadi, jika kali ketiga saya kembali ke sini, saya ingin merasakan konektivitas penerbangan menggunakan pesawat perintis ke Pulau Nias. 

Kalo kamu, mau berkunjung kemana aja kalau ke Danau Toba?

__

Keep in Touch
Thanks for reading!

Kampung Kanibal Huta Siallagan | Toba Trip Part-3

Horas!

Itulah kata yang harus diucapkan saat memasukki Rumah Batak. Akupun baru tahu, saat berkunjung ke Huta Siallagan. Lokasinya tak jauh dari penginapan kami di Tabo Cottage. Dalam bahasa Batak, Huta adalah kampung. Siallagan adalah nama Raja Siallagan. Dahulu kala, area kampung ini dibangun oleh keluarga bermarga Siallagan yang dipimpin oleh Raja Siallagan. 

Horas!

Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp5000 saja, kita sudah bisa mengunjungi Objek Wisata Budaya Batu Kursi Raja Siallagan. Pintu masuk terbuat dari batu yang tak terlalu tinggi dan tak begitu lebar. Konon tembok batu itu dulu berfungsi sebagai penghalang serangan dari binatang buas atau serangan dari kampung lain. Setelah melalui pintu masuk bertulis Huta Siallagan, aku melihat beberapa deretan Rumah Batak yang ikonik.


Pintu Masuk Huta Siallagan.

Perkenalkan ini Tulang Gading yang mengajak kami berkeliling Huta Siallagan. Katanya, beliau juga dulu yang memandu Presiden Jokowi waktu rombongannya berkunjung ke Huta Siallagan. Dengan bangga dan antusias, beliau menceritakan sejarah Kerajaan Siallagan kepada kami. Dari penjelasan beliau, aku jadi paham kenapa kekeluargaan di suku Batak sangat erat. 

Tulang Gading sebagai tour guide kami di Huta Siallagan.

Rumah Batak Penuh Makna

Arsitektur Rumah Batak memang unik dan penuh makna. Terdapat tiga jenis rumah di komplek Huta Siallagan, yaitu Rumah Bolon, Rumah Siamporik, dan Rumah Sibola Tali. Rumah Bolon bentuknya lebih besar, tangga masuknya mengarah ke dalam, serta dihuni oleh raja dan keluarganya. Rumah Siamporik bentuknya lebih kecil, tangga masuk dari luar, serta dihuni oleh keluarga yang diundang untuk tinggal. Sedangkan Rumah Sibola Tali bentuknya lebih langsing dan kecil dan dihuni oleh kerabat raja.

Ini yang dimaksud tangga dari dalam dan dari luar.

Tapi Rumah Batak berada di Huta Siallagan ini, tak menampilkan ukuran asli karena dulu pernah terjadi kebakaran sehingga dibangun kembali untuk tetap melestarikannya. Lalu, bagian atap depan dan belakang Rumah Batak berbentuk meruncing yang artinya orang tua dan anak. Jika hendak masuk rumah, kami harus menundukkan kepala sebagai rasa hormat. Selain itu, bagian belakang atap lebih tinggi daripada bagian depan melambangkan generasi penerus harus lebih baik dan hebat dari orang tuanya.


Rumah Batak mengarah ke gunung yang artinya berkat datang dari tempat yang tinggi. Terdiri dari tiga tingkat yaitu; bagian atap untuk tempat penyimpanan barang, bagian tengah untuk tempat tinggal, dan bagian bawah untuk hewan peliharaan.

Rumah Batak di Huta Siallagan.

Corak yang terdapat pada Rumah Batak bukan hanya sebagai dekorasi, tapi juga memiliki makna yang dalam. Aku teringat akan perkataan salah seorang teman, jika di kamar penginapan ada tokek atau cicak jangan diganggu karena memiliki arti bagi masyarakat batak.

Ternyata simbol cicak yang terdapat di bagian depan Rumah Batak, melambangkan hewan yang bisa hidup dimana saja. Filosofi cicak digambarkan seperti perantau sejati yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam bahasa Batak, ukiran cicak disebut juga Gorga Boraspati yang merupakan simbol kebijaksanaan dan kekayaan.

Gorga Boraspati dan Adop-adop.

Selain itu, terdapat simbol payudara yang melambangkan orang batak tidak melupakan kampung halamannya jika merantau (seperti kembali ke pangkuan ibu). Dalam bahasa batak, ukiran payudara disebut juga Adop-adop. Adop-adop pertama diartikan sebagai simbol kesucian, adop-adop kedua diartikan sebagai simbol kesetiaan. Adop-adop ketiga diartikan sebagai simbol kesejahteraan, dan adop-adop keempat diartikan sebagai simbol kesuburan wanita.


Kisah Mistis Sigale-gale

Berada di seberang Rumah Batak tadi, ada boneka kayu yang menarik perhatianku, namanya Si Gale-gale. Rasa takut dan penasaran tercampur menjadi satu, lantaran aku lihat boneka tersebut berdiri diatas makam. Cerita Si Gale-gale berawal dari seorang raja yang kehilangan anaknya di medan perang.

Sang Raja tak ikhlas dan sakit-sakitan sehingga mereka membuat boneka kayu sebagai perwujudan anaknya. Boneka kayu itu dipakaikan ulos dan sortali, lalu diberi nama Manggale, sama seperti nama anaknya. Roh Manggale dipanggil masuk ke dalam boneka kayu tersebut. Sejak saat itu, boneka Si Gale-gale menari selama 7 hari 7 malam, sehingga membuat kondisi raja membaik.

Sigale-gale.

Pertunjukan Sigale-gale biasanya dilakukan saat ada seorang anak yang meninggal (terutama anak laki-laki), sebagai simbol kasih sayang orang tua dan anak. Namun sekarang, Pertunjukan Sigale-gale menjadi daya tarik wisatawan. Mereka bisa manortor bersama menggunakan ulos yang telah disediakan. Sayangnya saat itu, kami tidak sempat menari bersama Sigale-gale karena keterbatasan waktu dan terdapat minimal wisatawan untuk mengikuti Pertunjukan Sigale-gale ini.


Awal Mula Kanibal di Batu Persidangan

Setelah melewati deretan Rumah Batak bagian depan, tepat di depan salah satu Rumah Batak bagian tengah, terdapat meja dan kursi yang disusun melingkar, terbuat dari batu. Letaknya di bawah Pohon Hariara, yang merupakan pohon suci bagi masyarakat Batak. Tempat ini dinamakan Batu Parsidangan yang pertama. Fungsinya sebagai tempat rapat untuk menentukan hukuman kejahatan. Kemudian jika kita berjalan ke dalam lagi, terdapat Batu Persidangan yang kedua, yang menjadi tempat eksekusi hukuman pancung.


Tulang Gading mempersilahkan kami untuk duduk di kursi-kursi batu tersebut. Beliau menceritakan bahwa dulu tempat ini digunakan untuk mengadili dan menghukum para pelaku kejahatan atau pelanggar hukum adat. Mereka diasingkan terlebih dahulu di rumah batak bagian bawah (karena dianggap seperti hewan) untuk menunggu waktu eksekusi hukuman pancung.

Batu Persidangan Pertama di bawah Pohon Hariara.

Batu Persidangan Pertama.

Untuk menentukan tanggal hukuman, Raja Siallagan memakai kalender Batak dan buku sakti bernama Pustaha Laklak untuk mencari hari baik. Pelaku kejahatan yang mendapat hukuman pancung terlebih dahulu diberi makan untuk melemahkan ilmu hitam, lalu dipukul menggunakan tongkat sakti bernama Tunggal Panaluan.

Kemudian, tubuh mereka disiksa hingga berdarah dan disiram air asam. Setelah itu, barulah hukum pancung dieksekusi. Kepala dan tubuh penjahat yang dipancung dibuang, tapi ada beberapa bagian tubuh lainnya diambil seperti; hati, jantung, dan darah untuk dimakan oleh raja. Konon katanya agar ilmu hitam raja semakin kuat dan menambah kekebalan tubuh. Hal tersebut yang menjadi awal mula tradisi kanibalisme di Huta Siallagan.

Tongkat Sakti Tunggal Panaluan, Kalender Batak, Pustaha Laklak, dan pisau untuk eksekusi hukuman pancung.

Adegan eksekusi hukuman pancung

Tapi tenang saja, sekarang hukuman pasung atau pancung sudah tidak ada. Ritual tersebut menghilang sejak pendeta Jerman Dr. Ingwer Ludwig Nommensen menyebarkan Agama Kristen. Lalu, Raja Siallagan yang menganut Parmalim (agama asli Batak) akhirnya memeluk agama Kristen, sehingga  jika ada kejahatan, hukuman pidana dan perdata yang berlaku.

Aku cukup tegang mendengar hukuman pancung tadi. Jika aku berada di masa itu, pasti akan kulakukan semua hal sebaik mungkin agar tak mendapat hukuman, karena hidup ini sesungguhnya berharga. Lalu terpikir juga olehku, apakah karena hal itu banyak orang Batak menjadi pengacara untuk menegakkan keadilan? 

Tulang Gading membuatkanku topi batak dari ulos. Katanya dulu ulos dari topi digunakan oleh para perempuan untuk ke ladang/bekerja dibawah terik matahari.

Saat menuju arah pulang, kami disuguhkan banyak sekali oleh-oleh khas Batak seperti kain, tas, ikat kepala ulos, dan masih banyak lagi. Kalau kamu mampir ke sini jangan lupa beli oleh-oleh juga ya, sekalian membantu perekonomian masyarakat lokal. Sayangnya aku belanjanya kurang banyak karena kupikir mau beli oleh-oleh pas hari terakhir yang ternyata gak keburu.

Toko Oleh-oleh, Jangan lupa belanja di sini ya!

Sebelum melanjutkan perjalanan, kami menyempatkan foto dengan ulos. Tulang Gading baik sekali. Beliau mengambilkan aku dan Will ulos untuk berfoto di depan Rumah Batak. Padahal di tempat ulos tadi sedang ada pertunjukkan Sigale-gale. Kamipun baru tahu kalau ternyata ulos untuk laki-laki dan perempuan berbeda. 

Terima kasih Tulang Gading, sampai jumpa!

Waktu itu terasa cepat, rasanya kami masih belum puas berada di Huta Siallagan, mungkin kurang dari satu jam kami berada di sana. Aku berharap bisa kembali lagi untuk menyaksikan pertunjukkan Sigale-gale dan memakai pakaian adat batak lengkap. Horas!

_____

Huta Siallagan
Alamat Siallagan-Pindaraya, Ambarita, Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara 22395
Telepon: 0822 2226 0098
Tiket Masuk Rp5000
Jam Buka Pk06.00 - Pk18.00 (Senin-Sabtu), 
Pk11.00 - Pk18.00 (Minggu)

Sumber Referensi:


...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Air Terjun Situmurun Hidden Gems di Danau Toba | Toba Trip Part-2

Perjalanan Menuju Air Terjun Situmurun.
Perjalanan menuju Air Terjun Situmurun dimulai dari penginapan kami, Tabo Cottage. Tabo Cottage memiliki pemandangan dan akses langsung ke Danau Toba. Kami naik kapal dengan durasi kurang lebih dua jam ke Air Terjun Situmurun. Rasanya waktu tempuh dua jam tak terasa karena kami disuguhkan pemandangan yang memanjakkan mata. Selama perjalanan, aku melihat sekeliling dan merasa takjub. Danau Toba benar-benar luas sekali, penampakkannya seperti lautan kecil. 

Pelabuhan kecil di Tabo Cottage Ajibata.
Photo by: @adnansaputroo
Air Terjun yang langsung berlabuh ke Danau Toba

Aku sangat bangga tinggal di Indonesia yang memiliki banyak air terjun yang cantik. Salah satunya Air Terjun Situmurun yang langsung mengalir ke Danau Toba. Air Terjun Situmurun juga dikenal dengan nama Binanglom. Dalam bahasa Batak, Binang artinya sungai, lom artinya air penyejuk. Sesuai dengan namanya, tempat ini memang sangat menyejukkan hati dan pikiran.

Air Terjun Situmurun.
Memang berbeda dari air terjun biasanya, Air Terjun Situmurun yang langsung berlabuh ke Danau Toba, menjadi daya tarik sendiri. Sepenglihatanku area di sini juga bersih gak ada sampah. Menurutku, Air Terjun Situmurun adalah hidden gems di Danau Toba yang wajib dikunjungi. Jangan lupa mampir ke sini ya!

Menyantap Ikan Toba Tilapia dengan View Danau Toba


Saat jam makan siang tiba, kami disuguhkan beberapa menu khas Toba yang lezat. Betapa nikmatnya makan siang di kapal ini sambil melihat view Danau Toba yang indah dan luas itu. Menu yang mencuri perhatianku adalah olahan ikan dari Toba Tilapia dengan bumbu asam manis dan bumbu kincung. 

Siap makan siang di kapal.
Ternyata kalau dalam bahasa Medan, kincung artinya kecombrang. Entah bumbu apalagi yang dimasukkan chef kedalam menu ikan Toba Tilapia bumbu kincung ini, kok rasanya enak banget. Bikin aku nambah sampai tiga kali. Sekilas terlihat seperti bumbu gulai, tapi bukan juga. Susah dideskripsikan, yang pasti endeus banget!


Enak pake banget! Sampe nambah tiga kali.

Main Paddle Board di Air Terjun Situmurun

Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah bermain paddle board. Sejujurnya aku tuh nge-fans sama Ka Rikas dari zaman doi masih jadi Host MTMA, eh sekarang malah bisa trip bareng tuh happy banget! Ini pengalaman pertamaku bermain paddle board. Pertama-tama, aku dan Will diajari ka Rikas cara menaikki paddle board. Lalu, gimana cara pertamanya?

"Iya, loncat dulu ya dari kapal", kata ka Rikas
"Kamu duluan loncat.", kataku ke Will
"Oke", jawab Will
"Eh dalem gak?", tanyaku ke Will

(Will gak menjawab dan langsung berenang ke arah paddle board. Sepertinya dia tahu aku bakal deg-degan kalau itu dalam. Haha)

Photo by: @berduaja
Giliranku loncat, sejujurnya pas lihat kebawah itu sekilas memang agak gelap. Tapi aku juga langsung berenang ke arah paddle board. Tidak sulit menaikki paddle board untuk satu orang. Aku dan Will agak kesulitan saat menaikki paddle board untuk dua orang karena berat. Jadi, kami harus naik bersamaan dengan posisi berseberangan. Bagi teman-teman yang gak bisa berenang tak usah khawatir, karena disediakan life jacket juga kok. Namun kita juga harus berhati-hari karena curahan air terjun yang cukup deras. Akupun tak terlalu mendekat ke sana. 

Idolaku : Ka Rikas Harsa
Aku dan WIll naik paddle board untuk dua orang yang menguji kekompakkan. Haha.
Ka Dita dan Ka Wildan juga asik main kayak.
Airnya gak dingin, malah dinginan doi cenderung hangat. Kedalaman Danau Toba itu beda-beda. Secara Danau Toba ini terbentuk karena letusan Gunung Api Purba, makanya terbentuk juga kaldera yang luas di sini. Kata pemandu kapal kami, ada yang dalamnya 10-20 meter langsung palung dan paling dalam kira-kira 800 meter. OMG! Sekilas ku berpikir, berapa dalam tadi waktu aku loncat dari kapal untuk bermain paddle board? Haha.


Mengunjungi Penambakkan Toba Tilapia

Tak hanya menyantap makanan lezat dari Toba Tilapia, kamipun mengunjungi tempat penambakkan Toba Tilapia di daerah Batu Lihi Star. Lingkaran-lingkaran yang terlihat dari jauh itulah tempat penambakkan ikan Toba Tilapia. Ikan Tilapia terbaik berasal dari Danau Toba. Hasil olahan ikan Toba Tilapia bisa kita nikmati di Fish n Co dan menu Fish n Chips Mcd.  
Penambakkan Ikan Toba Tilapia dari atas.


Proses pengolahan dan penambakkan ikan Toba Tilapia diproses secara berkualitas;
  1. Penambakkan ikan toba tilapia kecil berada di kolam yang kotak selama dua minggu.
  2. Setelah itu ikan toba tilapia dipindahkan ke kolam bulat ini selama 6-8 bulan hingga siap dipanen. Mereka dikasih makan melalaui alat yang disemprotkan ke kolam bulat.
  3. Sebelum panen, ikan toba tilapia dipindahkan ke kolam bulat lain untuk puasa selama 12 jam.
Toba Tilapia Fishery.
Ikan toba tilapia adalah jenis ikan nila dan produknya dieskspor supaya gak mengganggu perekonomian nelayan. Sebagai pecinta ikan, olahan ikan toba tilapia ini endeus banget deh apalagi dibikin bumbu kincung. Jadi beli dimana dong kalau mau coba? Cek di sini ya!


=====================================================================

Tips ke Air Terjun Situmurun:
  • Bawa pakaian ganti dan baju renang.
  • Bawa jaket windproof  biar gak masuk angin, karena udara sejuk cenderung dingin.
  • Bawa permen mint antipasi mabok laut.
=====================================================================

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Join Over 75k + Subscribers