Hutan Indonesia Salah Satu Solusi Mitigasi Iklim

Gletser terakhir di Indonesia. Sumber: Good News From Indonesia

Beberapa tahun belakangan, berasa gak sih cuaca di negeri ini gak menentu? Apalagi kalau lagi panas rasanya menyengat banget, mataharinya gak ada diskon. Masih ingat juga banjir bandang yang terjadi di Kalimantan Selatan dan NTT belum lama ini? Kondisi ekstrem tersebut adalah tanda-tanda perubahan iklim. Makanya, kita butuh solusi untuk krisis iklim yang terjadi. Salah satunya adalah Hutan Indonesia sebagai Mitigasi Iklim. Apa maksudnya?



Masalah Krisis Iklim di Indonesia


Berdasarkan World Economic Forum pada The Global Risk Report 2019, menyatakan bahwa perubahan iklim menempati posisi teratas sebagai penyebab musibah seperti bencana alam, cuaca ekstrem, krisis air bersih, hilangnya keanekaragaman hayati dan ekosistem. 

Yuyun Harmono, selaku Manager Kampanye Keadilan Iklim Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mengatakan bahwa perubahan iklim yang terjadi menyebabkan biodiversitas dan ekosistem terganggu sehingga berdampak pada kehidupan manusia, seperti; kelangkaan air dan gagal panen/kekurangan pangan.
 

Sebuah lembaga analisis bernama Carbon Brief, mengumpulkan data dari enam lembaga pemantau suhu permukaan bumi dan menyatakan bahwa Tahun 2020 adalah suhu terpanas sepanjang sejarah dengan kenaikan 0,9 derajat celcius lho! Nah, jika peningkatan mencapai ambang batas suhu yaitu pada 1,5 derajat celcius, hal ini akan menyebabkan pemusnahan terhadap ekosistem penting yang mendukung kehidupan manusia, misalnya sumber pangan.
Dalam acara gathering virtual Eco Blogger Squad pertama ini, ka Gita memperkenalkan kami sebuah teori bernama Ekonomi Donat dari Kate Worth. Sebuah diagram yang berbentuk donat ini menggambarkan hubungan antara sumber daya alam, manusia, dan kesejahteraannya. 

Diagram terdiri dari lingkaran bagian luar dan dalam. Lingkaran pada bagian dalam menunjukkan sumber daya bagi kehidupan kita, seperti; makanan, air, energi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Sedangkan lingkaran pada bagian luar menunjukkan batasan alam yang bisa menjadi potensi terjadinya krisis iklim, polusi air, rusaknya ekosistem, dan lain-lain.

Sedangkan ruang yang ada bagian tengah diantara keduanya menunjukkan ruang tempat manusia bertahan hidup. Diagram Ekonomi Donat menjelaskan bahwa lingkaran bagian luar adalah batas yang harus kita jaga, supaya apa yang ada pada lingkaran bagian dalam, tidak mengganggu fungsi ekologis. Tanpa tanah, udara, air yang kualitasnya baik, akan sulit untuk merencanakan sesuatu di ruang bagian tengah. 

Hutan Bukan Hanya Sekadar Pohon


Hutan memang identik dengan pohon-pohon. Tapi lebih dari itu, hutan adalah rumah bagi flora dan fauna khas Indonesia serta memiliki banyak kekayaan alam untuk kehidupan makhluk hidup, apalagi hutan di Indonesia. Hutan mungkin terlihat jauh di mata, namun manfaatnya bisa kita rasakan, termasuk sebagai pemasok oksigen paling besar di muka bumi dan sebagai sumber pangan. 



Pada tahun 2020, transaksi e-commerce mencapai nilai Rp266,3 T, namun presentasi produk lokal masih dibawah 20% di semua platform (fashion, makanan, alat rumah tangga, dan lain-lain). Padahal kita harusnya bangga dengan produk lokal dan hasil hutan Indonesia. Dengan membeli produk lokal hasil hutan, kita tidak hanya membantu melestarikan alam, tapi juga membantu masyarakat yang hidup dari hasil hutan.


Hutan Indonesia menjadi salah satu solusi mitigasi iklim dan hal-hal di atas adalah peran kita untuk bantu jaga hutan. Kita juga bisa dukung produk hutan non-kayu lainnya di sini ya. Christian Natalie, selaku program manager Hutan Itu Indonesia (HII) mengatakan bahwa kita harus gencar melakukan kampanye dan narasi tentang pentingnya hutan dan kaitannya dengan perubahan iklim.

Selain menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup, hutan itu adalah sumber inspirasi. Saya suka mendengarkan beberapa lagu dari musisi yang terinspirasi dari alam. Beberapa lagu favorit saya antara lain lagu; Alami (Slank), Mahameru (Ari Lasso), Indonesiaku (Trio Lestari). Apa kamu terinspirasi dari alam juga?

Hutan Indonesia sebagai Salah Satu Solusi Mitigasi Iklim


Climate change is real! Kamu tahu kan salju Pegunungan Cartenz Jayawijaya di Papua adalah satu-satunya salju abadi di Indonesia? Namun keberadaan salju di sana semakin menipis. Para peniliti memperkirakan bahwa gletser ini akan mencair dan hilang pada tahun 2025!

Masalah krisis iklim yang terjadi di Indonesia dapat ditangani salah satunya dengan menjadikan hutan  sebagai salah satu solusi mitigasi iklim. Mitigasi iklim maksudnya usaha untuk mengurangi resiko peningkatan emisi gas rumah kaca.
Merayakan hari bumi, juga menyelamatkan manusia. Alam bisa hidup tanpa manusia, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa alam. -Gita Syahrani, kepala sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL)-
Krisis iklim terjadi karena pemanasan global. Banyak faktor yang menyebabkan pemanasan global, antara lain; meningkatnya efek rumah kaca, polusi udara, penggunaan listrik yang boros, sampah plastik, dan penggundulan hutan. Padahal fungsi hutan adalah mengatasi efek rumah kaca penyebab pemanasan global. 

Untuk itu penting juga untuk menerapkan prinsip energi berkeadilan dalam upaya melakukan mitigasi perubahan iklim, antara lain dengan; menyediakan akses energi untuk semua sebagai hak dasar manusia, memastikan hak-hak pekerja, dan hak free, prior and informed consent bagi masyarakat yang terkena dampak, serta memastikan energi yang adil, dan meminimalisir limbah energi itu sendiri. 

Hak free, prior and informed consent yang dimaksud adalah hak masyarakat adat untuk mengatakan "ya dan bagaimana" atau "tidak" untuk pembangunan yang mempengaruhi wilayah mereka. 


Dalam rangka Hari Bumi, yuk mari kita berkontribusi juga untuk mengurangi jejak karbon untuk bumi yang lebih lestari dengan apapun profesi kita. Hutan Indonesia menjadi salah satu solusi mitigasi iklim, mari kita jaga bersama. Let's celebrate earth day every day!


Keep in Touch
Thanks for reading!

0 komentar: