Showing posts with label Fun Fact. Show all posts

5 Fakta Unik Thailand

Sawasdee ka สวัสดีค่ะ


Menurut kalian, apa yang terkenal dari Thailand? Kalo aku sih langsung kepikiran jambu bangkok, soalnya kalau ke Pasar Baru, aku pasti beli jambu bangkok. Atau PO (pre-order) BKK yang biasanya suka banyak di online shop itu lho! 

Waktu tiba di Bangkok pada malam hari, aku merasa suasananya seperti Jakarta. Banyak gerai-gerai makanan, toko kelontong, dan cukup macet. Tapi lain Thailand, lain Jakarta, aku tetap semangat bahas soal Thailand, karena tiap kota pasti ada keunikannya, setuju? Aku punya lima fakta unik tentang Bangkok yang aku dengerin dari tour guide ku waktu itu. Check it out!



View this post on Instagram

Sawasdee Ka สวัสดีค่ะ Tahu gak sih kalo Thailand itu dijuluki negeri seribu Pagoda? Mayoritas penduduk Thailand beragam Budha, jadi gak heran ada banyak Wat (Candi) disana. Waktu ke Thailand akhir tahun lalu, aku mengunjungi Wat Arun. Salah satu candi terbesar dan terkenal di Thailand. Candi bernuansa putih dengan corak yang khas membuatku kagum. Dilihat pada pagi, siang, senja, dan malampun, Wat Arun tampak cantik. Tapi masih ada beberapa candi lainnya yang belum sempat aku kunjungi. Selain itu, aku juga mau mencoba kuliner dan kebudayaan khas Thailand lainnya yang sangat menarik hati. Selalu ada alasan untuk kembali ke Thailand. Apalagi kalau aku bisa pergi bareng @wisatathailand, @cosmopolitanfm, dan kak @uchiet pasti bakal jadi momen tak terlupakan. #kethailandyuk #luxperiencethailand #904SweetEscape #Pinktravelogue_Thailand
A post shared by ɪ ʀ ᴇ ɴ ᴇ ᴋ ᴏ ᴍ ᴀ ʟ ᴀ (@pinktravelogue) on

1. Bangkok Bukan Nama Asli
Waktu tour guide menjelaskan sejarah kota Thailand, dia bilang bahwa sebenarnya nama asli dari Bangkok adalah

Krung Threp Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Ayutthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Phiman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit. (Aku cari di internet lagi karena guide ngomongnya panjang dan cepet banget. Haha. Source : Kumparan).


Arti dari nama asli kota Bangkok itu adalah malaikat, kota besar yang abadi, kota megah dari sembilan permata, kursi raja, kota istana kerajaan, rumah jelmaan dewa, yang didirikan oleh Visvakarman atas perintah Indra.


2. King Birthday
King Birthday jatuh pada tanggal 5 Desember. Kebetulan tanggalnya bertepatan ketika aku liburan disana. Semua warga libur dan menggunakan pakaian berwarna kuning. Selain itu juga ada tradisi membagi-bagi makanan. Raja Thailand sangat dihormati karena beliau sangat baik, bijaksana, dan suka menolong. Gak heran kalau warga Thailand sangat mencintai belliau.

3. Lucky Color
Aku baru tahu bahwa penggunaan warna di Thailand diartikan sebagai simbol sebuah perayaan atau perasaan. Thailand memiliki warna keberuntungan setiap harinya dan dipercaya akan membawa nasib baik. Nah, untuk menyambut hari Senin dan menghormati Raja yang juga lahir pada hari Senin, warna keberuntungan warga Thailand pada hari Senin adalah warna kuning.

Kebetulan ketika tour guide ku menjelaskan warna keberuntungan, karena kala itu sedang hari Senin, dan banyak sekali warga Thailand menggunakan warna tersebut (termasuk tour guide ku). Ya, sepertinya baju kuning adalah baju wajib yang harus dimiliki setiap warga Thailand.

4. Gas for Transportation

Kalau di Indonesia, terkadang suka ada demo kenaikan harga BBM naik terus, justru sebagian transportasi di Thailand menggunakan BBG. Kata tour guide, harga BBM di Thailand mahal kira-kira sekitar Rp15.000-an per liternya, sedangkan harga BBG kira-kira 15 Bath atau setara dengan Rp6000-an per liternya.

Makanya ketika sedang mengisi bahan bakar, kami diminta turun dari mobil. Katanya sih takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (misalnya ; meledak). Mobil-mobil berbahan bakar gas juga dilarang parkir di gedung parkir.

5. Agama Budha
Tahu kan kalau Thailand salah satu julukan Thailand, terkenal dengan Negeri Seribu Pagoda? Hal itu dikarenakan 90% penduduk Thailand menganut agama Buddha Theravada. Agama Buddha didasarkan pada ajaran Siddharta Gautama, yang disebut sebagai Sang Buddha, yang artinya "yang tercerahkan". Gak heran juga kalau disana banyak Wat (candi). Candi-candi di Thailand pun juga cantik-cantik.

Btw, ada yang pernah ke Thailand juga? Sharing-sharing yuk!


...

Keep in Touch

Thanks for reading!

Melihat Rumah Teleskop di Observatorium Bosscha

Bandung tidak hanya terkenal dengan wisata alam dan kafe-kafe cantik. Lebih dari itu, Bandung memiliki tempat meneropong bintang satu-satunya di Indonesia bernama Observatorium BosschaTempat ini menjadi lebih populer sejak film Petualangan Sherina. Salah satu film anak-anak yang sempat booming pada masanya (pada masa saya juga). 


Saya jadi teringat pengalaman saya melihat bintang-bintang bertaburan saat di Ranu Kumbolo. Rasanya malam itu terasa indah sekali. Dunia astronomi menjadi daya tarik tersendiri buat saya. Bahkan saya suka terkagum-kagum kalau ada bulan putih yang dekat sekali dan terang sekali seperti lampu taman. lol.

Satu-satunya di Indonesia (2019)
Bangunan dengan kubah bulat di Observatorium Bosscha dinamakan Koepel. Koepel didirikan pada tahun 1923 hingga tahun 1928. Dirancang oleh arsitek Bandung bernama K. C. P. Wolf Schoemacher, yang juga adalah guru Presiden Soekarno. Hingga saat ini, Observatorium Bosscha merupakan satu-satunya observatorium terbesar dan tertua di Indonesia, dan menjadi pusat penelitian, pendidikan, serta pengembangan ilmu astronomi di Indonesia.

Akhirnya kesini!
Di sekitar Koepel juga terdapat rumah-rumah dari zaman Belanda. Namun rumah-rumah ini tidak dihuni manusia, melainkan rumah bagi teleskop-teleskop Observatorium Bosscha. Observatorium Bosscha memiliki beberapa teleskop, yaitu; 

Teleskop Refraktor Ganda Zeiss; untuk mengamati berbagai planet di tata surya dan bintang ganda, Teleskop Schmidt Bima Sakti; untuk mengamati galaksi bumi kita yakni Galaksi Bima Sakti, Teleskop Bamberg; untuk mengamati terangnya bintang dan gerhana bintang; Teleskop Refraktor Cassegrain GOTO; untuk mengamati spektrum bintang dan asteroid, Teleskop Refraktor Unitron; untuk mengamati hilal (anak bulan), gerhana bulan, gerhana matahari, dan pemotretan bintik matahari.

Rumah untuk Teleskop Bamberg
Pembangunan Koepel merupakan sumbangan dari Karel Albert Rudolf Bosscha, putra fisikawan Johannes Bosscha. Oleh karena itu, pusat penelitian astronomi ini dinamakan Bosscha Observatory. Beliau adalah seorang yang kaya raya (dan tidak menikah) yang juga menyumbangkan penghasilannya untuk beberapa yayasan pendidikan dan bangunan lain di kota Bandung. K.A.R Bosscha juga memiliki rumah di daerah Bandung Selatan yang juga menjadi wisata kota Bandung.


Kabarnya pusat penelitian astronomi kedua di Indonesia akan dibangun di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2024. Observatorium Nasional akan dibangun di kota Sumba karena iklim cuaca yang cenderung kering sehingga lebih mudah untuk mengamati bintang. 

Teleskop Ganda Zeiss
Didalam Koepel terdapat sebuah teropong bintang terbesar di Indonesia yang bernama Teleskop Ganda Zeiss. Teleskop Ganda Zeiss memiliki panjang 11 meter dengan berat 17 ton dan perbesarannya mencapai 1100x! Dalam bahasa Jerman, "Zeiss" dibaca "Cais", memiliki 2 teleskop yang terdiri dari teleskop utama berdiameter 60 cm dan teleskop pencari berdiameter 40 cm. 

Teleskopnya super gede!
Teleskop Ganda Zeiss menggunakan kamera khusus yang sensitif terhadap cahaya. Jika dilihat, lampu-lampu yang digunakan dalam bangunan Koepel berwarna kuning dan menghindari lampu berwarna putih karena teleskop ini hanya dapat digunakan saat ruangan benar-benar gelap. Kamera ini bisa saja digunakan untuk memotret benda atau manusia tapi hasilnya akan putih. 


Teleskop Ganda Zeiss dapat digunakan secara manual. Untuk mengoperasikan teleskop, hanya perlu didorong saja karena pemasangannya tidak memakai mesin. Katanya orang zaman dulu belum mengenal teknologi secanggih saat ini, sehingga Teleskop Zeiss dipasang seimbang dengan sumbu poros barat-timur dan selatan-utara. Koepel ini dilengkapi mesin penggerak untuk mengarahkan kubah dan menaikkan atau menurunkan posisi pijakan jika pegangan teleskop terlalu tinggi ketika digerakkan. Caranya dengan menggunakan tombol yang terpasang di teleskop. 

Tombol untuk menaikkan-menurunkan pijakan dan mengarahkan kubah
Umur teleskop raksasa ini hampir seabad, tapi masih sangat berfungsi dengan baik. Teropong Ganda Zeiss berfungsi untuk mengamati orbit bintang ganda, planet, dan benda langit lain di tata surya. 
Dari miliaran bintang dalam tata surya, sebanyak 80% dari bintang-bintang dalam tata surya merupakan bintang ganda yang diamati oleh Teleskop Ganda Zeiss.
Dua alat manual ini untuk membuka kubah
Rangka kubah bulat yang sangat ikonik terbuat dari baja rel kereta api yang dilengkungkan dan beratnya mencapai 50 ton. Oleh karena itu, tidak semua bagian kubah dapat dibuka karena massanya sangat berat. Pada saat mengarahkan kubah kepada teleskop, posisinya tidak boleh pas dengan teleskop untuk menghindari debu dan kotoran yang langsung jatuh ke lensa teleskop. Untuk membuka kubah juga masih menggunakan cara manual yaitu dengan menggunakan benda yang berada ditengah pintu kubah dan katrol hitam yang ada di lantai dua bangunan Koepel.

Voila! Kubah terbuka.
Waktu Berkunjung
Sebelum mengunjungi Observatorium Bosscha, kamu harus melihat jadwal berkunjung. Observatorium Bosscha tutup pada hari Minggu, Senin, libur nasional, selama bulan puasa, libur Idul Fitri, dan saat pergantian tahun. 

Jadwal berkunjung hari Selasa-Jumat hanya untuk pengunjung dalam rombongan yang telah mendaftar sebelum berkunjung. Sedangkan hanya pada hari Sabtu, Observatorium Bosscha dibuka untuk pengunjung perorangan, keluarga, dan rombongan kecil (kurang dari 25 orang/rombongan). Untuk waktu dan sesi kunjungan, bisa cek di sini ya!


Pada saat berkunjung, tidak ada aktivitas meneropong benda langit dan tidak diperbolehkan menggunakan teleskop karena pijakan dibawah teleskop memiliki beban maksimum. Namun kita akan diberikan penjelasan yang informatif tentang astronomi secara visual di ruang multimedia. Teleskop hanya bisa digunakan pada saat malam hari dengan ruangan yang dimatikan lampunya. 

Tapi kabar gembiranya adalah...

Kita juga bisa mengamati benda-benda langit menggunakan teleskop pada malam hari pada bulan-bulan yang sudah ditentukan oleh Observatorium Bosscha. Setiap tahunnya, jadwal kunjungan malam hanya dibuka 4 malam per bulan pada bulan April-Oktober pada pukul 17.00-20.00 WIB.

Kayanya asik juga yah kalau datang pas kunjungan malam, apalagi kalau cuaca cerah kita juga bisa ikutan meneropong bintang lho! Ada yang mau?


_____

Observatorium Bosscha
Address Jl. Peneropongan Bintang No.45, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391
Telephone 022-2786001
Price Rp15.000 (kunjungan siang), Rp20.000 (kunjungan malam)
https://bosscha.itb.ac.id/id/




  ...


Thanks for reading!

7 Alasan Wajib ke Gunung Papandayan


Welcome to Papandayan!

Banyak yang bilang kalau Gunung Papandayan salah satu gunung yang cocok untuk pendaki pemula. Sudah banyak pula trip operator yang membuka layanan untuk pergi kesini. Coba aja cari dengan hashtag #opentrippapandayan, nah banyak  banget tuh pilihannya. Tapi kali ini saya pergi berdua dengan Tya naik transportasi umum.

Ini rutenya :
Halte Bus Primajasa Cawang (Rp52,000) – Halte Guntur (Naik angkot Rp25.000) – Simpang Cisurupan (Naik mobil pick-up Rp25.000) – Gunung Papandayan.


Pemandangan pagi Gunung Cikuray dari Simpang Cisurupan.
Berlokasi di Wilayah Garut - Jawa Barat, Gunung Papandayan menjadi salah satu gunung favorit untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Perjalanan kami tak terasa karena malam itu kami tidur di bus. Sampai akhirnya aku bisa menikmati udara pagi dan melihat kabut indah yang menyelimuti persawahan dan gunung Cikuray dari mobil pick-up.

Waktu aku lagi ngobrol-ngobrol dengan supir mobil pick-up menuju Gunung Papandayan, pak supir menjelaskan pemandangan yang kami lihat sepanjang jalan; ada Gunung Puntang, Gunung Gede, Gunung Cikuray, dan Telaga Putih. Jadi kepingin kesana deh karena semuanya belum pernah aku kunjungi. Haha.

Lalu, pak supir juga cerita kalau pengunjung di Gunung Papandayan sudah tidak se-ramai dulu karena tiket masuknya sekarang mahal setelah dikelola pihak swasta (katanya sih pengelolanya sama dengan pengelola wisata Tangkuban Perahu Bandung). Orang-orang banyak juga yang pergi ke Gunung Cikuray karena lebih terjangkau harganya. Harga tiket masuk sebesar Rp65.000 membuat aku dan Tya cukup terkejut karena berdasarkan searching dari internet yang kami tahu tiket masuknya itu Rp35,000. Tapi ternyata kalau camping tambah lagi Rp30.000. Tapi setelah kupikir-kupikir tiket Rp65.000 itu worthit juga lho guys, kenapa?

Me and Tya

1. Jalan Aspal dan Banyak Tangga
Berbeda dengan gunung lain yang pernah aku kunjungi, dari pintu masuk saja jalanannya sudah aspal dan kami langsung disuguhkan pemandangan yang luar biasa! Tidak begitu banyak tanjakan terjal, topografi landai membuat kita bisa lebih santai menapakki jalan atau anak tangga sambil menikmati perjalanan.

Jalanannya sebagian besar udah dibikin tangga begini.
Mirip di Tangkuban Perahu ya!
2. Toilet Bersih
Tidak lama kami berjalan dari pos awal, aku melihat ada rumah kecil yang ternyata itu adalah TOILET! Gak hanya disitu, di beberapa titik kami juga melihat ada toilet lagi. Di dekat camping ground kamipun ada toilet lagi. Menurutku toiletnya pun bersih, ada air keran lengkap dengan closet duduk. Jadi gak usah ribet mikirin BAB, mantep kan?

Ditengah-tengah perjalanan ada bangunan ini, gak cuma satu tapi ada beberapa lho!
3. Air Bersih
Air minum menjadi salah satu logistik yang paling penting (dan paling berat) dalam pendakian. Tapi jangan khawatir jika air minum habis di tengah perjalanan, karena di dekat camping ground Pondok Saladah dan Gubber Hood terdapat air bersih yang bisa dikonsumsi. Kamipun sempat menggunakannya untuk memasak indomie.

4. Dilengkapi Petunjuk Arah
Biasanya kalo di gunung tiap persimpangan atau jalan ditandai dengan tali berwarna supaya kita gak nyasar. Tapi disini, ada tiang biru yang dilengkapi dengan kode nomor terpancang setiap beberapa meter. Petunjuk arah lebih jelas. (Kecuali kalau ke Tegal Alun mesti pakai guide ya, karena aku dan Tya pun bingung jalanannya bercabang banyak)

Tiang biru penanda jalan.
5. Petugas Pos
Belum sampai camping ground aja, ada penjaga pos yang wara-wiri. Setibanya di camping ground, kamipun disambut hangat oleh mereka. Biasanya juga ada sih  penjaga pos begini, tapi aku merasa disini lebih safety karena penjaga pos bener-bener tanya kondisi kita sebelum dan setelah kita camping. Malam-malam memastikan makanan kami digantung di pohon karena H-1 sebelum kami camping ada babi hutan yang menyerang tenda pendaki.


Ini salah satu bapak penjaganya.
6. Palang Quotes
Dari pintu masuk, dalam perjalanan, dan ketika mau pulang, kami melihat beberapa palang-palang quotes yang sangat inspiratif dan membuat kami semakin semangat di perjalanan kalau lagi cape. Kalau baca quotes-quotes tersebut semakin berasa deh aura positifnya.



7. Banyak Warung
Aku yakin ini pasti kalian paling suka kan! Disini tuh banyak warung. Di pos awal ada, di tengah jalan ada, di camping ground ada. Makanannya tuh gak cuma indomie lho, tapi ada nasi goreng, nasi ayam, lumayan banyak deh! Ada satu lagi yang kalah penting, di warung-warung tersebut juga ada jasa cas HP lho!

Warung tempat makannya buanyakk!


Pokoknya aku rekomendasi sekali Gunung Papandayan ini, sekali-sekali cobain ke gunung yuk, siapa tahu ketagihan!


...

Keep in Touch
Thanks for reading!

Sarapan Bergizi Setiap Hari

Aktivitas yang padat seringkali membuat kita lupa untuk makan pagi. Terlalu banyak alasan untuk melewatkan sarapan ; bangun kesiangan, sibuk bekerja, tidak biasa sarapan, ribet harus menyiapkan sarapan, sedang diet dan masih banyak lagi. Sarapan adalah makan pagi yang sering terabaikan. Padahal untuk memulai hari, kita membutuhkan energi. Itu sebabnya sarapan tidak boleh diremehkan! Sarapan meningkatkan metabolisme tubuh yang dapat membangkitkan semangat dan membuat kinerja lebih baik.


Waktu sarapan yang baik adalah sebelum jam 9 pagi. Saat tidur tubuh kita tetap bekerja namun kurang adanya energi. Sedangkan esok harinya kita harus bekerja dan begitu seterusnya. Oleh karena itu kondisi tubuh yang kurang asupan setelah tidur malam harus segera diisi kembali dengan sarapan sebelum jam 9 pagi. Kebayang gak sih kalo didalam tubuh kita berteriak minta tolong karena perut kosong kurang tenaga? 

Salah satu pola hidup sehat adalah tetap mengkonsumsi makanan bergizi pada saat makan pagi, siang, dan malam. Dengan mengawali 1 bungkus Energen sebagai sarapan setiap hari, Energen hadir sebagai solusi sarapan yang praktis dan bergizi. Energen adalah minuman serbuk sereal yang mengandung karbohidrat, energi, protein, dan sigmavit. Energen memiliki berbagai pilihan rasa seperti vanila, cokelat, kacang hijau, jahe, dan jagung. Kalau saya paling suka rasa vanila!


Bagi saya, sarapan pagi menjadi ritual yang dilakukan setiap hari. Saya merasa tidak konsen, lapar, dan pusing jika tidak sarapan. Perut kosong juga membuat saya bad mood, bekerja tidak fokus dan selalu menantikan waktu makan siang tiba. Bahkan dulu saya pernah pingsan karena melewatkan sarapan, padahal aktivitas padat kala itu membutuhkan tenaga ekstra.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sarapan. Sarapan 5 menit saja bisa menjaga keseimbangan daya tahun tubuh hingga 1440 menit (24 jam) Luar biasa bukan sarapan itu? Tidak hanya dalam aktivitas sehari-hari, saya juga suka membawa Energen saat traveling sebagai menu sarapan yang praktis dan gak ribet. Apalagi untuk sarapan pagi waktu camping di gunung, hangat dan nikmat! Sarapan membantu tubuh kita menghasilkan energi yang optimal untuk beraktivitas dan berkreativitas.

Mulailah untuk hidup sehat dengan sarapan sebelum jam 9 pagi dan pastikan sarapan kamu bergizi lengkap seperti Energen. Sarapan lebih dari jam 9 pagi, bisa membuat jadwal makan jadi gak teratur dan bisa menyebabkan maag. So, gak ada lagi alasan untuk gak sarapan donk? Selamat melanjutkan aktivitas! Everyday nutritions start with Energen!

#PSN2018 #PekanSarapanNasional #EnergenPSNCompetiion #EnergenPSN2018

...

Keep in Touch
Thanks for reading!
-->

Negeri Laskar Pelangi

Apa yang terlintas di pikiran kamu kalau dengar Belitung? Hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah Laskar Pelangi. Hihi. Saya suka banget film sampai soundtrack Laskar Pelangi. Tapi lebih dari itu, Belitung menawarkan banyak hal eksotis dan menawan.

Kali ini saya berlibur bersama sahabat-sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Rencana kami pergi berlibur ke Belitung memang sudah dipersiapkan dari jauh hari. Kami pergi dengan penerbangan paling pagi rute Jakarta-Tanjung Pandan. Sesampainya di Bandara HAS Hanandjoedin, kami dijemput oleh guide yang merangkap jadi driver selama kami disana.

Di Belitung jalanan masih sepi, gak macet seperti di Jakarta. Rumah penduduk yang terlihat di sepanjang jalan juga masih terletak berjauhan. Belitung terbagi atas dua kabupaten yaitu Belitung dan Belitung Timur. Kata guide kami di daerah Belitung Timur cuma ada 4 lampu merah dan 3 Pertamina guys!

Batu Satam
Begitu kamu tiba di Belitung, bahkan ketika jalan pulang menuju bandara, kamu akan ketemu sama Tugu Batu Satam. Muter-muter di Belitung, ujung-ujungnya ngelewatin Bundaran Tugu Batu Satam ini. Seperi Tugu Selamat Datang di Bundaran HI yang menjadi ikon Jakarta, Tugu Batu Satam di Bundaran kota Tanjung Pandan juga menjadi ikon Belitung. Batu Satam adalah batu khas Belitung. Selain itu, batu satam juga dijadikan perhiasan dan bisa dijadikan oleh-oleh lho!

Tugu Batu Satam
Belitong atau Belitung?
Pada saat menyusun itinerary, kami sempat bingung karena ada lokasi yang namanya Burung Mandi. Nama yang aneh ya. Ternyata, warga Belitung menyebutnya dengan Burong Mandi. Belitung dan Belitong itu juga sama saja. Beberapa kata dengan pelafalan alphabet “O” adalah kebiasaan orang lokal.

Kopi Belitung
Belitung terkenal dengan kopinya. Gak heran hari pertama saja saya sudah minum 3 macam kopi. Yang paling terkenal namanya Kopi Kong Djie (bahkan di Jakarta sudah ada cabangnya). Katanya, Kong Djie di Belitung sudah seperti Starbucks di Jakarta, tersebar dimana-mana. Bedanya, Starbucks lebih mahal. Lol. Rata-rata kopi di Belitung dibandrol dari harga Rp. 6000 – Rp. 10.000. Tapi kalau soal rasa, kopi Belitung gak kalah mantapnya! Kalau pesan kopi susu, jangan lupa diaduk sampai bawah biar manis sempurna rasanya. Hihi.

Kopi Ake - Kopi Kong Djie - Kopi Belitung Timpo Dulu
Bagi teman-teman yang mau ke Belitung, ini itinerary kami selama disana. Rasanya itinerary ini sudah cukup mencakup tempat-tempat khas Belitung. Jangan lupa bawa payung ya, karena kadang suka hujan lokal. Selamat berlibur!
...


Join Over 75k + Subscribers