Melihat Rumah Teleskop di Observatorium Bosscha

Bandung tidak hanya terkenal dengan wisata alam dan kafe-kafe cantik. Lebih dari itu, Bandung memiliki tempat meneropong bintang satu-satunya di Indonesia bernama Observatorium BosschaTempat ini menjadi lebih populer sejak film Petualangan Sherina. Salah satu film anak-anak yang sempat booming pada masanya (pada masa saya juga). 


Saya jadi teringat pengalaman saya melihat bintang-bintang bertaburan saat di Ranu Kumbolo. Rasanya malam itu terasa indah sekali. Dunia astronomi menjadi daya tarik tersendiri buat saya. Bahkan saya suka terkagum-kagum kalau ada bulan putih yang dekat sekali dan terang sekali seperti lampu taman. lol.

Satu-satunya di Indonesia (2019)
Bangunan dengan kubah bulat di Observatorium Bosscha dinamakan Koepel. Koepel didirikan pada tahun 1923 hingga tahun 1928. Dirancang oleh arsitek Bandung bernama K. C. P. Wolf Schoemacher, yang juga adalah guru Presiden Soekarno. Hingga saat ini, Observatorium Bosscha merupakan satu-satunya observatorium terbesar dan tertua di Indonesia, dan menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu astronomi di Indonesia.

Akhirnya kesini!
Di sekitar Koepel juga terdapat rumah-rumah dari zaman Belanda. Namun rumah-rumah ini tidak dihuni manusia, melainkan rumah bagi teleskop-teleskop Observatorium Bosscha. Observatorium Bosscha memiliki beberapa teleskop, yaitu; 

Teleskop Refraktor Ganda Zeiss; untuk mengamati berbagai planet di tata surya dan bintang ganda, Teleskop Schmidt Bima Sakti; untuk mengamati galaksi bumi kita yakni Galaksi Bima Sakti, Teleskop Bamberg; untuk mengamati terangnya bintang dan gerhana bintang; Teleskop Refraktor Cassegrain GOTO; untuk mengamati spektrum bintang dan asteroid, Teleskop Refraktor Unitron; untuk mengamati hilal (anak bulan), gerhana bulan, gerhana matahari, dan pemotretan bintik matahari.

Rumah untuk Teleskop Bamberg
Pembangunan Koepel merupakan sumbangan dari Karel Albert Rudolf Bosscha, putra fisikawan Johannes Bosscha. Oleh karena itu, pusat penelitian astronomi ini dinamakan Bosscha Observatory. Beliau adalah seorang yang kaya raya (dan tidak menikah) yang juga menyumbangkan penghasilannya untuk beberapa yayasan pendidikan dan bangunan lain di kota Bandung. K.A.R Bosscha juga memiliki rumah di daerah Bandung Selatan yang juga menjadi wisata kota Bandung.


Kabarnya pusat penelitian astronomi kedua di Indonesia akan dibangun di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2024. Observatorium Nasional akan dibangun di kota Sumba karena iklim cuaca yang cenderung kering sehingga lebih mudah untuk mengamati bintang. 

Teleskop Ganda Zeiss
Didalam Koepel terdapat sebuah teropong bintang terbesar di Indonesia yang bernama Teleskop Ganda Zeiss. Teleskop Ganda Zeiss memiliki panjang 11 meter dengan berat 17 ton dan perbesarannya mencapai 1100x! Dalam bahasa Jerman, "Zeiss" dibaca "Cais" memiliki 2 teleskop yang terdiri dari lteleskop utama berdiameter 60 cm dan teleskop pencari berdiameter 40 cm. 

Teleskopnya super gede!
Teleskop Ganda Zeiss menggunakan kamera khusus yang sensitif terhadap cahaya. Jika dilihat, lampu-lampu yang digunakan dalam bangunan Koepel berwarna kuning dan menghindari lampu berwarna putih karena teleskop ini hanya dapat digunakan saat ruangan benar-benar gelap. Kamera ini bisa saja digunakan untuk memotret benda atau manusia tapi hasilnya akan putih. 


Teleskop Ganda Zeiss dapat digunakan secara manual. Untuk mengoperasikan teleskop, hanya perlu didorong saja karena pemasangannya tidak memakai mesin. Katanya orang zaman dulu belum mengenal teknologi secanggih saat ini, sehingga Teleskop Zeiss dipasang seimbang dengan sumbu poros barat-timur dan selatan-utara. Koepel ini dilengkapi mesin penggerak untuk mengarahkan kubah dan menaikkan atau menurunkan posisi pijakan jika pegangan teleskop terlalu tinggi ketika digerakkan. Caranya dengan menggunakan tombol yang terpasang di teleskop. 

Tombol untuk menaikkan-menurunkan pijakan dan mengarahkan kubah
Umur teleskop raksasa ini hampir seabad, tapi masih sangat berfungsi dengan baik. Teropong Ganda Zeiss berfungsi untuk mengamati orbit bintang ganda, planet, dan benda langit lain di tata surya. 
Dari miliaran bintang dalam tata suruya, sebanyak 80% dari bintang-bintang dalam tata surya merupakan bintang ganda yang diamati oleh Teleskop Ganda Zeiss.
Dua alat manual ini untuk membuka kubah
Rangka kubah bulat yang sangat ikonik terbuat dari baja rel kereta api yang dilengkungkan dan beratnya mencapai 50 ton. Oleh karena itu, tidak semua bagian kubah dapat dibuka karena massanya sangat berat. Pada saat mengarahkan kubah kepada teleskop, posisinya tidak boleh pas dengan teleskop untuk menghindari debu dan kotoran yang langsung jatuh ke lensa teleskop. Untuk membuka kubah juga masih menggunakan cara manual yaitu dengan menggunakan benda yang berada ditengah pintu kubah dan katrol hitam yang ada di lantai dua bangunan Koepel.

Voila! Kubah terbuka.
Waktu Berkunjung
Sebelum mengunjungi Observatorium Bosscha, kamu harus melihat jadwal berkunjung. Observatorium Bosscha tutup pada hari Minggu, Senin, libur nasional, selama bulan puasa, libur Idul Fitri, dan saat pergantian tahun. 

Jadwal berkunjung hari Selasa-Jumat hanya untuk pengunjung dalam rombongan yang telah mendaftar sebelum berkunjung. Sedangkan hanya pada hari Sabtu, Observatorium Bosscha dibuka untuk pengunjung perorangan, keluarga, dan rombongan kecil (kurang dari 25 orang/rombongan). Untuk waktu kunjungan, bisa cek disini yah!


Pada saat berkunjung, tidak ada aktivitas meneropong benda langit dan tidak diperbolehkan menggunakan teleskop karena pijakan dibawah teleskop memiliki beban maksimum. Namun kita akan diberikan penjelasan yang informatif tentang astronomi secara visual di ruang multimedia. Teleskop hanya bisa digunakan pada saat malam hari dengan ruangan yang dimatikan lampunya. 

Tapi kabar gembiranya adalah...

Kita juga bisa mengamati benda-benda langit menggunakan teleskop pada malam hari pada bulan-bulan yang sudah ditentukan oleh Observatorium Bosscha. Setiap tahunnya, jadwal kunjungan malam hanya dibuka 4 malam per bulan pada bulan April-Oktober pada pukul 17.00-20.00 WIB.

Kayanya asik juga yah kalau datang pas kunjungan malam, apalagi kalau cuaca cerah kita juga bisa ikutan meneropong bintang lho! Ada yang mau?


_____

Observatorium Bosscha
Address Jl. Peneropongan Bintang No.45, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391
Telephone 022-2786001
Price Rp15.000 (kunjungan siang), Rp20.000 (kunjungan malam)
https://bosscha.itb.ac.id/id/



  ...


Thanks for reading!

No comments:

Post a Comment

Facebook Page