Pengalaman Pertama Naik Kapal Pesiar | Nivea Beauty Cruise Part-1

Welcome on Board!

Aku merasa seperti mimpi! Jadi, akhir tahun lalu aku membuat wishlist, kalau aku mau banget sekali-kali bisa liburan gratis dan mau banget coba naik kapal pesiar. Eh ternyata dua hal itu terjadi sekaligus. Thank God and big thanks to NIVEA to make my dream come true!

Add caption

Waktu itu, aku mengikuti kompetisi #CantikAllOut dari NIVEA dan menjadi salah satu dari sepuluh orang terpilih yang memenangkan grandprize Nivea Beauty Cruise. #CantikAllOut versiku adalah ketika kita selalu memberikan yang terbaik untuk hal-hal yang kita jalani dan tidak pernah menyerah untuk meraih impian kita. Aku sudah beberapa kali mengkuti kompetisi NIVEA dan gak pernah menang. Nah, baru akhirnya tahun ini aku berkesempatan mengikuti NIVEA Beauty Cruise

My Every Day View From the Balcony.
Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau aku bisa naik kapal pesiar bersama Abel Cantika dan Dianty Annisa, juga bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia adalah hal yang tak terlupakan! Perjalanan kami berlayar dengan Dream Cruises dimulai dari Singapore - Penang - Phuket - Singapore. Fyi, Dream Cruises adalah kapal pesiar mewah Asia pertama lho!

Day - 1
Start Cruising

Setibanya kami di Bandara Changi Airport, kami diantar ke Marina Bay Cruise Centre. Kami langsung menuju bagian imigrasi dan bagasi. Nantinya bagasi akan langsung diantar ke stateroom (kamar) masing-masing. Sebelum berlayar, paspor kami diberikan pada petugas kapal. Jadi kami tidak perlu repot mengurus perihal imigrasi ketika berlabuh di Penang dan Phuket. 

The Palace Lounge.
Sebelum masuk ke dalam cruise, kami menunggu di lounge yang telah disediakan yang dilengkapi dengan berbagai macam makanan dan tempat yang nyaman. Kami diprioritaskan dan tak perlu lama antri untuk masuk kedalam cruiseOh! Ternyata kami menginap di stateroom Palace Suite sehingga kami dapat menikmati fasilitas lounge mewah tadi.

Ada beberapa staterooms yang disediakan oleh Genting Dream Cruise, antara lain; Palace Villa, Palace Penthouse, Palace Deluxe Suite, Palace Suite, Balcony Deluxe Stateroom, Balcony Stateroom, Oceanview Stateroom, dan Interior Stateroom. Tapi menurutku Palace Suite sudah lebih dari cukup; kamar, view, dan fasilitasnya luar biasa. I'm beyond grateful!



Kami diberi kartu pengenal berwarna emas yang digunakan sebagai access card kamar, makan, dan sebagai alat pembayaran jika membeli sesuatu didalam cruise. Jadi, kartu ini tidak boleh ditinggal, apalagi hilang! Setahuku, kartu pengenal dalam cruise dibedakan sesuai warna yang menunjukkan kelas stateroom dan fasilitas yang didapatnya.


Selain warna emas, ada juga warna merah dan biru. Kami sangat beruntung memiliki gold card yang memberikan kami banyak sekali kemudahan. Misalnya, kami bisa menyantap makanan di restoran khusus di The Palace, kami juga mendapatkan akses Private Balcony, Private Pool Deck, Spa and Gym, dan 24-hour Butler Service asal Indonesia. Menurutku peran Butler sangat membantu kami untuk mendapatkan segala informasi mengenai Dream Cruises. Kami juga mendapat fasilitas makan gratis di beberapa dining venue hanya dengan menunjukkan gold card

I'm ready for cruising!
Kami sudah berada di dalam kapal sekitar 1 jam sebelum kapal berlayar, sehingga kami bisa menikmati makan siang dalam kapal hinggal pukul 16.00. Kapal mulai berlayar pukul 17.00 waktu Singapore. Kami diberi waktu bebas hingga waktu makan malam pukul 19.00. Aku dan teman-teman sekamar menghabiskan waktu dengan jalan-jalan sore sambil menunggu matahari terbenam.


Pada hari pertama kami menyantap makan malam di Seafood Grill Primesteak House. Restoran fancy ini menyajikan menu barat lengkap dari appetizer, main course, hingga dessert dengan pilihan minum wine atau jus. Aku ingat pilihan main course ada dua macam; Black Angus Rib Eye dan Seafood Platter. Aku memilih Rib Eye karena aku gak suka cumi dan oyster. Aku gak tahu kalau Rib Eye disajikan dengan tingkat kematangan medium rare dan ternyata dagingnya masih mentah pada bagian dalamnya.

Jika suatu saat teman-teman juga berkesempatan makan di restoran ini, kamu bisa request tingkat kematangan well done kalau gak suka yang agak mentah sepertiku. Nah, tapi aku paling suka makanan penutupnya. Aku gak tahu namanya, tapi enak banget! Acara malam pertama ditutup dengan sharing session bersama Abel dan Didi, serta kak Boban dari pihak NIVEA. What a wonderful night!


Day - 2
Cruise arrive in Penang 

Pagi hari kami diajak bermain Ropes Course. Salah satu permainan outdoor yang menguji adrenalin. Kami dibagi dua kelompok untuk melakukan tantangan hingga beberapa hari ke depan. Pada tantangan pertama, beberapa orang dari anggota kelompok harus melewati Ropes Course ini. Sekilas aku teringat serial TV Benteng Takeshi, iya seperti itu. Kita harus melalui beberapa rintangan untuk bisa menang.

Ropes Course Dream Cruise.
Aku mulai mengenakan peralatan keamanan dan diajarkan cara menggunakan karabiner selama permainan. Waktu ke Gunung Parang dulu, aku juga pernah menggunakan alat seperti ini, tapi karabiner disini lebih canggih bisa mengunci sendiri, dengan memasangkannya  ke lubang yang tersedia, lalu ditekan baru bisa terbuka. Jadi, dijamin aman! Permainan Ropes Course diakhiri dengan flying fox diatas laut! Bagian yang paling seru dan menguji adrenalin, tapi harus tetep #CantikAllOut dong! Mungkin untuk yang punya phobia ketinggian bakal gemeteran, karena bawahnya itu langsung laut tanpa jaring-jaring penyelamat.


#CantikAllOutGirls setelah tantangan pertama.
Setelah menyelesaikan tantangan pertama, kami bersiap-siap untuk turun di Penang pada pukul 13.00. Kemudian, kami naik ke bis menuju ke beberapa tempat wisata di Penang. Kalau di Jakarta ada Monas sebagai menara tertinggi, Penang juga memiliki Menara Top Komtar Penang sebagai menara tertinggi. Tingginya mencapai 251.438 m lho! Kami menuju lantai 68 untuk mandatory photo di Rainbow Skywalk. (*Komtar = Komplek Tun Abdul Razak)


Aku pernah tahu ada jembatan kaca Zhangjiajie Glass Bridge di Cina. Ternyata di Penang juga ada jembatan kaca bernama Rainbow Skywalk. Tapi tak perlu khawatir, jembatan ini hanya melingkar saja dan tidak sepanjang di Cina. Dari Rainbow Skywalk, kami melihat pemandangan kota George Town yang indah. Di sini juga tersedia beberapa paket aktivitas yang menantang adrenalin, seperti selfie dari ketinggian, flyfox, dan lain-lain. Dare to try? Haha.


Rooftop Menara Top Komtar.
Kalau malam hari rasanya pasti lebih romantis deh. Selain ada lampu-lampu yang mempercantik tempat ini, kita juga bisa meilhat panorama kota Penang pada malam hari. Apalagi di lantai tertingginya ini juga ada restoran dan bar. Jadi siap-siap ajak pasangan kesini lah ya! 


Setelah itu, kami mengikuti tantangan kedua untuk membeli makan siang dan menghabiskannya. Jam makan siang sudah lewat dan kami sudah (sangat) lapar, jadi langsung saja kami membeli burger yang ada didalam Menara Top Komtar. Aku lupa nama burgernya, tapi yang pasti rasanya enak banget! Saking enaknya, kami hampir ditinggal bis untuk menuju Harriston Chocolate dan Prangin Mall. 

My Super Team.
Destinasi terakhir yang kami kunjungi di Penang adalah Kuil Sri Maha Mariamman. Kuil ini merupakan kuil tertua di Tapak Warisan Dunia George Town. Menurutku, Penang kota yang kreatif dan gak kalah instagrammable. Aku melihat banyak mural dan instalasi lampu yang menarik di tepi jalan. Sambil menunggu petang, kami jalan sore di sekitar Little India dan kembali menuju cruise sebelum matahari terbenam.


Sesampainya di cruise, kami menuju HOTPOT Cruise Dining untuk menyantap makan malam. Kali ini, kami makan malam di deck luar sambil menikmati laut malam. Dinginnya angin laut terkalahkan sama enaknya dan hangatnya makan malam di HOTPOT Restaurant ini. Tapi kalau dinginnya si dia kebangetan mending buang aja ke laut. 

Best Hotpot Ever (for me).
Makanan disini berupa suki/shabu yang dihidangkan dengan empat jenis kuah. Menu set di HOTPOT Cruise Dining sangat segar dan enaknya kebangetan! Porsi untuk satu orangpun cukup banyak. Bahkan aku berusaha menghabiskan porsiku hingga restorannya tutup. I think, this is The best HOTPOT ever!

Day - 3
Phuket and Last Night in Cruise

Akhirnya ketemu pantai lagi setelah sekian lama. Aku semangat banget mau pergi ke Phuket. Pagi-pagi kami sudah berkumpul di lobby untuk naik kapal sekoci menuju Phuket. Ketika naik kapal sekoci, aku langsung naik ke lantai atas dan aku bilang "WOW!" Yaampun aku lihat dari dekat kapal Dream Cruises itu yang katanya tiga kali lipat lebih besar dari kapal Titanic. Aku sangat menikmati perjalanan dan pemandangan menuju Phuket.

Dream Come True; Dream Cruise!
What a Beautiful View!
Setelah tiba di Phuket, kami naik bis (lagi) sesuai destinasi masing-masing. Aku bertemu dengan salah seorang mama temanku, dan dia akan mengunjungi destinasi untuk melihat atraksi gajah. Sepertinya memang  lumayan banyak pilihan wisata disini karena akupun melihat banyak sekali bis dengan nomor tujuan sesuai destinasi yang dipilih. 

Romantis juga nih pemandangannya.
Pantainya super bersih.
Aku bersama teman-teman #CantikAllOut diajak untuk mengeksplorasi Coral Island di Panwa Cape. Coral Island memiliki pantai bernama Banana Beach yang sangat indah. But to be honest, aku bisa bilang beberapa pantai di Indonesia yang pernah aku datangi, lebih indah! That's why there's always reason to come back to home town kan.


Ini foto before-after main di pantai. Ini muka sumringah juga sih habis makan enak dan sepuasnya. Aku gak peduli rambutku udah berantakan atau kulit jadi makin gelap, yang penting aku happy main disini! #CantikAllOut buatku ya gak takut sama matahari dan tetap bisa melakukan hal-hal yang aku suka. Setuju? See you again Phuket! 

Salty messy hair and I don't care! As long as you do what you love and be confident. It's all you need!
Setelah makan siang, kami kembali ke cruise. Kami memiliki waktu senggang hingga waktu makan malam. Awalnya aku dan teman-teman sekamar mau mencari snack bar, tapi ketika kami menelepon butler, ternyata kami diberi undangan khusus untuk mengikuti Captain's Gala Cocktail Party di deck 19, deck tertinggi dalam cruise. Sepertinya acaranya ini hanya untuk tipe stateroom PALACE, pemegang gold card. (brb nabung supaya bisa nginep di stateroom ini lagi)

Sebenarnya selain mendapat undangan Captain's Gala Cocktail Party, setiap kamar juga mendapatkan Dream Daily. Dream Daily berisi informasi seputar acara atau kegiatan yang akan diselenggarakan di dalam cruise pada hari tersebut. Jadi, kita gak akan bosen ada di cruise karena aktivitas dan acaranya juga banyak banget!

Me, Roomate, and Our Butler.
Untuk mengikuti acara Captain's Gala Cocktail Party, kami harus menggunakan pakaian formal dan sepatu tertutup. Kami juga bisa bertemu dan bercengkerama dengan kapten kapal. Perkenalkan juga ini roommate-ku, namanya Nurul dari Jogja dan Amanda dari Jakarta. Kok dresscode-nya bisa pas yah! Kami disajikan berbagai finger food, wine, dan jus. Aku sangat menikmati momen ini sambil ambil menikmati langit sore dari deck tertinggi.


Finger Food enak semua, habis dalam sekejab.
Tak terasa kalau malam itu sudah malam terakhir di cruise. Sebelum acara makan malam, kami menonton pertunjukkan di Zodiac Theatre. Pertunjukkan ini diawali dengan perkenalan anggota kru kapal dan speech dari kapten kapal. Aku merasa sangat kagum dan merinding. Aku seperti bermimpi sungguhan, bertemu dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia di Dream Cruises. Mereka adalah orang-orang hebat!


Selanjutnya kami menonton pertunjukkan "SONIO-A Tale of Two Dreams". Pertunjukkan di Zodiac Theater berbeda-beda setiap harinya (lihat disini). Tapi yang pasti, pertunjukkan ini sungguh luar biasa! Ruangannya itu kayak bioskop dengan bangku yang berundak dan panggung yang luas. Btw, aku baru ngeh juga kalau Zodiac Theater ini juga menjadi ruang tunggu saat kami menunggu kapal sekoci sebelum berangkat ke Phuket tadi.


Setelah menonton pertunjukkan, kami menyantap makan malam terakhir dalam cruise di Umi Uma Teppanyaki Cruise Dining. Kami duduk mengelilingi chef yang akan memasak sesuai pesanan kami. Uniknya chef menampilkan berbagai atraksi saat memasak dan sangat menghibur! Kami juga disajikan menu lengkap mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Kali ini, aku memesan beef dengan tingkat kematangan well done


Kali ini pesan Well Done Beef. Super enak!
Malam itu ada farewell fireworks sebagai pesta perpisahan kami di area main pool deck. Semua orang sangat antusias menikmati musik dan kembang api. Can't believe that day was the last night in cruise. Rasanya ingin lebih lama lagi berada di cruise, mungkin next time ke destinasi yang lebih jauh? Yuk lah kita nabung!


...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Life After Resign with INSTO DRY EYES


Mata adalah jendela dunia! Setiap hari, mataku bekerja untuk menikmati semesta dan menciptakan karya. Hari-hariku tak lepas dari bagaimana indera penglihatanku bertemu dengan berbagai objek yang abstrak dan tak kasat mata. Tak terasa juga sudah 5,9 tahun aku menjadi buruh korporat di sebuah agensi desain. Setidaknya minimal 8 jam dalam ruangan ber-AC, membuat mata pegal menatap layar monitor.

Namun setelah menikah dan memulai lembaran baru, akhirnya aku resign juga dari kantor tersebut. Aku tetap melanjutkan hidup sesuai passion-ku dan berbagi pengalaman melalui media sosial. Tak sedikit kerabat bertanya apa yang aku lakukan setelah keluar dari kantor? Daripada penasaran, yuk simak kegiatanku sehari-hari!

Masak
Aku memiliki peran baru sebagai Ibu Rumah Tangga. Selain mengurus rumah dan suami, hal yang aku lakukan setiap hari adalah memasak. Iya, aku meyiapkan sarapan, makan siang hingga makan malam. Walaupun masih pemula, berbagai menu masakan aku coba supaya tidak membosankan.


Tapi beberapa bahan-bahan masakan memang bisa membuat mata perih, contohya; bawang merah dan bawang bombay. Ketika aku membuat menu sambal matah, aku menitikan air mata saat memotong bawang-bawang itu. Bahkan ketika hendak tidurpun, mataku masih berair dan terasa perih sekali. Nah, biasanya aku kompres mataku dengan air dingin dan memberi obat tetes INSTO REGULAR agar mataku lebih membaik.

Traveling 
Biarpun sudah menyandang titel baru sebagai Ibu Rumah Tangga, aku tak bisa terlepas dari traveling. Aku rasa semua orang membutuhkannya untuk mengembalikan energi saat bekerja. Aku mendapat banyak pengalaman dari alam, dari tempat, dan dari orang-orang yang tidak aku kenal sebelumnya. Hal itu sungguh menyenangkan bagiku. Kamu juga harus menemukan kesenanganmu agar tetap bisa menikmati hidup ini. Bagiku mendaki gunung adalah salah satunya.


Beberapa karakteristik gunung memiliki debu yang sangat banyak. Wajib hukumnya mengenakan masker mulut dan kacamata untuk menangkal debu. Tapi kacamatapun tidak cukup, karena debu-debu berterbangan masuk ke mata melalui sisi lainnya. Alhasil mataku jadi cepat kelilipan dan membuat mataku jadi merah. Bahkan salah satu temanku matanya terlihat merah sekali karena terkena debu. Sejak itu penting sekali bagiku, membawa obat tetes mata INSTO REGULAR ketika naik gunung, untuk meredakan iritasi pada mataku.

Blogging
Setelah resign dari kantor, bukan berarti aku tidak bekerja. Aku tetap bekerja dari rumah, bekerja untuk menulis review produk atau tempat, serta cerita perjalananku di blog dan sosial media. Pekerjaanku saat inipun tak lepas dari layar komputer dan ponsel yang membuat mata lelah seharian. Oleh karena itu, aku selalu sedia obat tetes mata INSTO DRY EYES di meja kerjaku. Terlalu lama menatap dan bekerja didepan layar monitor menjadi salah satu faktor mata kering lho! 


Memang pada dasarnya metabolisme tubuhku ini kering, termasuk bagian mata. Tanpa disadari aktivitas sehari-hari menimbulkan gejala mata kering. Apalagi sebagai generasi milenial yang mengikuti perkembangan global melalui media sosial, indera penglihatan kerap kali tak bisa lepas dari layar gadget sehingga membuat mata sepet, pegal, dan perih.


Jika mengalami hal demikian, jangan abaikan gejala mata kering lho karena kalau tidak segera ditangani, mata bisa jadi iritasi. Untuk mengatasinya, jangan lupa istirahatkan mata sejenak dan gunakan obat tetes mata INSTO agar mata dapat bekerja kembali dengan optimal. Kenapa harus INSTO ?


Bagiku merawat kesehatan mata itu sangat penting. Aku merasa gak nyaman melakukan berbagai hal jika mataku bermasalah. Hal itu membuatku tidak maksimal mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu, aku selalu sedia INSTO REGULAR dan INSTO DRY EYES di rumah dan membawanya saat bepergian. 

Bye mata kering! Dengan mata yang sehat, aku bisa melihat dunia dan meraih mimpiku!

_____

Keep in Touch
Thanks for reading!

Blackbird Hotel Lembang | Hotel Instagramable Bandung


Sudah lama kami merencanakan berlibur di Lembang, Bandung. Terakhir ke Lembang waktu Will melamar aku di Lisung The Dago Boutique Resto. Kami menikmati landskap kota Bandung sambil menikmati jamuan makan malam sederhana. Bandung juga menjadi tempat pertama aku berlibur bersama Will dan teman-teman. Jadi memang selalu ada alasan untuk kembali ke Bandung untuk mengenang momen indah. Oke, balik lagi ke topik sebelum pembaca pada baper. Haha.

Setelah membuat beberapa daftar tempat yang akan kami kunjungi, kami memutuskan untuk mencari penginapan di Lembang. Kami menginap di Hotel Blackbird LembangTidak seperti hotel pada umumnya yang memiliki bangunan tinggi, Blackbird Hotel hanya memiliki 3 lantai ; lantai dasar, lantai satu, dan dua. Kalau dilihat dari depan, bangunan lobby tampak sangat minimalis. Tapi ketika pegawai hotel mengantarkan kami ke kamar, ternyata luas juga lho! 

Lobby Blackbird Hotel Lembang

Dari depan terlihat sepi, tapi begitu masuk kedalam; ada kafe, kolam renang, dan taman. Namun hotel ini tidak menyediakan lift, sehingga menurutku lebih mudah membawa tas ransel. Tapi tenang aja, karena ada bell boy yang akan membantu membawa barang kita.

Perjalanan menuju kamar agak jauh, kecuali kamu memesan kamar dengan tipe tertentu. Tidak masalah bagiku karena kami dikelilingin pemandangan yang indah. Kami juga disuguhkan welcome drink berupa jus jeruk dan jambu yang sangat menyegarkan. 

Our Small Room

Ada tiga tipe kamar disini yaitu; Small, Medium, dan Large. Aku dan Will memilih tipe Small Room karena menurut kami, kamar tersebut juga sudah cukup bagus dan tidak terlalu sempit. Desain kamar bergaya minimalis dan industrial, dilengkapi dengan sedikit ruang outdoor. Aku juga suka desain kamar mandinya, walaupun tak begitu besar tapi didesain dengan modern, hanya saja ada sedikit bercak pada bagian pintu kayunya. Kamar mandi juga dilengkapi dengan heater air panas dan toiletriesTapi untuk sabun dan shampoo tidak gak ada versi travel size.

Fasilitas Kamar Black Bird Hotel

Gak heran kalau Hotel Blackbird instagramable dan nyaman, karena ternyata Hotel Blackbird masuk dalam Maja Group yang juga memiliki hotel lain yang juga menjadi bucketlistku seperti; Stevie G Hotel, Warung Jae, dan The House Tour Hotel. Hotel-hotel tersebut rasanya menjadi primadona kota Bandung karena arsitektur dan atmosfernya yang bikin betah.

Ada kolam renang dan taman.

Kamar kami turun ke lantai dasar.

Black Bird Hotel memiliki kafe bernama Sea Como Sea, yang juga dibuka untuk umum tanpa harus menginap. Kafe ini juga  digunakan untuk breakfast para tamu. Makanan disini juga cukup enak dan beragam mulai dari rasa lokal hingga western. Aku suka interior cafe open space seperti ini dan terlihat menyatu dengan alam. Kalian gak mungkin gak foto disini kan? Hehe

Sea Como Sea Cafe
Breakfast Time!
Pada hari pertama pertama, kami makan malam di Restoran Warung Pengkolan 3 yang hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari Hotel Black Bird. Kami juga melewati Alfamart dan Indomaret. Tempat yang cukup strategis. Restoran Sunda ini sudah memiliki beberapa cabang restorannya di Bandung.

Pada hari kedua, kami makan malam di Sugar & Cream. Salah satu restoran Maja House, yang hanya berjarak 5 menit saja berjalan kaki dari Hotel Black Bird. Kami menikmati menu western dan (lagi-lagi) sambil menikmati pemandangan malam kota Bandung. 


Secara keseluruhan, menurutku Blackbird Hotel cukup terjangkau dari segi harga dan fasilitas. Tips aku jika menginap disini, bawalah pewangi ruangan atau setidaknya parfum, karena menurutku ketika masuk kamar agak lembab. Aku gak tahu apakah ini tipikal hotel di Lembang ya? Sebelumnya aku juga pernah menginap di Hotel Imah Seniman juga agak lembab.

Yuhuu! Can't wait for the next staycation

Happy staycation and happy holiday!

Blackbird Hotel Lembang
Lokasi Jl. Terusan Sersan Bajuri No. 9, Cihideung, Parongpong
Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Harga Rp438.000/night (Small Room - March 2019)



...

Keep in Touch
Thanks for reading!

5 Fakta Unik Thailand

Sawasdee ka สวัสดีค่ะ


Menurut kalian, apa yang terkenal dari Thailand? Kalo aku sih langsung kepikiran jambu bangkok, soalnya kalau ke Pasar Baru, aku pasti beli jambu bangkok. Atau PO (pre-order) BKK yang biasanya suka banyak di online shop itu lho! 

Waktu tiba di Bangkok pada malam hari, aku merasa suasananya seperti Jakarta. Banyak gerai-gerai makanan, toko kelontong, dan cukup macet. Tapi lain Thailand, lain Jakarta, aku tetap semangat bahas soal Thailand, karena tiap kota pasti ada keunikannya, setuju? Aku punya lima fakta unik tentang Bangkok yang aku dengerin dari tour guide ku waktu itu. Check it out!



View this post on Instagram

Sawasdee Ka สวัสดีค่ะ Tahu gak sih kalo Thailand itu dijuluki negeri seribu Pagoda? Mayoritas penduduk Thailand beragam Budha, jadi gak heran ada banyak Wat (Candi) disana. Waktu ke Thailand akhir tahun lalu, aku mengunjungi Wat Arun. Salah satu candi terbesar dan terkenal di Thailand. Candi bernuansa putih dengan corak yang khas membuatku kagum. Dilihat pada pagi, siang, senja, dan malampun, Wat Arun tampak cantik. Tapi masih ada beberapa candi lainnya yang belum sempat aku kunjungi. Selain itu, aku juga mau mencoba kuliner dan kebudayaan khas Thailand lainnya yang sangat menarik hati. Selalu ada alasan untuk kembali ke Thailand. Apalagi kalau aku bisa pergi bareng @wisatathailand, @cosmopolitanfm, dan kak @uchiet pasti bakal jadi momen tak terlupakan. #kethailandyuk #luxperiencethailand #904SweetEscape #Pinktravelogue_Thailand
A post shared by ɪ ʀ ᴇ ɴ ᴇ ᴋ ᴏ ᴍ ᴀ ʟ ᴀ (@pinktravelogue) on

1. Bangkok Bukan Nama Asli
Waktu tour guide menjelaskan sejarah kota Thailand, dia bilang bahwa sebenarnya nama asli dari Bangkok adalah

Krung Threp Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Ayutthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Phiman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit. (Aku cari di internet lagi karena guide ngomongnya panjang dan cepet banget. Haha. Source : Kumparan).


Arti dari nama asli kota Bangkok itu adalah malaikat, kota besar yang abadi, kota megah dari sembilan permata, kursi raja, kota istana kerajaan, rumah jelmaan dewa, yang didirikan oleh Visvakarman atas perintah Indra.


2. King Birthday
King Birthday jatuh pada tanggal 5 Desember. Kebetulan tanggalnya bertepatan ketika aku liburan disana. Semua warga libur dan menggunakan pakaian berwarna kuning. Selain itu juga ada tradisi membagi-bagi makanan. Raja Thailand sangat dihormati karena beliau sangat baik, bijaksana, dan suka menolong. Gak heran kalau warga Thailand sangat mencintai belliau.

3. Lucky Color
Aku baru tahu bahwa penggunaan warna di Thailand diartikan sebagai simbol sebuah perayaan atau perasaan. Thailand memiliki warna keberuntungan setiap harinya dan dipercaya akan membawa nasib baik. Nah, untuk menyambut hari Senin dan menghormati Raja yang juga lahir pada hari Senin, warna keberuntungan warga Thailand pada hari Senin adalah warna kuning.

Kebetulan ketika tour guide ku menjelaskan warna keberuntungan, karena kala itu sedang hari Senin, dan banyak sekali warga Thailand menggunakan warna tersebut (termasuk tour guide ku). Ya, sepertinya baju kuning adalah baju wajib yang harus dimiliki setiap warga Thailand.

4. Gas for Transportation

Kalau di Indonesia, terkadang suka ada demo kenaikan harga BBM naik terus, justru sebagian transportasi di Thailand menggunakan BBG. Kata tour guide, harga BBM di Thailand mahal kira-kira sekitar Rp15.000-an per liternya, sedangkan harga BBG kira-kira 15 Bath atau setara dengan Rp6000-an per liternya.

Makanya ketika sedang mengisi bahan bakar, kami diminta turun dari mobil. Katanya sih takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (misalnya ; meledak). Mobil-mobil berbahan bakar gas juga dilarang parkir di gedung parkir.

5. Agama Budha
Tahu kan kalau Thailand salah satu julukan Thailand, terkenal dengan Negeri Seribu Pagoda? Hal itu dikarenakan 90% penduduk Thailand menganut agama Buddha Theravada. Agama Buddha didasarkan pada ajaran Siddharta Gautama, yang disebut sebagai Sang Buddha, yang artinya "yang tercerahkan". Gak heran juga kalau disana banyak Wat (candi). Candi-candi di Thailand pun juga cantik-cantik.

Btw, ada yang pernah ke Thailand juga? Sharing-sharing yuk!


...

Keep in Touch

Thanks for reading!

A Taste of Kalimantan ; Kuliner Sintang Hadir di Jakarta

Kuliner nusantara sungguh sangat beragam. Bahkan belum semua pernah aku cicipi. Namun aku beruntung dapat merasakan salah satu kuliner nusantara dari Provinsi Kalimantan. Pada bulan Ramadan tahun ini, Kabupaten Lestari Sintang berkolaborasi dengan KAUM Restaurant Jakarta untuk menciptakan menu-menu spesial. Chef dan bartender diajak terjun langsung ke Sintang untuk melihat dan meracik sendiri bahan-bahan makanan dan minuman khas Sintang. 

Sintang berada di Kalimantan Barat. Tiga etnis besar yang hidup di Sintang adalah Melayu, Dayak, dan Tiongkok. Merekalah yang membentuk kebudayaan dan diwariskan melalui kearifan lokal, arsitektur, musik, kain tenun, dan masakan. Salah satu suku yang masih ada di Kalimantan, Suku Dayak di Sintang masih mengandalkan bahan-bahan alami di hutan untuk hidup. Sebenarnya gak cuma di Kalimantan saja, tapi banyak suku di Indonesia juga masih mengandalkan hasil hutan asli untuk bertahan hidup. 


Bahan-bahan asli dari Kabupaten Sintang
Menu spesial diracik dari bahan-bahan yang dibawa langsung dari Kabupaten Sintang. Ada Mentimun Sintang, Salak Hutan/Asam Aram, Asam Kandis, Daun Sengkubak, dan Terong Asam. Bahan alami yang menarik perhatianku adalah Daun Sengkubak. Daun ini digunakan sebagai pengganti micin alias MSG! Caranya tinggal direbus selama 3-4 jam, nanti rasanya akan gurih. Wow!



Kami disajikan Bajigur Kratom sebagai menu pembuka. Bajigur kratom terbuat dari jahe, kayu manis, cengkeh, kapulaga putih, serai, kayu secang, gula aren, dan daun kratom. Daun Kratom hanya ditemukan di Kalimantan, Malaysia, Papua, dan Thailand lho! Minuman ini membuat hangat tenggorokan dan sangat terasa rempah-rempahnya. Selain rasanya yang membuat mata melek, daun kratom juga bermanfaat sebagai obat anti nyeri dan penambah stamina.

Bajigur Kratom dan Daun Kratom
Sebagai menu buka puasa, kami disajikan beberapa menu kolaborasi Kabupaten Sintang dan KAUM Restaurant Jakarta. Kami sudah tak sabar mencoba kuliner lezat ini. Aku yakin, rasanya tak perlu diragukan lagi, karena KAUM Restaurant pernah meraih predikat "Michelin Guide Hong Kong & Macau 2017". Bahkan gerai pertama KAUM berlokasi di Hongkong. So, this is it...


Semua menunya enak sekali! Menu favoritku adalah ikan goreng kecombrang (yang lupa aku foto, saking terlalu menikmati semua menu ini) dan aneka sambal salai lais. Memang orang Indonesia itu tak bisa hidup tanpa sambal yah! Sambal salai lais yang disajikan ada tiga macam. Semuanya terbuat dari cabai, terasi, dan ikan lais, namun ada yang menggunakan kecombrang, pete, dan mangga. Maknyus! Lais adalah nama ikan yang hidup di Sungai Kapuas, Kalimantan. Jadi kebayang dong kalau sungainya tercemar, ikannya mati, kita gak bisa menikmati sambal enak ini lagi.



Sebagai makanan penutup Sarikaya Perenggi juga mencuri perhatianku. Sarikaya Perenggi adalah labu kuning yang dikukus dan diisi dengan custard lembut. Rasanya enak sekali dan meleleh di mulut. Selain itu, hal yang paling menarik adalah menu dessert ini bisa dihabiskan, termasuk labu kukus yang menjadi wadahnya, sehingga tidak menimbulkan sampah alias zerowaste

Dekorasi ruangan dengan Tenun Sintang
Baby Borneo membawakan alat musik Sape
Tak hanya menikmati sajian lezat menu kolaborasi Kabupaten Sintang dan Kaum Jakarta, kami juga disuguhkan dekorasi ruangan dengan Tenun Sintang yang sangat etnik dan cantik. Selain itu, ada penampilan apik dari Baby Borneo yang memainkan alat musik Sape khas Kalimantan Barat. Aku sungguh menikmati acara ini, lengkap dari segi kuliner dan budaya Sintang. 

Acara ini sungguh membuka mataku bahwa masih banyak masyarakat pedalaman yang bertahan hidup dari hasil hutan, seperti; mencari makanan dan obat-obatan. Namun jika hutan kita rusak dan tak terjaga, bukan hanya mereka yang tak bisa bertahan, kitapun juga tak bisa menikmati kuliner khas nusantara dengan bahan dasar alami.


Sumber : Borneo Channel
Aku juga baru tahu bahwa Sintang memiliki Gunung Batu yang bernama Gunung Kelam. Katanya Gunung Kelam merupakan gunung batu terbesar di dunia melebihi gunung batu Ayers Rock yang berada di Australia. Gunung Kelam disebut juga Bukit Kelam karena biasanya orang Kalimantan menyebut gunung dengan bukit raya. Karakteristik gunung di Kalimantan sebagian besar diisi oleh hutan.


Disana terdapat beberapa spesies tanaman langka seperti kantung semar dan anggrek hitam. Selain itu, Gunung Kelam juga menjadi rumah bagi spesies hewan seperti sarang burung walet, beruang madu, dan trenggiling. Untuk mendaki Gunung Kelam, sudah terdapat tangga. Sekilas, Gunung Kelam mirip seperti Gunung Parang yang pernah aku datangi di Purwakarta. Hanya saja, Gunung Parang menggunakan tangga besi yang ditanam di dinding tebing (via feratta).

Source : https://www.youtube.com/watch?v=1U45mSQcwFk
Pada Bulan Juli mendatang, Kabupaten Sintang mengadakan Festival Bukit Kelam (Kelam Tourism Festival) tepatnya pada tanggal 8-14 Juli 2019. Acara tahunan Festival Bukit Kelam menampilkan atraksi budaya dan seni seperti pertunjukkan permainan alat musik tradisional dan Gawai Dayak. Gawai Dayak adalah kegiatan ucapan syukur atas panen padi yang melimpah. Kegiatan ini menampilkan upacara tradisional otentik suku Dayak. Kita juga bisa merasakan pengalaman olahraga panjat tebing Bukit Kelam, olahraga senapan angin, lomba lari 10 km, bersepeda santai, dan masih banyak kegiatan lainnya. Informasi lebih lanjut, kunjungi Humas Kabupaten Sintang.

Oya, menu spesial kolaborasi Kabupaten Lestari Sintang dan KAUM Restaurant Jakarta masih ada hingga pertengahan bulan Juni nanti. Selamat menikmati!

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Join Over 75k + Subscribers