Indonesia Kaya Keanekaragaman Hayati

Indonesia Kaya Keanekaragaman Hayati.

Bahasa soal keanekaragaman Hayati di Indonesia memang gak ada habisnya. Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati.  Ekosistem hutan dan laut punya peranan penting dalam kehidupan kita. 

Tingkat keanekaragaman hayati terbagi dalam ekosistem, yang merupakan keanekaan bentuk dan susunan bentang alam di darat maupun laut. Misalnya padang lamun, hutan hujan tropis, gambut, mangrove, terumbu karang, dan padang lamun. 

Kemudian spesies, yang merupakan keanekaragaman jenis yang yang menempati ekosistem yang punya ciri berbeda satu dengan yang lain. Misalnya Felidae (famili mamalia carnivora) ada kucing, cheetah, dan singa. Lalu genetik, yaitu keanekaragaman individu dalam suatu jenis. Misalnya buah mangga, ada mangga harum manis dan mangga manalagi. Wilayah Indonesia menempati 1,3% wilayah daratan di bumi, tapi punya 17% dari seluruh jumlah spesies di dunia lho!
Berbagai spesies keanekaragaman hayati fauna di Indonesia. 

Keanekaragaman hayati sebagai sistem penunjang kehidupan, Indonesia memiliki berbagai macam jenis tanaman pangan, sumber minyak,  kacang-kacangan, rempah, sayur, dan buah. Bahkan beberapa daerah masih mengandalkan bahan alami dari alam sebagai obat-obatan. Sebut saja ada daun gatal, daun sambiloto, sereh, jahe, alan-alang, dan masih banyak lagi!

Kaya akan bahan pangan, Indonesia memiliki alternatif karbohidrat lain selain beras lho! Misalnya ubi, sagu, kedelai, jagung, dan sorgum. Pada zoominar #EcoBloggerSquad, Yayasan KEHATI memaparkan bahwa telah melakukan pendampingan komunitas sorgum di Likotuden - Flores Timur, Ende - Flores Tengah, dan Lembor - Flores Barat. 

Sorgum tumbuh baik di tanah kering tandus seperti di Flores. Hal ini menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim, dimana banyak tanaman (termasuk padi) rentan ketika suhu naik. Sorgum mengandung serat, rendah kalori, protein tinggi, dan perawatannya tanpa pupuk. Hasil olahannya bisa dijadikan kecap dan tepung.
Pendampingan Yayasan KEHATI terhadap masyarakat Flores, NTT.

Di Ende Flores Tengah, sorgum memiliki akar budaya yang kuat karena digunakan untuk ritual pelepasan roh. Aku pernah mengunjungi Nusa Tenggara Timur, tapi belum pernah coba sorgum. Kamu pernah coba sorgum?

Menjaga alam dengan tradisi adalah bentuk kecintaan masyarakat adat. Oleh karenanya masyarakat adat harus diperhatikan dan dijaga. Mereka lebih dekat dengan alam dan tahu bagaimana cara mencintai alam, karena mereka hidup langsung dari hasil alam. Selain bahan pangan, masyarakat menggunakan bahan pewarna alami dari tanaman. 


Contoh lainnya adalah masyarakat adat di Papua dan Maluku juga menerapkan sasi untuk menjaga alam. Jadi, sasi itu larangan untuk mengambil sumber daya alam tertentu sebagai upaya pelestarian demi menjaga kualitas dan keanekaragaman hayati yang ada. 

Selain itu, Yayasan KEHATI juga menaruh perhatian lebih kepada kaum perempuan di Flores, Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut dilakukan karena kaum perempuan  terlibat  mulai dari produksi-konsumsi, memperhatikan gizi anak, dan sudah banyak petani-petani perempuan. Peran perempuan sangat besar dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Petani Sorgum Perempuan. Sumber: https://kehati.or.id/

Indonesia memang kaya akan keanekaragaman hayati, namun juga memiliki ancaman karena berbagai penyebab dan pemicu. Sumber daya alam semakin berkurang karena pembangunan tidak berwawasan lingkungan, over eksploitasi (perdagangan satwa), deforestasi, dan perubahan iklim.

Climate change is real! Perubahan iklim bisa menyebabkan kekeringan yang menyebabkan gagal panen, yang ujung-ujungnya berimbas juga sama kita karena kurang bahan pangan. Selain itu, perubahan iklim juga menyebabkan coral bleaching (pemutihan karang). Padahal tahu kah kamu, bahwa laut menyimpan oksigen terbesar di bumi?
A Reminder. Google on Earth Day 2022.
Pilih yang mana? Perubahan iklim juga menyebabkan coral bleaching (pemutihan karang).

Diperkirakan akan terjadi penurunan 10% panen padi untuk kenaikan suhu 1 derajat celcius pada bidang pertanian dan pangan, serta penurunan hingga 40% untuk tangkapan ikan di zona ekonomi ekslusif yang disebabkan ikan-ikan bergeser mencari iklim yang lebih sejuk.

Peran generasi mudah juga sangat penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dalam upaya menekan dampak perubahan iklim. Semakin kita kaya akan informasi, kita semakin sadar pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati. Kita bisa mulai dari diri sendiri untuk mendorong perubahan di masyarakat agar lebih peduli. Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, dengan mengonsumsi pangan lokal, menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik.

Selamat Hari Bumi.
___

Keep in Touch
Thanks for reading!

0 komentar: