Tips Jalan-jalan ke Jepang Pertama Kali

Once a year, go somewhere you've never been before. ~Dalai Lama
Selalu ada yang pertama untuk semua hal, termasuk jalan-jalan ke tempat yang belum pernah kita datangi. Kalau kata Dalai Lama, "Once a year, go somewhere you've never been before." Aku selalu excited setiap mau pergi ke suatu tempat apalagi itu tempat baru apalagi tempat itu sudah menjadi bucketlist-ku (dan selalu akan jadi bucketlist); JEPANG! Aku pergi ke Jepang Tapi bukan tanpa persiapan, beberapa tips dibawah ini mungkin bisa berguna buat kamu ketika pertama kali pergi ke Jepang;

1. Membawa Coin Purse
Tahu kan kalau koin itu gak bisa ditukar balik ke money changer? Berbeda dengan uang koin 500 di Indonesia, pecahan terbesar mata uang koin 500 yen setara dengan Rp65.000. Oleh karena itu, aku mendahulukan membayar dengan uang koin saat berbelanja. Membawa dompet koin akan memudahkan kita saat mengambil uang koin agar tidak tercecer. 

2. Membawa Sambal
Orang Indonesia memang tak bisa terlepas dari sambal. Bagi pecinta makanan pedas, kamu wajib bawa sambal favoritmu saat pergi ke Jepang. Rata-rata makanan di Jepang tidak menyajikan sambal dalam menunya. Biasanya ada sih cabe bubuk dan wasabi, tapi lidah ini rindu pedasnya sambal Indonesia yang nikmat itu.  

3. Ada Hadiah dari Majalah Jepang
Waktu zaman sekolah dulu, aku suka beli majalah. Tapi semakin berkembangnya era digital, aku sudah lama gak beli majalah. Tapi ternyata majalah di Jepang itu di bundling dengan hadiah yang menarik dari brand ternama! Ada hadiah totebag, pouch, make-up, jam tangan, dll. Aku membeli majalah Jepang seharga 1000 yen (sekitar Rp135.000) dan mendapatkan pink sling bag & wallet. Menang banyak aku nih.



4. Makanan Supermarket Diskon pada Malam Hari
Sejujurnya waktu di Jepang, aku gak selalu makan di restoran. Apalagi harga makanan di Jepang cukup mahal ya. Jadi cara hemat kami adalah dengan membeli makanan siap saji di supermarket dekat hotel. Makanan yang disajikanpun sangat beragam, seperti; chicken katsu, gyoza, sushi set, onigiri, aneka pudding, dan masih banyak lagi. Makanan Supermarket tersebut biasanya diskon hingga 50% diatas jam 8 malam.

5. Membawa Cutlery Set
Selain membeli makanan cepat saji, kami juga memasak di hotel. Masakan simpel berupa rebusan ramen dan pangsit atau bakso yang kami beli di Supermarket. Cukup memasaknya dengan water kettle yang disediakan hotel. Tapi kadang kami tidak diberikan sendok atau sumpit, dan di kamar hotelpun tidak tersedia sendok. Untung saja aku bawa satu sendok, penyelamatku!

6. Sensor Toilet
Jepang terkenal dengan kebersihan dan teknologinya yang canggih. Tapi ketika aku mengunjungi salah satu tempat wisata, toilet terlihat agak kotor dan bau. Mungkin wisatawan belum tahu bahwa cara flush air dan membuang sampah menggunakan sensor tangan. Selain itu, toilet flush juga tersedia beberapa pilihan; full flush/half flush/eco flush. Jadi bisa hemat air ya, keren banget deh!

7. Harga Belum Termasuk Pajak
Pertama kali aku sempat bingung karena ada dua harga di kemasan makanan yang mau aku beli di Lawson. Ternyata barang-barang di Jepang biasanya belum termasuk pajak. Gak cuma di Supermarket, tapi di Department Store, Daiso, dan tempat lainnya, harga yang tertera biasanya belum termasuk pajak atau tertera dua harga (sebelum dan sesudah pajak). Besar pajak di Jepang adalah 8%. Jadi misalnya, aku berbelanja di Daiso seharga 100 yen, jika ditambah pajak harganya menjadi 108 yen. Tapi beberapa gerai juga menetapkan kebijakan bebas pajak untuk pembelanjaan diatas 5000 yen.

8. Air Minum di Jepang Gratis
Salah satu tips hemat makan di Jepang adalah tidak perlu membeli air di restoran. Biasanya restoran di Jepang menyediakan air minum berupa air putih atau teh gratis. Kecuali kamu ingin minuman lain seperti; soda atau jus. Di hotel tempatku menginap juga tidak tersedia air mineral dalam kemasan botol, jadi aku selalu mengisi botol minumku dari tap water sebelum pergi.

9. Plug Adapter
Colokan listrik di Indonesia dan Jepang berbeda, untuk itu kita wajib membawa travel universal adapter. Jenis colokan listrik di Jepang berbentuk lebih tipis dan pipih. Aku juga membawa colokan cabang karena aku membutuhkan plug lebih untuk mengisi daya HP, kamera, dan powerbank

10. Sim Card
Ini nih paling penting, yaitu WiFi! Secara di Jepang, aku mengandalkan google maps untuk mencari lokasi. Fyi, gak semua tempat dan hotel menyediakan WiFi. Kalaupun ada di hotelku saja hanya berlaku untuk 30 menit pertama. Jadi, waktu pergi ke Jepang, aku memakai sim card dari Airsim dengan paket data untuk seminggu.



Menurutku menggunakan sim card Airsim lebih praktis, karena cara kita tidak perlu membawa modem dalam tas sehingga lebih praktis. Sim card Airsim bisa digunakan dalam jangka waktu satu tahun dan dapat diisi ulang sesuai negara tujuan kita. Info selengkapnya bisa cek disini ya. Ready to go to Japan? Let's go!


...

Keep in Touch
Thanks for reading!

2 comments:

  1. Salah satu bucketlist gw yang belum tercapai huhuhuhuhu,,,,

    ReplyDelete
  2. Sis beda harga uda kena pajak apa belum gmn ya bedanya ?

    ReplyDelete

Facebook Page

Instagram