Showing posts with label Bandung. Show all posts

Staycation Pinggir Sungai di DRIAM Riverside Resort Bandung


Dulu aku pernah berpikir kalau staycation itu membosankan. Mendingan sekalian trip yang jauh dan panjang biar berasa traveling gitu. Tapi seiring berjalannya waktu (dan bertambahnya usia), sekarang malah ketagihan staycationApalagi kalau staycation pinggir sungai di DRIAM riverside banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan, jadi bikin liburan singkat terasa seru! 

Perjalananku dan teman-teman dimulai dari Stasiun Gambir ke Stasiun Cimahi selama tiga jam. Setelah itu, kami naik mobil sekitar 45 menit menuju DRIAM riverside. Ini kali pertama aku mengunjungi daerah Bandung Selatan. Beberapa kali aku pernah berwisata ke Bandung Utara dan Bandung Barat. Jadi excited banget mau staycation di sini!

D'Lounge DRIAM riverside.
Sesampainya di DRIAM riverside, kami disambut udara sejuk dan para staf yang sangat ramah. Sambil menunggu check-in kamar, kami bersantai sejenak di area D'Lounge. "Wow!", kataku. Kami langsung disuguhkan pemandangan pepohonan hijau nan asri, yang sangat memanjakan mata dan menyegarkan jiwa ditengah hiruk pikuk kota Jakarta

D'Lounge juga digunakan sebagai tempat breakfast.
Sebagai One Stop Tourism Destination, DRIAM riverside memiliki fasilitas lengkap seperti; resortwisata alam, ruang serbaguna, tempat pertunjukan, restoran, dan food market. Jadi, selain menjadi tempat liburan dan staycation yang seru bersama keluarga, pasangan, dan sahabat, DRIAM riverside juga dapat digunakan untuk acara meeting, gathering, dan party lho!

Resort Pinggir Sungai Ciwidey

Aku selalu senang kalau staycation bernuansa alam seperti ini karena alam selalu memberi energi baru, setuju? Bukan sekedar nama, DRIAM riverside ternyata memiliki arti. Ternyata DRIAM itu singkatan dari "Der Ngariung di Alam". Kalau dalam bahasa sunda teh artinya yuk kumpul di alam, bersama orang-orang tersayang di pinggir sungai. Tapi buatku pribadi memang alam memberi ketenangan dan inspirasi tersendiri yang membuat hati ini makin adem.

Sekilas seperti private villa di Bali.
Tempatnya asri dan sejuk.
Waktu kami diantar menuju ke kamar, kami menuruni anak tangga dan melewati jalanan dari bebatuan. Di sebelah kiri dan kanan terdapat kamar-kamar dengan gerbang kayu beratap jerami, serta dihiasi Pohon Kamboja, persis seperti di Bali rasanya. Saat malam hari, udara sangat sejuk walau tak menggunakan AC. Ini pengalaman pertamaku menginap dengan sensasi pinggir sungai lengkap dengan suasana alam gemericik air dari Sungai Ciwidey yang menyegarkan. 

King Bed dan Double Bed di Kamar Family Riverview.
DRIAM Riverside memiliki 29 kamar dengan beberapa tipe kamar seperti Deluxe Room, Deluxe Riverview, dan Family Riverview. Tipe kamar dan harga selengkapnya bisa dilihat disini ya. Aku menempati kamar Family Riverview yang bisa dipakai untuk empat orang. Terdapat dua ruangan dan dua-duanya memiliki balkon beserta meja dan kursi kayu yang menghadap Sungai Ciwidey dan Hutan Bambu.

Kolam Renang di depan kamar Family Riverview.
Kedalaman kolam renang segini.
Hal yang aku suka dari tipe kamar Family Riverview ini, kita bisa seru-seruan bareng keluarga atau teman tanpa lokasi kamar yang berjauhan. Lalu, kebetulan terdapat kolam renang di depan kamar kami. Menurutku, kolam renangnya sangat ramah anak karena tidak dalam. Selain itu, juga terdapat lapangan hijau luas, tempat swafoto, dan playground anak-anak. Tahun baru di sini asyik kali ya sambil BBQ-an?

Area lapangan hijau yang luas.
Area photo spot.
Area bermain anak-anak.

Hunting Makanan di Food Market

Kami menyantap makan siang di area Food Market. Sebenarnya area Food Market dibuka untuk umum dengan lokasi yang bisa diakses dari samping pintu lobby. Dari depan saja, kami sudah disambut interior instagramable dengan pigura-pigura cantik, jendela warna-warni, dan hiasan sangkar burung pada langit-langit. Kalau kesini, pasti kamu juga langsung pengen foto di sini, ya kan?

Pintu masuk Food Market.
Food Market yang luas dengan bermacam-macam gerai makanan.
Jika tidak menginap di resort, kita bisa tetap menikmati Food Market dengan banyak gerai makanan dengan pilihan kuliner nusantara dan pemandangan yang indah. Aku menyantap paket ayam penyet yang endeus banget! Rata-rata harga makanan di sini tak lebih dari Rp30.000. Food Market menjadi gerbang masuk menuju area wisata alam DRIAM riverside. 

Ayam Penyetnya endolita!
View dari Food Market.

Wisata Alam yang Menantang Adrenalin

Seperti yang sudah kukatakan diatas, bahwa staycation di DRIAM riverside gak bakal bosan karena ada wisata alam juga. Setelah masuk melewati Food Market tadi, kami menuju lokasi wisata alam dan tempat swafoto. Kami disuguhkan tiga rumah bergaya tradisional dengan rumbia pada atapnya. Sekilas tampak seperti rumah di Desa Tradisional Wae Rebo, Flores. Rumah-rumah kecil ini ternyata studio foto dengan beragam tema. Harga tiket masuk Rp15.000 dan Rp70.000 untuk tiket terusan.

Sekilas seperti rumah di Desa Adat Wae Rebo ya.
Studio Foto didalam "Rumah Wae Rebo" tadi.
Kami menuruni anak tangga menuju lokasi wisata alam dan swafoto. Menurutku sekilas bentuk topografinya itu seperti di Alas Arum Ubud, Bali. Dulu aku pernah dikasih tahu kalau mata kita lelah melihat layar HP atau komputer, cobalah santai sejenak untuk melihat pemandangan yang hijau-hijau. Percaya gak percaya, hal tersebut mampu mengembalikan kesegaran mata lelah lho! Pemandangan hijau itu terpampang nyata ditambah bonus segarnya aliran Sungai Ciwidey di DRIAM riverside.

Jalan menuju wahana permainan.
Menuruni anak tangga untuk main di tepi sungai.
Jika membeli tiket terusan seharga Rp70.000, kita dapat menikmati wahana yang menguji adrenalin diatas ketinggian, seperti; Tarzan Swing, Panahan, Hover Tent, Double and Big Swing. Tak usah khawatir kalau gak ada yang fotoin, karena DRIAM riverside menyiapkan fotografer profesional yang siap mengabadikan momenmu. Kita bisa mengambil hasil foto dengan harga Rp10.000/jepret dalam bentuk softcopy. Mahal? Tidak menurutku, karena foto yang dihasilkan high resolution dan sangat bagus. 

Tarzan Swing.
Panahan.
Hover Tent.
Double Swing.
Salah satu wahana yang tak terlupakan adalah bermain Big Swing. Kalian pasti tahu kan Bali Swing yang hits itu? Seperti itulah Big Swing. Awalnya aku merasa deg-degan banget dan katanya sih mukaku terlihat pucat. Bayanganku ayunannya itu seperti main kora-kora (terasa jantung seperti ketinggalan. Gimana yah rasanya itu sulit diungkapkan dan ditulis disini. Haha). Aku rasa teriakkanku paling kencang diantara teman-teman lain. Tapi setelah ayunan kedua, ketiga, dan seterusnya, kok asik juga yah. Pokoknya kalian wajib coba!


Tak lengkap rasanya ke DRIAM riverside tanpa mengunjungi Bamboo Bridge. Jembatan ikonik yang terbuat dari bambu, menghubungkan resort dengan hutan bambu. Wahana ini gratis kok, jadi jangan lupa foto-foto karena ini salah satu spot favoritku yang kece!

Mandatory Photo di Bamboo Bridge.
Selain wahana swafoto, DRIAM Riverside memiliki wisata alam menantang lainnya yang wajib kamu coba, yaitu berpetualang menjelajah riam sungai dengan river tubingNah ini wisata alam yang paling aku tunggu-tunggu! Kami menggunakan ban hitam, lengkap dengan safety jacket dan helmUniknya, kami juga dipinjamkan baju khusus dan alas kaki untuk bermain tubing.

Teriak-teriakkan terus main ini. Haha.
Tapi dibawa santuy dong.
Sebenarnya jika arus sedang deras, terdapat pilihan untuk rafting (arung jeram) dan riverboarding. Teman-teman dari Joeang Adventure akan memastikan kita aman selama bermain river tubing. Bahkan beberapa dari mereka adalah atlet rafting. Wow! Wahana ini dibandrol dengan harga Rp50.000 untuk river tubing sejauh 300 meter, Rp100.000 untuk river tubing sejauh 500 meter, dan Rp150.000 untuk river tubing sejauh 2km.

Setelah river tubing, kita dikasih teh hangat dan gelasnya terbuat dari bambu lho!

Klook.com


Dinner Romantis Sambil Menikmati Api Unggun

Saatnya makan malam, kami diantar ke sebuah tempat yang menurutku (cukup) romantis. Sebuah ruangan semi outdoor dengan pintu kayu gagah menjadi tempat makan malam kami. Tempat ini bernama KAHAWA. Penasaran dengan nama unik ini, langsung aku searching di google. 

Kahawa Function Room.
Ternyata KAHAWA berasal dari bahasa Swahili yang artinya Kopi. Bahasa Swahili merupakan bahasa populer yang digunakan di negara Afrika, seperti; Kenya, Uganda, Tanzania, dan Kongo. KAHAWA memang asik sih buat kongkow-kongkow. Setidaknya tempat ini bisa menampung hingga 150 orang. Menurutku cocok sekali jika ingin mengadakan acara meeting, gathering, party, dan live music di sini

Itu panggung pelaminan bisa tinggal dikasih kursi dan bunga-bunga ya kan?
Jujur ya, aku jarang banget menemukan tempat seperti ini, tempat yang biasa hanya kulihat di pinterest. Aku suka nuansa seperti ini. Diatas api unggun ini bagian terbuka (bagian outdoor). Jadi bayangin kalau cuaca lagi bersahabat dan banyak bintang-bintang pasti bagus sekali. Kalau saja aku tinggal di Bandung, tempat ini bisa jadi salah satu opsi venue nikahku saat itu. Haha. Tempatnya unik dan rustic gitu deh, gak perlu banyak dekor tempat ini udah cantik. Lalu ngebayangin candle light dinner disini asik juga lho! 


Beneran macam di pesta nikahan lagi antri makanan.
Ayam bakarnya enak banget.
Malam itu begitu sempurna, setelah menikmati wahana dan fasilitas DRIAM riverside, kami disajikan makan malam yang tidak hanya enak dipandang tapi juga enak di lidah. Kami menghabiskan waktu malam sambil bertukar cerita dan menikmati kuliner lezat, ditemani api unggun yang membuat suasana semakin hangat. 

Rame-rame ke sini biar makin asik.

Makan di Woza Family Resto ala Afrika

DRIAM riverside tak hanya menawarkan resort dengan keindahan dan wisata alam, tapi juga kafe unik bergaya Afrika. Tak sampai lima menit berjalan kaki dari lobby DRIAM riverside, terdapat WOZA Family Resto. WOZA Family Resto terbuka untuk umum, sehingga pengunjung tetap bisa ke sini walaupun tidak menginap. 

Penampakakan dari depan WOZA Family Resto.
Foto di depan pintu masuknya aja kece.
Pada bagian dalam cafe terdapat mural besar bergambar berbagai macam hewan dan uniknya bagian meja dan kursi makan bermotif animal print. Area outdoor WOZA Family Resto langsung menghadap sungai dan perbukitan membuat aku makin betah berlama-lama di sini. 

Aku dan kak Ika lagi ngobrolin apa ya?
Look at the details, di bangku dan kursinya motif animal print.
Di Bar juga ada motif animal print.
Berbagai kuliner pembuka hingga penutup tersedia di sini. Tak hanya menggunakan bambu sebagai jembatan ikonik dan wadah gelas, WOZA Family Resto memanfaatkan bambu sebagai menu uniknya bernama Nasi Bambu. Nasi Bambu khas WOZA dimasukkan ke dalam bambu yang dibungkus daun pandan. Menu ini wajib banget kamu coba karena menunya komplit, porsinya banyak dan rasanya enak pake banget! 

Nasi Bambu Woza.

Jadi, sudah siap staycation pinggir Sungai di DRIAM Riverside?
_________

DRIAM Riverside

Address Jl. Soreang Ciwidey KM 25 Bandung
Telephone +62 22 859 21210
Email reserv@driamriverside.com/marketing@driamriverside.com
Room Price Rp1.250.000/night (Family Riverside - December 2019)
Start from Rp550.000-Rp1.500.000
Check in/Check Out Pk. 14.00/Pk. 12.00
__
Ticket Pass Price Rp70.000 - untuk wahana tarzan swing, hover tent, DRIAM swing dan Double Swing. Kecuali River Tubing (Rp50.000) dan panahan (Rp35.000)
Open Hour Pk. 09.00-Pk. 16.00 (weekday) | Pk. 09.00-Pk. 17.00 (weekend)

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Blackbird Hotel Lembang | Hotel Instagramable Bandung


Sudah lama kami merencanakan berlibur di Lembang, Bandung. Terakhir ke Lembang waktu Will melamar aku di Lisung The Dago Boutique Resto. Kami menikmati landskap kota Bandung sambil menikmati jamuan makan malam sederhana. Bandung juga menjadi tempat pertama aku berlibur bersama Will dan teman-teman. Jadi memang selalu ada alasan untuk kembali ke Bandung untuk mengenang momen indah. Oke, balik lagi ke topik sebelum pembaca pada baper. Haha.

Setelah membuat beberapa daftar tempat yang akan kami kunjungi, kami memutuskan untuk mencari penginapan di Lembang. Kami menginap di Hotel Blackbird LembangTidak seperti hotel pada umumnya yang memiliki bangunan tinggi, Blackbird Hotel hanya memiliki 3 lantai ; lantai dasar, lantai satu, dan dua. Kalau dilihat dari depan, bangunan lobby tampak sangat minimalis. Tapi ketika pegawai hotel mengantarkan kami ke kamar, ternyata luas juga lho! 

Lobby Blackbird Hotel Lembang

Dari depan terlihat sepi, tapi begitu masuk kedalam; ada kafe, kolam renang, dan taman. Namun hotel ini tidak menyediakan lift, sehingga menurutku lebih mudah membawa tas ransel. Tapi tenang aja, karena ada bell boy yang akan membantu membawa barang kita.

Perjalanan menuju kamar agak jauh, kecuali kamu memesan kamar dengan tipe tertentu. Tidak masalah bagiku karena kami dikelilingin pemandangan yang indah. Kami juga disuguhkan welcome drink berupa jus jeruk dan jambu yang sangat menyegarkan. 

Our Small Room

Ada tiga tipe kamar disini yaitu; Small, Medium, dan Large. Aku dan Will memilih tipe Small Room karena menurut kami, kamar tersebut juga sudah cukup bagus dan tidak terlalu sempit. Desain kamar bergaya minimalis dan industrial, dilengkapi dengan sedikit ruang outdoor. Aku juga suka desain kamar mandinya, walaupun tak begitu besar tapi didesain dengan modern, hanya saja ada sedikit bercak pada bagian pintu kayunya. Kamar mandi juga dilengkapi dengan heater air panas dan toiletriesTapi untuk sabun dan shampoo tidak gak ada versi travel size.

Fasilitas Kamar Black Bird Hotel

Gak heran kalau Hotel Blackbird instagramable dan nyaman, karena ternyata Hotel Blackbird masuk dalam Maja Group yang juga memiliki hotel lain yang juga menjadi bucketlistku seperti; Stevie G Hotel, Warung Jae, dan The House Tour Hotel. Hotel-hotel tersebut rasanya menjadi primadona kota Bandung karena arsitektur dan atmosfernya yang bikin betah.

Ada kolam renang dan taman.

Kamar kami turun ke lantai dasar.

Black Bird Hotel memiliki kafe bernama Sea Como Sea, yang juga dibuka untuk umum tanpa harus menginap. Kafe ini juga  digunakan untuk breakfast para tamu. Makanan disini juga cukup enak dan beragam mulai dari rasa lokal hingga western. Aku suka interior cafe open space seperti ini dan terlihat menyatu dengan alam. Kalian gak mungkin gak foto disini kan? Hehe

Sea Como Sea Cafe
Breakfast Time!
Pada hari pertama pertama, kami makan malam di Restoran Warung Pengkolan 3 yang hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari Hotel Black Bird. Kami juga melewati Alfamart dan Indomaret. Tempat yang cukup strategis. Restoran Sunda ini sudah memiliki beberapa cabang restorannya di Bandung.

Pada hari kedua, kami makan malam di Sugar & Cream. Salah satu restoran Maja House, yang hanya berjarak 5 menit saja berjalan kaki dari Hotel Black Bird. Kami menikmati menu western dan (lagi-lagi) sambil menikmati pemandangan malam kota Bandung. 


Secara keseluruhan, menurutku Blackbird Hotel cukup terjangkau dari segi harga dan fasilitas. Tips aku jika menginap disini, bawalah pewangi ruangan atau setidaknya parfum, karena menurutku ketika masuk kamar agak lembab. Aku gak tahu apakah ini tipikal hotel di Lembang ya? Sebelumnya aku juga pernah menginap di Hotel Imah Seniman juga agak lembab.

Yuhuu! Can't wait for the next staycation

Happy staycation and happy holiday!

Blackbird Hotel Lembang
Lokasi Jl. Terusan Sersan Bajuri No. 9, Cihideung, Parongpong
Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Harga Rp438.000/night (Small Room - March 2019)



...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Join Over 75k + Subscribers