Showing posts with label Japan. Show all posts

Halal and Affordable Japan Ramen Ikkudo Ichi

Do you love Japanese Food? 

I love Japanese food especially Ramen. I used to visit a Japanese Restaurant Ikkudo Ichi, which was my favorite, before the pandemic. The location is at Mall Artha Gading, which is not too far from my home. It's perfect to spend luch or dinner for couples or families. Me and Will love to spend our weekend dinner in here. Ikkudo Ichi is famous as Halal Japanese Restaurant with no pork and no lard. 

Ikkudo Ichi at Artha Gading Mall.

They have two maincourse such as ramen (noodle) and don (rice). Beside that, there are also others umami's food such Gyoza, Japanese Curry, Chicken Karage. My favorite menu is Tori Signature Kara Ramen. The ramen is very delicious for me, with brown mushroom, tender chicken slices, spring onions, and onsen egg. The ramen soup is so tasty, mild, and meting in my mouth. It can be original or spicy. 

Curry Ramen and Tori Signature Kara Ramen.

There are small and regular size for ramen. We also can choose the type of noodle like thin noodle or curly noodle. I always order reguler size curly noodle, because the price is not much different, and i love Ikkudo Ichi Ramen so much! So, I can finish one bowl by myself. The price is around Rp50.000 for one bowl of regular ramen or cost approx Rp150.000 for two include drinks and tax. 

I love Gyoza!

I love gyoza too. They have pan fried chicken and shrimp gyoza with authentic sauce. It reminds me when I was in JapanI also love to order Ocha, because it's very relaxing and we can refill it all the time. 

The Atmosphere is very awesome with sakura tree, hanging lanterns, and wooden dining table. But there is no music there, I think there will be great if they play the Japanese instrumental. It's quite crowded on the weekend and we should do the reservations for a large of number.

OveralI, I always have a great time there. The atmosphere make me feels like in Japan. The ramen always make my happy tummy. The waiters is friendly and helpful. I give five stars for Ikkudo Ichi for all the experience that I get. You must try this! 

_____

Ikkudo Ichi
Address: Mall Artha Gading Floor 2.
Jl. Boulevard Artha Gading, Jakarta Utara.
Telephone: (021) 22455136.
Open: Monday-Sunday (10.00-21.00).

*This article was written in workshop with The British Institute (TBI).

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Klaim Bagasi Rusak Saat Penerbangan dari Maskapai dan Asuransi Perjalanan

"Koperku kok oleng ya", kataku sambil menggerek koper yang tak seimbang setelah kuambil dari tempat pengambilan bagasi.

Aku perhatikan koperku dari semua sisi. Ternyata bagian sudut bawah dekat roda jebol! Jam empat subuh saat itu, saat aku tiba kembali di Bandara Soekarno Hatta, setelah penerbangan panjang dari Jepang. Mungkin karena masih terlalu mengantuk, aku dan Will bergegas mencari kendaraan untuk pulang karena ingin beristirahat lebih cepat.

Dalam perjalanan pulang, aku baru ingat, "Kita kan beli travel insurance, bisa dong klaim bagasi rusak?" Akhirnya aku mencari informasi dan menelepon customer service maskapai terkait kerusakan bagasi yang terjadi. Kemudian kami berinteraksi melalui email dan diarahkan ke email CGK Lost and Found untuk proses lebih lanjut. 

Perjalanan dengan Koper Pertama

Sebelum pergi ke Jepang, aku memang sudah berpikir untuk membeli koper baru karena koper pertamaku ini bagian rodanya sudah tidak berfungsi dengan baik. Sesuai dugaanku, benar saja setelah perjalanan ke Jepang koper kesayangan ini rusak.

Dulu waktu pertama kali ke luar negeri, aku membeli koper dari situs online dengn harga Rp350.000-an dengan ukuran 26 inch. Ukuran yang cukup besar karena aku akan pergi ke Korea selama 7 hari saat itu. Koper pertama ini sudah menemaniku ke berbagai tempat, seperti Korea, Singapura, Thailand, Bali, dan Jepang. Jadi sudah pasti koper ini menyimpan banyak kenangan mantan yang tak terlupakan. 

Klaim Bagasi Rusak Saat Penerbangan
Foto terakhir bersama koper kesayangan di Stasiun Tama.

Sebenarnya waktu di Jepang, aku sudah merasa koper ini gak nyaman digunakan, rodanya gak berjalan dengan baik apalagi saat jalan di aspal. Aku sudah mulai deg-degan sebenarnya takut koperku benar-benar rusak di tengah jalan. Tak disangka, foto di Stasiun Tama Jepang ternyata adalah foto terakhir bersama koper pink kesayangan.

Hak Penumpang untuk Klaim Bagasi Rusak 

Selama ini aku hanya mendengar dan melihat kejadian koper rusak saat ambil bagasi di bandara dari teman atau media sosial saja. Tapi kali ini, aku benar-benar mengalaminya. Pengalaman koper jebol menjadi pengalaman yang berharga buatku. Bagasi rusak saat penerbangan bisa terjadi kapanpun dan oleh siapapun.

Faktornya kerusakan bagasi bisa disebabkan karena stiker bagasi yang terlalu banyak, distribusi koper, atau memang kita lagi gak beruntung aja. Makanya gak heran kalo koper-koper yang kita lihat di bandara itu selain dipasangkan gembok, juga ada yang dipasangkan luggage cover, luggage strap, dan luggage tag. Semua usaha dilakukan agar bagasi tetap aman selama perjalanan. 

Ada beberapa kriteria bagasi rusak saat penerbangan. Misalnya bagasi tidak diterima tepat waktu/mengalami keterlambatan, koper penyok/lecet, bagasi yang tertinggal, dan lain-lain. Kriteria bagasi rusak bisa dilihat di website sesuai maskapai penerbangan yang kita naikki. Koperku masuk dalam salah satu kriterianya.

Tahu gak sih kalau saat bagasi kita mengalami kerusakan, kita berhak untuk melakukan klaim bagasi. Apalagi hal tersebut tertulis dalam pasal 5 ayat 1 Permenhub 77 Tahun 2011, tentang jumlah ganti rugi/klaim terhadap penumpang yang mengalami kehilangan, musnah atau rusaknya bagasi tercatat.

Dua jenis kompensasi yang dilakukan adalah yang pertama kerusakan bagasi tercatat diberikan ganti kerugian sebesar Rp200.000 per kg dan paling banyak Rp4 juta rupiah per penumpang. Kedua, kerusakan bagasi tercatat diberikan ganti rugi sesuai jenis, bentuk, ukuran, dan merek bagasi tercatat.

Hal tersebut adalah salah satu tanggung jawab maskapai penerbangan. Menurutku, sudah dipastikan kerusakan bagasi saat penerbangan bikin mood jadi terganggu. Tapi kalau bisa melakukan klaim, setidaknya kita bisa mendapatkan bantuan dan kompensasi kan?

Klaim Bagasi Rusak dari Pihak Maskapai

Awalnya aku gak terpikirkan untuk klaim bagasi, karena memang aku mau ganti koper dengan kualitas yang lebih baik juga. Mungkin kupikir, memang sudah saatnya ganti koper. Aku sudah sampai Jakarta dengan selamat dan koper itu gak rusak waktu di Jepang.

Perjalananku ke Jepang menggunakan ANA Airlines. Berdasarkan info yang kulihat di laman website ANA Airlines, klaim bagasi rusak bisa diurus paling lambat 7 hari setelah penerbangan. Namun jika kamu sadar bagasimu rusak saat kamu menerimanya di bandara, akan lebih baik jika langsung menuju counter baggage claim sehingga langsung dibuatkan surat keterangan.


Aku memang suka menyimpan tiket wisata, tiket pesawat fisik, termasuk baggage tag untuk kenang-kenangan. Tapi aku baru tahu lho kalo dibalik baggage tag itu ternyata ada keterangan baggage claim untuk klaim bagasi rusak. Yaampun, kemana aja Irene selama ini? Haha

Jangan dibuang dulu baggage tag-nya.

Berikut ini adalah beberapa dokumen yang perlu dilengkapi terkait klaim Kerusakan Bagasi dari pihak maskapai:

  1. Menginformarikan merek dan tahun pembelian bagasi.
  2. E-Ticket keberangkatan dari Indonesia ke Indonesia.
  3. Boarding Pass keberangkatan dari Indonesia ke Indonesia.
  4. Baggage Tag.
  5. Copy Passport.

Aku mengajukkan klaim sebesar Rp500.000, namun yang disetujui sebesar Rp400.000. Proses klaim bagasi rusak dari pihak maskapai ANA Airlines gak terlalu lama, pelayanannya ramah dan fast response. Jika teman-teman mengalami kerusakan bagasi, lebih baik langsung bergegas ke bagian Baggage Claim untuk ditindaklanjutti lebih cepat. Info lebih lengkap tentang hal yang harus dilakukan saat bagasi rusak juga bisa cek di sini ya.

Klaim Bagasi Rusak dari Pihak Asuransi Perjalanan

Ini kali pertama aku menggunakan asuransi perjalanan dan langsung mengajukan klaim. Sebelum pergi ke Jepang, aku dan Will membeli travel insurance dari AXA, seharga Rp222.300 untuk 2 orang, dengan periode perjalanan selama 7 hari. Berarti per-orang sekitar Rp100.000-an aja!

Secara bersamaan, aku juga email pihak asuransi perjalanan untuk mendapatkan klaim bagasi rusak. Saat itu, aku baru benar-benar perhatikan isi polis asuransi perjalananku. Asuransi perjalanan ini tak hanya mencakup kerusakan atau kehilangan bagasi, tapi ada juga yang meliputi delay pesawat, rumah sakit, dan lain-lain.

Sempat foto di Bandara kerusakan bagasi ini.

Dokumen yang perlu dilengkapi terkait klaim kerusakan bagasi dari asuransi perjalanan sebenarnya tak berbeda jauh dengan dokumen klaim Kerusakan Bagasi dari pihak maskapai penerbangan. Namun beberapa tambahannya adalah formulir klaim, surat resmi dari pihak maskapai mengenai, dan sertifikat asuransi yang kita beli sebelum penerbangan.

  1. Formulir klaim (terlampir dari pihak asuransi perjalanan)
  2. Surat resmi dari pihak Maskapai mengenai kerusakan bagasi.
  3. Menginformarikan merek dan tahun pembelian bagasi.
  4. E-Ticket keberangkatan dari Indonesia ke Indonesia.
  5. Boarding Pass keberangkatan dari Indonesia ke Indonesia.
  6. Baggage Tag
  7. Sertifikat Asuransi.
  8. Copy Passport

Aku mengajukkan klaim sebesar Rp500.000, dan disetujui dengan nominal yang sama. Proses klaim bagasi rusak dari pihak asuransi perjalanan kira-kira satu bulan. Namun pelayanannya juga fast response. Untuk klaim bagasi rusak, aku harus mengirim koper rusakku ke kantor AXA sebagai barang bukti. Iya aku mengirimkannya melalui ojek online, karena jika menggunakan layanan pengiriman biasa harganya jauh lebih mahal.

Klaim bagasi rusak saat penerbangan dari maskpai penerbangan dan asuransi perjalanan membuahkan hasil yang cukup menguntungkan. Setidaknya aku mendapatkan Rp900.000 dari hasil klaim bagasi rusak. Jadi, sebelum perjalananmu benar-benar selesai, jangan buang dokumen-dokumen penting penerbangan seperti baggage claim tag dan data penerbangan ya, karena hal tak terduga seperti bagasi hilang atau rusak bisa saja terjadi. 

Simpan dokumen penerbangan untuk klaim bagasi rusak jika dibutuhkan. Semoga bermanfaat!
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Tips Jalan-jalan ke Jepang Pertama Kali

Once a year, go somewhere you've never been before. ~Dalai Lama
Selalu ada yang pertama untuk semua hal, termasuk jalan-jalan ke tempat yang belum pernah kita datangi. Kalau kata Dalai Lama, "Once a year, go somewhere you've never been before." Aku selalu excited setiap mau pergi ke suatu tempat apalagi itu tempat baru apalagi tempat itu sudah menjadi bucketlist-ku (dan selalu akan jadi bucketlist); JEPANG! Aku pergi ke Jepang Tapi bukan tanpa persiapan, beberapa tips dibawah ini mungkin bisa berguna buat kamu ketika pertama kali pergi ke Jepang;

1. Membawa Coin Purse

Tahu kan kalau koin itu gak bisa ditukar balik ke money changer? Berbeda dengan uang koin 500 di Indonesia, pecahan terbesar mata uang koin 500 yen setara dengan Rp65.000. Oleh karena itu, aku mendahulukan membayar dengan uang koin saat berbelanja. Membawa dompet koin akan memudahkan kita saat mengambil uang koin agar tidak tercecer. 

2. Membawa Sambal

Orang Indonesia memang tak bisa terlepas dari sambal. Bagi pecinta makanan pedas, kamu wajib bawa sambal favoritmu saat pergi ke Jepang. Rata-rata makanan di Jepang tidak menyajikan sambal dalam menunya. Biasanya ada sih cabe bubuk dan wasabi, tapi lidah ini rindu pedasnya sambal Indonesia yang nikmat itu.  

3. Ada Hadiah dari Majalah Jepang

Waktu zaman sekolah dulu, aku suka beli majalah. Tapi semakin berkembangnya era digital, aku sudah lama gak beli majalah. Tapi ternyata majalah di Jepang itu di bundling dengan hadiah yang menarik dari brand ternama! Ada hadiah totebag, pouch, make-up, jam tangan, dll. Aku membeli majalah Jepang seharga 1000 yen (sekitar Rp135.000) dan mendapatkan pink sling bag & wallet. Menang banyak aku nih.

@pinktravelogue Tips ke Jepang #fyp #foryoupage #traveltips #japan #tiktoktravel #tiktokindo #spreadhappiness #jepang #japantravel ♬ How You Like That - BLACKPINK


4. Makanan Supermarket Diskon pada Malam Hari

Sejujurnya waktu di Jepang, aku gak selalu makan di restoran. Apalagi harga makanan di Jepang cukup mahal ya. Jadi cara hemat kami adalah dengan membeli makanan siap saji di supermarket dekat hotel. Makanan yang disajikanpun sangat beragam, seperti; chicken katsu, gyoza, sushi set, onigiri, aneka pudding, dan masih banyak lagi. Makanan Supermarket tersebut biasanya diskon hingga 50% diatas jam 8 malam.

5. Membawa Cutlery Set

Selain membeli makanan cepat saji, kami juga memasak di hotel. Masakan simpel berupa rebusan ramen dan yang kami beli di Supermarket. Kami merebus air menggunakan water kettle yang disediakan hotel. Tapi kadang kami tidak diberikan sendok atau sumpit, dan di kamar hotelpun tidak tersedia sendok. Untung saja aku bawa sendok garpu, penyelamatku!

6. Sensor Toilet

Jepang terkenal dengan kebersihan dan teknologinya yang canggih. Tapi ketika aku mengunjungi salah satu tempat wisata, toilet terlihat agak kotor dan bau. Mungkin wisatawan belum tahu bahwa cara flush air dan membuang sampah menggunakan sensor tangan. Selain itu, toilet flush juga tersedia beberapa pilihan; full flush/half flush/eco flush. Jadi bisa hemat air ya, keren banget deh!

7. Harga Belum Termasuk Pajak

Pertama kali aku sempat bingung karena ada dua harga di kemasan makanan yang mau aku beli di Lawson. Ternyata barang-barang di Jepang biasanya belum termasuk pajak. Gak cuma di Supermarket, tapi di Department Store, Daiso, dan tempat lainnya, harga yang tertera biasanya belum termasuk pajak atau tertera dua harga (sebelum dan sesudah pajak). 

Besar pajak di Jepang adalah 8%. Jadi misalnya, aku berbelanja di Daiso seharga 100 yen, jika ditambah pajak harganya menjadi 108 yen. Tapi beberapa gerai juga menetapkan kebijakan bebas pajak untuk pembelanjaan diatas 5000 yen.

8. Air Minum di Jepang Gratis

Salah satu tips hemat makan di Jepang adalah tidak perlu membeli air di restoran. Biasanya restoran di Jepang menyediakan air minum berupa air putih atau teh gratis. Kecuali kamu ingin minuman lain seperti; soda atau jus. Di hotel tempatku menginap juga tidak tersedia air mineral dalam kemasan botol, jadi aku selalu mengisi botol minumku dari tap water sebelum pergi.

9. Plug Adapter

Colokan listrik di Indonesia dan Jepang berbeda, untuk itu kita wajib membawa travel universal adapter. Jenis colokan listrik di Jepang berbentuk lebih tipis dan pipih. Aku juga membawa colokan cabang karena aku membutuhkan plug lebih untuk mengisi daya HP, kamera, dan powerbank

10. Sim Card

Ini nih paling penting, yaitu WiFi! Secara di Jepang, aku mengandalkan google maps untuk mencari lokasi. Fyi, gak semua tempat dan hotel menyediakan WiFi. Kalaupun ada di hotelku saja hanya berlaku untuk 30 menit pertama. Jadi, waktu pergi ke Jepang, aku memakai sim card dari Airsim dengan paket data untuk seminggu.



Menurutku menggunakan sim card Airsim lebih praktis, karena cara kita tidak perlu membawa modem dalam tas sehingga lebih praktis. Sim card Airsim bisa digunakan dalam jangka waktu satu tahun dan dapat diisi ulang sesuai negara tujuan kita. Info selengkapnya bisa cek disini ya. Ready to go to Japan? Let's go!


...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Join Over 75k + Subscribers