Decathlon: Sports Megastore untuk Semua

Akhir pekan lalu, saya dan Will pergi ke Decathlon Indonesia. Decathlon adalah salah satu pusat perlengkapan outdoor terbesar di Indonesia. Decathlon merupakan perusahaan besar asal Perancis yang menyediakan perlengkapan outdoor dari berbagai jenis olahraga dengan harga yang sangat terjangkau. Area Decathlon ini dekat sekali dengan IKEA, persisnya cuma sebelah-sebelahan saja. Tinggal jalan kaki juga bisa (kalau mau). Tahun ini Decathlon membuka gerai pertamanya di Alam Sutera. Fyi, disini gak ada restoran-restoran seperti di IKEA, yang kami lihat cuma ada foodtruck Hokben di lapangan parkir.


Bagi pecinta alam dan olahraga pasti sangat senang mengunjungi tempat ini. Tempatnya sangat luas seperti gudang besar yang berisi perlengkapan outdoor yang banyak dan lengkap menurut saya. Mulai dari sepatu, baju, perlengkapan hiking, perlengkapan snorkeling, dan berbagai perlengkapan olahraga seperti raket, bola, kacamata, sarung tangan, bahkan miniatur net untuk main bulutangkis.

Suka banget sama tas ini!


Baju olahraga dibandrol dari harga Rp. 40.000, sepatu olahraga dari harga Rp. 200.000, dan semua barang disini memiliki garansi antara 1-10 tahun. Wow! Awalnya sih kesini cuma mau beli peralatan snorkeling, yang sudah pernah kami lihat sebelumnya di website. Tapi saking banyaknya barang yang bagus (dan pink lagi) jadi beli yang lain juga. Total yang saya keluarkan tidak kurang dari Rp. 300.000 untuk membeli kaos dryfit, tas 10 liter, dan peralatan snorkeling. Lumayan banget kan?


(Kaos dryfit Rp. 56.000, Tas 10 liter Rp. 40.000, Set Peralatan Snorkeling Rp. 200.000)
Wajib punya ini ya!
Carrier Cowok VS Carrier Cewek (bisa couple-an nih)


Tidak hanya menjual perlengkapan outdoor, Decathlon juga menyediakan lapangan olahraga yang bisa kita gunakan secara cuma-cuma. Menurut saya, tempat ini oke banget untuk jadi salah satu alternatif liburan kamu! Kalo udah kesini, rasanya jadi makin semangat buat olahraga.

Will come back for sure!
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

1 komentar:

City Tour Jakarta

Welcome to My Hometown!

Jakarta adalah ibu kota negara yang ramai dan sibuk siang-malam. Selain menjadi pusat pemerintahan, kota metropolitan terbesar di Asia Tenggara ini juga memiliki berbagai tempat wisata. Ditengah padatnya kota Jakarta, saya dan Will mencoba untuk jalan-jalan keliling Jakarta menggunakan public transportation.

Mungkin buat yang bosen mau nge-date kemana, weekend getaway mau kemana, kamu bisa coba jalan-jalan keliling Jakarta menggunakan public transportation. Anggap saja perjalanan ini sebagai olahraga untuk membuang kalori. Jangan lupa top up kartu elekronik untuk naik bus Transjakarta ya!

Melawan angin kencang diatas puncak Monas.

Kalau Paris punya menara Eiffeel dan Korea punya N-Seoul Tower, Jakarta punya Monumen Nasional! Tugu monas merupakan salah satu landmark teritinggi di kota Jakarta. Disini kita bisa melihat bangunan-bangunan pencakar langit dan kota Jakarta dari berbagai sudut. Para pelancong pasti gak melewatkan momen untuk pergi kesini. Bahkan waktu saya berkunjungpun, saya melihat banyak orang asing antusias melihat Monas!



Kota Jakarta dari atas Monas

Sebenarnya dulu banget sudah pernah ke Monas, sepertinya waktu zaman masih SMA. Tapi lain dulu, lain sekarang, lift Monas terasa lebih besar dan bersih (perasaan apa emang benar ya?) Dulu bayarnya pakai uang cash, tapi sekarang kita harus menggunakan kartu Bank DKI. Fyi, harga tiket masuk sampai ke cawan Monas Rp. 5000, kalau sampai ke Puncak Monas Rp. 15.000. Saya dan Will pastinya membeli tiket untuk sampai Puncak Monas donk!


Dari monas, kami menunggu bus tingkat untuk menuju ke Jakarta Creative Hub. Bus tingkat ini gratis dan kamu bisa naik ini buat keliling Jakarta untuk mengunjungi wisata sejarah, kuliner, dan belanja. Tapi hati-hati jangan sampai salah naik bus tingkatnya ya! Naik bus tingkat yang ada tulisannya “City Tour Jakarta”.


Rute Bus City Tour Jakarta

Perhatikan rutenya, karena bus tingkat datang dan pergi dari berbagai penjuru ibukota. Saya dan Will langsung masuk, naik, dan duduk paling depan. Kami sangat menikmati pemandangan sepanjang jalan dari atas Double Decker Jakarta.

Welcome to Jakarta Creative Hub
Cafe at Jakarta Creative Hub
Pameran Batik "Sejauh Mata Memandang"
Pameran kain batik karya Citra Subyakto, yang dua diantaranya adalah karya ibu-ibu dari Rusun Marunda.

Kemudian kami turun di Halte Plaza Indonesia, lalu  berjalan beberapa meter menuju Jakarta Creative Hub. Lokasinya terletak di lantai 1 Gedung Graha Niaga Thamrin. Jakarta Creative Hub bisa digunakan untuk tempat workshop, seminar, dan pameran. Disini juga ada open library dan café (walaupun cafenya belum buka waktu kami berkunjung kesana). Banyak mesin-mesin dan peralatan produksi yang belum pernah saya jumpai. Dan yang paling saya ingat, di bagian belakang terdapat  co-office area sebanyak 12 ruangan untuk perusahaan start-up. Jika datang tepat waktu pk 11.00 dan 13.00 (kalau tidak berubah), ada walking tour dari pihak Jakarta Creative Hub.




Tempat ini memang biasanya menjadi langganan photoshoot dengan tema-tema vintage. Dari foto model, sweet seventeen, yearbook sampai pre-wed semua bisa foto disini. Zaman saya dulu foto yearbook SMA, tempat ini pasti selalu menjadi salah satu alternatif tempat untuk photoshoot.

Sudah agak lewat jam makan siang dan kami sudah (lumayan) lapar, jadi kami memutuskan untuk makan siang di Historia Food and Bar. Tempatnya vintage dan cozy banget. Makanannya juga enak dan Indonesia banget! Kami mencoba salah satu kuliner betawi yaitu Sayur Babanci. Sayur Babanci kini sudah langka karena sulitnya menemukan bahan dan rempah-rempahnya.

Interiornya klasik banget!

Muralnya keren
Di wilayah Kota Tua ini banyak banget museumnya. Ada Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Seni Rupa & Keramik. Belum sempat menjelajah ke semua museum-museum ini karena waktu yang terbatas dan sore-sore biasanya museum sudah ditutup. Should we go back next time?

The Jakarta History Museum
Karena museum-museum sudah tutup, kami menikmati jalan sore di sekitar Kota Tua. Lalu kami pergi ke Semasa Café. Dari berbagai coffee shop yang menjamur di ibu kota, Semasa Café ini menyajikan berbagai macam teh. Fyi, kalau kesini susah cari parkirnya karena lokasinya di pinggir jalan. Jadi lebih baik naik transportasi umum atau cari parkir yang agak jauh dan aman.

Sore-sore minum teh
Shot by William 
Hari sudah semakin larut malam, kami memutuskan untuk pulang. Sebenarnya masih ada beberapa tempat di Jakarta yang belum pernah kami kunjungi. Jakarta itu luas sekali, jadi sepertinya 1-2 hari masih belum cukup untuk menjelajah Jakarta. Saya masih penasaran banget mau explore Jakarta lagi. Mungkin ke Monas waktu malam hari dan melihat gemerlapnya kota Jakarta, bagus juga kali ya?

Enjoy Jakarta!



...

Keep in Touch
Thanks for reading!

2 komentar:

Geowisata Goa Pawon

Bandung bukan hanya terkenal dengan wisata kuliner atau belanja. Untuk sebagian orang, mungkin mengunjungi beberapa tempat sejarah kurang menyenangkan, tapi saya tertarik pergi kesana. Kamu pernah tahu ada goa alami di Bandung? Namanya Goa Pawon.

Perjalanan kali ini, saya pergi bersama trip planner Rani Journey. Kalau kamu lihat di websitenya, Rani Journey ini menyediakan beberapa pilihan weekend getaway beserta jadwal dan harganya. Jadi tinggal pilih saja mau pergi kemana. Dengan harga Rp. 185.000, kita sudah bisa pergi ke Goa Pawon dan Stone Garden. Sudah termasuk biaya transportasi, guide, makan siang, dan tiket wisata. Menarik bukan?

Perjalanan selama 5 jam dari Jakarta menuju Bandung Barat tidak terlalu berasa karena saya tidur. Cuaca mendung tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap menikmati geowisata alam. Sesampainya disana, kami menyantap makan siang dan langsung menuju Goa Pawon. Tidak terlihat ramai waktu kami berkunjung kesana. Katanya, kalau weekdays sepi sekali, tapi waktu weekend baru ramai, itupun lebih banyak wisatawan yang berasal dari luar kota. Kami menaiki anak tangga kayu menuju kedalam Goa Pawon dan pemandu wisata menjelaskan sejarah tempat ini.


Goa Pawon adalah situs goa pra-sejarah pertama yang ditemukan di Jawa Barat. Goa ini menjadi tempat tinggal manusia purba. Pawon dalam bahasa Sunda artinya dapur. Didalam Goa Pawon banyak ditemukan peralatan dapur peninggalan manusia zaman baheula. Disini juga ada replika tulang manusia purb yang diyakini adalah nenek moyangnya orang sunda. Kebayang gak orang zaman dulu ini tinggal di goa tanpa sinyal dan hidup tanpa wifi? lol.

Replika kerangka nenek moyang.
Secercah cahaya dalam kegelapan.

Sudah siap-siap bawa headlamp di tas, ternyata Gua Pawon ini gak terlalu gelap karena ada cahaya matahari yang masuk melalui langit-langit gua. Dari mulut Goa Pawon, kami menaiki tangga kayu kecil dan melewati lorong goa. Kami bisa melihat kelelawar dan… taraaa! Ternyata isi Goa Pawon ini sungguh menakjubkan! Percayalah banyak spot foto disini walaupun disini cuma banyak batu-batu.



Demi kenyamanan, pakailah sandal gunung atau sepatu gunung. jika tidak ingin tergelincir ketika turun ke area bawah goa karena licin. Beberapa kali, saya melihat teman-teman dari rombongan lain yang menggunakan flat shoes, sandal jepit, dan sepatu cantik lainnya. Rasanya sayang banget kan!


Kamu juga bisa menikmati pemandangan alam dari dalam goa dengan ketinggian 601 mdpl.
Perjalanan kami lanjutkan ke Stone Garden yang letaknya berada diatas Goa Pawon. Konon pengunjung yang datang ke Stone Garden dibatasi karena takut meruntuhkan Goa Pawon. Jadi, mendingan jalan-jalan ke Goa Pawon sekarang daripada suatu saat, goa ini sudah punah. Yuk!

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

2 komentar: