Makanan Favorit dari Hutan

Pernahkah kamu berpikir, darimana asal makanan yang dikonsumsi hari ini? Sadar atau tidak, bahan pangan yang kita konsumsi berasal dari alam dan lingkungan kita, seperti hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perhutanan. Nah, salah satu makanan favoritku berasal dari hasil hutan, yaitu Jamur Goreng Sambal Matah. Beberapa bahannya berasal dari hutan lho! Kok bisa? Bukannya hutan penghasil kayu? Lebih dari itu, hasil hutan sangat beragam dan bermanfaat.

Bahan Pangan dari Hutan
Kita harusnya turut berbangga karena Indonesia memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia. Berdasarkan ekosistemnya, Indonesia memiliki berbagai macam hutan seperti; Hutan Bakau, Hutan Rawa, Hutan Sabana, Hutan Musim, dan Hutan Hujan Tropis. Hutan Hujan Tropis adalah yang paling banyak ditemukan terutama di Sumatera, Kalimantan, dan Papua karena Indonesia memiliki iklim tropis dan memperoleh sinar matahari serta curah hujan yang tinggi.

Manfaat Hutan
Hutan menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati, berbagai tanaman dan hewan endemik tinggal di dalamnya. Hutan merupakan pemasok oksigen terbesar di dunia. Jadi, kebayang gak sih kalau gak ada hutan di muka bumi? Selain itu, hutan dapat mengatasi efek rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global. Itulah mengapa kita butuh lebih banyak ruang terbuka hijau (baca : hutan) untuk menciptakan iklim yang lebih sejuk. Bukan hanya menjadi penyedia oksigen bagi makhluk hidup di dalamnya, yang tak kalah penting adalah hutan juga menjadi sumber pangan bagi flora, fauna, dan kita tanpa terkecuali.

Hutan Sebagai Sumber Pangan
Hutan adalah sumber kehidupan bagi makhluk hidup; flora, fauna, dan termasuk kita. Aku dibesarkan dan tinggal di kota Jakarta. Masyarakat kota metropolitan yang sibuk dengan segala aktivitas, yang secara sadar atau tidak sadar merusak lingkungannya sendiri. Padahal kita juga merasakan manfaat hutan lho meski tinggal di perkotaan. 

Tahu gak sih kalau sebagian suku adat pun masih bergantung pada hutan untuk bertahan hidup dan mencari makan. Sebut saja masyarakat di Papua dan Kalimantan, mereka yang masih mempertahankan tradisi demi menjaga hutan. Sebenarnya secara tidak langsung, beberapa bahan dan makanan yang kita makan juga berasal dari hutan lho! Bahkan ketika sedang berada di hutan, beberapa tanaman bisa dikonsumsi langsung.

Namun belakangan ini deforestasi menyebabkan hilangnya lahan hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Luas hutan semakin berkurang dan dimanfaatkan oleh industri yang tak bertanggung jawab. Percaya gak sih kalau alam akan memenuhi kebutuhan manusia, namun tidak untuk keserakahan manusia.

Makanan Favorit yang Berasal dari Hutan
Kuliner nusantara memang tak ada bandingnya. Lidahku ini memang lebih suka makanan Indonesia. Katanya, sebagian besar orang Indonesia menyukai rasa pedas, termasuk aku. Salah satu makanan favoritku yaitu Jamur Goreng Sambal Matah. Bagiku, sambal matah selalu mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Sejak menikah, aku jadi hobi masak. Pasalnya, masak makanan hemat anggaran belanja, dan pastinya lebih sehat. 

Jamur Goreng Sambal Matah
Resep Jamur goreng Sambal Matah
Sambal matah terkenal di Bali, tapi aku punya resep sambal matah sendiri yang bikin suami juga jatuh cinta. Sambal matah memiliki wangi yang khas dan rasa pedas nikmat yang menggoyang lidah. Cara membuatnya mudah sekali kok. Untuk lauknya, aku menggunakan jamur tiram. Berikut bahan-bahan yang diperlukan; bawang merah, bawang putih, cabe rawit, daun jeruk, serai, kecombrang, terasi, jeruk nipis, dan minyak kelapa. Semuanya berasal dari rempah Indonesia yang kaya manfaat. Nah, bahan-bahan yang aku gunakan, sebagian besar berasal dari hutan lho! Seperti kecombrang, serai, dan jamur.

Bahan Pangan dari Hutan.
Bunga Kecombrang
Bunga Kecombrang berwarna merah muda nan cantik dan memiliki aroma yang khas. Oleh karena itu, kecombrang sering digunakan sebagai bumbu alami penyedap rasa pada makanan. Aku memasukkan irisan bunga kecombrang dalam masakan sambal matah. Penambahan kecombrang pada menu sambal matah membuat makanan terasa lebih segar dan wangi.

Kecombrang
Ternyata Kecombrang memiliki nama sebutan yang berbeda di setiap daerah. Orang Bengkulu menyebutnya dengan Unji, orang Sunda menyebutnya dengan Honje, orang Bali menyebutnya dengan Kecicang, dan orang Medan menyebutnya dengan Kincung. Aku jadi ingat pernah mencicipi masakan Medan dengan bumbu Kincung, yang ternyata adalah Kecombrang.

Kecombrang banyak tumbuh di kawasan Rejang Lebong Bengkulu dan banyak tumbuh di Hutan Mahoni, Damar, dan Pinus (Madapi). Bunga Kecombrang memiliki anti oksidan yang tinggi dan dikenal sebagai tanaman anti kanker. Selain itu Kecombrang juga kaya nutrisi serta mengandung mineral seperti; magnesium, kalsium, zat fosfor, zat besi, potassium, dan zinc. Batang Kecombrang juga dapat dijadikan obat batuk tradisional dan melancarkan peredaran ASI bagi ibu menyusui.
Serai
Masakan yang menggunakan serai atau sereh pasti memiliki aroma yang khas dan rasa yang lebih nikmat. Serai memilki bentuk panjang ramping dan berwarna hijau, namun jika diiris terlihat berwarana putih sedikit ungu. Untuk menambah rasa dan aroma, serai merupakan salah satu bahan wajib pada menu favoritku, Jamur Goreng Sambal Matah. Serai banyak tumbuh di negara yang memiliki iklim tropis seperti di Indonesia. Walaupun sudah bisa dibudidaya, awalnya tanaman serai tumbuh di Hutan Hujan dan Hutan Jati, diantara Pohon Sengon. Sebagai salah satu produk hasil hutan bukan kayu, serai memiliki banyak manfaat.

Serai
Serai dapat meningkatkan sistem imun tubuh sehingga kita tidak mudah terserang penyakit. Serai juga mengandung anti bakteri yang dapat digunakan sebagai obat herbal, untuk mengatasi pilek, batuk, dan flu. Aroma serai dipercaya mampu mengurangi stres dan merelaksasi pikiran lho! Namun aroma serai ternyata kurang disukai oleh serangga. Oleh karena itu, serai juga bisa digunakan sebagai aroma terapi pengusir nyamuk dan karbol.

Jamur Tiram
Bahan pangan jamur bisa diolah untuk berbagai menu makanan nusantara, salah satunya menjadi lauk yang dimakan bersama sambal matah. Di alam, jamur tiram tumbuh di hutan pegunungan dan berkembang di bawah Pohon Karet, Dapur, Sengon, dan Kapuk. Jamur tiram merupakan bahan makanan dari hutan bernutrisi tinggi karena mengandung protein, vitamin B3, mineral, dan rendah lemak.

Jamur Tiram
Jamur tiram berwarna putih krem memiliki tudung yang agak lebar dan batang yang sedikit tinggi. Gak heran kalau jamur tiram sering digunakan untuk pengganti daging dalam menu vegetarian karena memiliki tektsur yang menyerupai daging sungguhan. Selain itu, jamur tiram mengandung zat lovastatin yang dapat melancarkan peredaran darah dan jantung. Manfaat jamur tiram dipercaya dapat meningkatkan sistem imun dan melindungi kulit dari penuaan dini karena memiliki antioksidan tinggi. Kalau begitu, harus sering makan jamur nih biar kelihatan awet muda.



Kamu harus tahu bahwa hasil makanan dari hutan ternyata sangat beranekaragam dan kaya manfaat. Bahan-bahan yang terdapat di hutan dapat diolah sebagai kebutuhan pangan sehari-hari, seperti contohnya makanan favoritku, Jamur Goreng Sambal Matah. Masakan ini merupakan salah satu kuliner khas Indonesia dan memiliki cita rasa yang nikmat. Terlebih sambal matah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Walaupun berasal dari hutan, bahan-bahan tersebut sudah banyak ditemukan di pasar tradisional maupun modern. Intip resepnya di video diatas ya.

Kembali ke Alam bersama WALHI

Begitu banyak manfaat hutan bagi kehidupan makhluk hidup secara langsung maupun tidak langsung. Kita masih bergantung pada alam untuk melangsungkan hidup. Namun faktanya, masih banyak dari kita yang tidak peduli. Padahal, apa yang kita gunakan dan apa yang kita makan sedikit banyak juga berasal dari alam. Sejujurnya saat aku kembali ke alam, alam selalu memberi energi baru.

Mari kembali ke alam bersama WALHI. WALHI adalah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia. WALHI merupakan sebuah organisasi lingkungan hidup independen non-profit terbesar di Indonesia. Sejak tahun 1980 hingga sekarang, WALHI aktif mendorong upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. Mari bersama-sama memperjuangkan kelestarian lingkungan dan sumber daya alam berkelanjutan

Back to Nature
Sejujurnya kitalah yang membutuhkan alam. Sumber pangan kita berasal dari padanya, jadi sudah seharusnya kita bisa menjaga dan melestarikannya juga kelak untuk generasi mendatang. Mari kita berkontribusi untuk lingkungan alam tercinta. Jadi, apa makanan favoritmu dari hutan?

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

2 komentar:

Lestarikan Hutan Mangrove Papua Bersama EcoNusa

Papua tidak perlu diragukan lagi potensi keindahan alam dan sumber daya alam yang luar biasa. Namun, kekayaan sumber daya alam di Papua seringkali disalahgunakan dan merugikan masyarakat setempat. Misalnya aktivitas industri yang tidak bertanggung jawab, seperti eksploitasi laut, industri sawit, dan pertambangan yang menggunakan banyak lahan. Oleh karena itu, EcoNusa hadir untuk membantu menjaga dan melestarikan Hutan Mangrove di Papua.

Menjaga Alam dan Budaya dengan Festival Adat. (Sumber foto: EcoNusa/Moch Fikri)
Eco Nusa Foundation

Yayasan Ekosistim Nusantara Bekelanjutan (EcoNusa) menggelar acara EcoNusa Outlook yang bertema, "Menguatkan Masyarakat, Meneguhkan Hutan Hujan Timur Indonesia". Acara dibuka dengan tarian oleh NOKEN LAB. Awalnya aku bingung melihat tarian yang dibawakan oleh tiga pemuda asal papua ini. Tapi ternyata tarian ini memiliki makna yang mendalam lho!

Tarian dari NOKEN Lab.

Noken dikenal sebagai tas khas dari Papua yang terlihat agak transparan. Namun komunitas bernama NOKEN LAB artinya terbuka dan satu NKRI. Tarian yang dibawakan akulturasi dari gaya Betawi dan Papua, yang artinya walaupun kami gak makan enak, tapi fisik kami tetap kuat. Kami selalu bersyukur dengan apa yang ada dan tidak bersungut-sungut. Luar biasa!

(ki-ka) Bapak Matias Mairuma, Bapak Bustar Maitar, Bapak Jimmy Wanma, dan Yuli Fonataba.
EcoNusa didirikan pada tahun 2017 diprakarsai oleh Bapak Bustar Maitar, yang merupakan seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua. EcoNusa Outlook 2020 juga dihadiri oleh Bapak Matias Mairuma selaku Bupati Kabupaten Kaimana, Jimmy Wanma selaku Dosen dan Peneliti Universitas Papua, dan dimoderator oleh Yuli Fonataba, Puteri Indonesia Papua 2018. EcoNusa menjadikan Indonesia Timur sebagai pusat kegiatan yang meliputi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut memiliki tutupan hutan yang masih terjaga utuh. Total tutupan keempat provinsi tersebut seluas 38.660.805,42 hektare atau 44% dari total tutupan hutan di Indonesia seluas 88.458.514,08 hekare.

Pameran Foto di EcoNusa Oulook 2020.
EcoNusa hadir untuk membangun gerakan kedaulatan masyarakat untuk mengelola dan mengoptimalkan sumber daya alam yang berkelanjutan berdasarkan prinsip adil dan kegiatan bersama dengan masyarakat setempat. Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan antara lain;

1. School of Eco Involvement
Membangun ketahanan masyarakat di sekitar hutan untuk mengelola sumber daya alam di kampungnya. Kegiatan sudah dilakukan oleh 25 kepala kampung di Kampung Klayili, Sorong.

2. School of Eco Diplomacy
Mengorganisir kaum muda khususnya di perkotaan untuk mempromosilan nilai lingkungan yang lebis luas dan mengelola SDA dengan bijaksana.

3. Best Practices
Mengumpulkan cerita sukses masyarakat dalam mengelola sumber daya alam dan mengembangkannya di kampungnya.

4. Policy Advocacy
Dukungan Teknis Tata Kelola Perizinan Konsesi Berbasis Lahan untuk menyelamatkan target lahan seluas 300.000 ha yang sudah diberi izin dan Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK).

5. Mari Cerita (Mace)
Menggaungkan cerita-cerita Papua di Jakarta.

Wisata Alam Papua yang Memukau

Papua menjadi salah satu destinasi impianku. Papua itu tak hanya Raja Ampat, tapi masih banyak hidden gems di sana. Salah satunya Distrik Kaimana. EcoNusa Outlook menghadirkan Drs. Matias Mairuma selaku Bupati Kabupaten Kaimana. Beliau menjelaskan tentang potensi sumber daya alam dan wisata di daerahnya, yang mungkin masih jarang diketahui, seperti Teluk Triton, Kolam Sisir, dan Pulau Venu.

Ini Teluk Triton ya, bukan Raja Ampat. Bagus banget kan? (Sumber foto: Wikipedia)
Salah satu keunikan yang dimiliki perairan Kaimana adalah terdapat 15 ekor hiu paus yang berdiam di Teluk Triton. Ikan yang biasanya sering kulihat di foto teman-teman yang pernah menyelam di perairan Kalimantan. Selain itu, biasanya penyelam baru turun ke laut saat sore hari untuk melihat soft coral cantik yang bercahaya saat malam. Aku jadi mau belajar diving deh demi melihat keindahan bawah laut di Kaimana itu.

Keindahan Bawah Laut Kaimana.
Untuk melestarikan keindahan laut Papua dan Indonesia, EcoNusa berkolaborasi dengan Pandu Laut Nusantara, yang melakukan aksi Menghadap Laut 2.0, yaitu bersih-bersih pantai di lebih dari 74 titik di seluruh Indonesia dan mengkampanyekan anti plastik sekali pakai. Kampanye ini jadi pengingat buatku juga untuk mengurangi penggunaan plastik demi menjaga alam.







Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita. Papua tidak perlu diragukan lagi potensi keindahan alam dan sumber daya alam yang luar biasa. Oleh karena itu, Yayasan Econusa @econusa_id membangun gerakan kedaulatan masyarakat untuk mengelola sumber daya alam yang berkelanjutan. Beragam suku budaya mendiami tanah Papua, salah satunya adalah suku Kombai. Hutan menjadi sumber pangan bagi mereka. Salut banget karena mereka masih mempertahankan tradisi adat dan hidup berdampingan langsung dengan alam. Salah satunya adalah Tradisi Ulat Sagu yang dijadikan tembok kokoh mempertahankan sisa-sisa hutan. Contoh lainnya adalah Mama Mariam menangkap Karaka (Kepiting Hitam) di Perairan Hutan Mangrove di Kampung Madoni, Fak-Fak. Berkat Karaka, Mama Mariam berhasil membawa anaknya hingga tingkat universitas lho! Kebayang gak sih kalau Hutan Mangrove itu gak ada? Selengkapnya bakal kutulis di blog ya! #EcoNusa2020Outlook #BeradatJagaHutan #MariCeritaPapua _____ 1st 📸 @travelingwithjuan 2nd 📸 @ariefpokto
A post shared by ᴛʀᴀᴠᴇʟ ʙʟᴏɢɢᴇʀ | ɪʀᴇɴᴇ ᴋᴏᴍᴀʟᴀ (@pinktravelogue) on

Tradisi Adat Papua Menjadikan Hutan Sebagai Keluarga

Beragam suku budaya mendiami tanah Papua, salah satunya adalah Suku Kombai di Distrik Bomakia, Kabupaten Boven Digoel. Hutan masih menjadi sumber pangan bagi mereka. Uniknya, Suku Kombai memiliki rumah tertinggi di Indonesia yang dinamakan Rumah Pohon. Rumah ini rata-rata memiliki ketinggi 70 meter untuk menghindari ancaman binatang buas.

Rumah Pohon Suku Kombai. (Sumber foto: EcoNusa/Moch Fikri)
Aku salut sekali karena Suku Kombai masih mempertahankan tradisi adat dan hidup berdampingan langsung dengan alam. Mereka mencari bahan pangan, bahkan alat pembuatannya pun dari alam. Suku Kombai bertahan hidup dan mencari makan dengan cara memburu. Bahan untuk membuat alat berburu diambil dari hutan yang didominasi dari pohon Sagu.

Perasaan senang Ketua Pesta Ulat Sagu.
Tradisi Ulat Sagu menjadi tembok kokoh mempertahankan sisa-sisa hutan di sana. Pesta adat dirayakan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan, leluhur, alam semesta, dan terutama kepada hutan sebagai sumber kehidupan. Bagi masyarakat Kombai, hutan adalah keluarga yang tak terpisahkan. Kebutuhan pesta dicari langsung dari hutan dan ulat sagu adalah menu utama dalam pesta adat ini.

Ulat Sagu sebagai menu utama dalam pesta adat.
Hasil buruan babi juga digunakan sebagai salah satu makanan dari Festival Ulat Sagu (Sumber foto: EcoNusa/Moch Fikri)
Suku Kombai mempertahankan budaya karena hutan adalah pelindung suku Kombai, apalagi mereka telah banyak kehilangan hutan akibat eksploitasi. Tradisi ulat sagu dilakukan untuk meningkatakan kekerabatan, persahabatan, dan kekeluargaan, serta mendekatkan pemimpin mereka dengan masyarakat hukum adat untuk untuk saling memberi masukan pembangunan ke depannya.

Hutan Mangrove Terbesar Indonesia ada di Papua

Sebelum bicara Hutan Mangrove lebih lanjut, apakah kamu tahu bahwa Hutan Mangrove memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan makhluk hidup? Betapa hutan sangat berarti bagi masyarakat pedalaman Papua dan juga masyarakat Indonesia. Hutan Mangrove berfungsi sebagai sumber pangan, tempat hidup bagi beberapa hewan, mencegah erosi dan abrasi pantai, hingga lokasi ekowisata.

Hutan Mangrove di Teluk Bintuni, Papua Barat. (Sumber foto: EcoNusa/Moch Fickri)
Save Mangrove, Fight Climate Crisis
Sejalan dengan upaya konservasi, EcoNusa juga mengadakan Ekpedisi Mangrove pada tanggal 2-17 Desember 2019, yang diadakan di 5 kabupaten di Papua Barat menggunakan Kurabesi Explorer dengan 2 buah speedboat untuk mengakses langsung ke Hutan Mangrove. Eskpedisi Mangrove bekerjasama dengan UNIPA dan Balitbangda, dipimpin oleh Bapak Jimmy Wanma selaku Dosen dan Peneliti Universitas Papua. Ekspedisi Mangrove bertujuan untuk mengidentifikasi kawasan mangrove dan potensi sosial ekonominya bagi masyarakat lokal, serta survei vegetasi dan keanekaragaman hayati di sana.

Pesisir Mangrove Kampung Air Besar.
5 Kabupaten yang menjadi tempat Ekspedisi Mangrove adalah Kaimana, Fakfak, Teluk Bintuni, Sorong Selatan, dan Raja Ampat. Tim Ekspedisi juga mengunjungi beberapa kampung di sana. Sebut saja lokasi ekspedisi di Teluk Lumbini, menurut Bapak Jimmy, bisa dikatakan sebagai Hutan Mangrove terbesar di Asia Tenggara bahkan dunia. Kemudian di Kampung Air Besar sebagian masyarakat beragama nasrani namun memiliki kepala distrik beragam muslim. Namun mereka semua tetap rukun dan bekerjasama.

Mama Mariam menangkap Karaka (Sumber foto: Kei Miyamoto)
Kearifan lokal masyarakat Papua sangat menarik perhatianku. Masyarakat menanam bakau untuk mendapatkan hasil pangan seperti udang dan kepiting bakau. Misalnya, Mama Mariam yang menangkap Karaka (Kepiting Hitam) di Perairan Hutan Mangrove di Kampung Madoni, Fak-Fak. Berkat Karaka, Mama Mariam berhasil membawa anaknya hingga tingkat universitas lho! Btw, kalian tahu gak harga seekor kepiting hitam di Kaimana berapa? Rp2000 saja! Aku jadi ingat, dulu papaku pernah mengajar di Kaimana dan bawa pulang oleh-oleh udang, karena di sana harga udangnya murah.

Seekor kepiting bakau ini harganya Rp2000 saja.
Nah, Aku baru tahu lho ternyata jenis Mangrove itu beragam. Dari hasil Ekspedisi Mangrove, ternyata terdapat 2 jenis Mangrove di pesisir Papua Barat,  yaitu Mangrove Jernih dan Mangrove Kabur. Selain itu, terdapat 39 jenis dan 19 family (19 jenis mangrove utama dan 20 jenis mangrove asosiasi), serta terdapat 9 jenis mangrove yang memiliki jumlah paling sedikit di alam dan terancam keberadaannya.

Tarian Akar Mangrove adalah salah satu keindahan Mangrove yang ditemukan tim Ekspedisi di Kabupaten Fakfak. (Sumber foto: EcoNusa/Kei Miyamoto)
Mangrove Kabur dan Mangrove Jernih di Pesisir Papua. (Sumber: Tim Ekspedisi Mangrove)
Keanekaragaman hayati inilah yang harus dilestarikan. Yuk kita berkontribusi sekecil apapun untuk turut menjaga hutan mangrove demi masa depan yang lebih baik. Semoga suatu hari aku juga bisa menginjakkan kaki di Tanah Papua.

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

2 komentar:

Explore Kuliner dan Pecinan Bogor

Perjalanan kami untuk explore kuliner dan kawasan pecinan di Bogor berawal karena Sigit mau pulang kampung (ke Jakarta) menjelang imlek. Rencana dadakan kami akhirnya terealisasi. Tak kenal maka tak sayang, kenalan dulu yuk sama temen-temenku ini; Kang Aip, Bang Juan, Andrew, Sigit, Kak Ika, dan Mardiah. Kami naik commuter line dari Jakarta ke Bogor dengan harga Rp6000 saja.

Bangunan Kuno di Jalan Suryakancana 

Yung Bangka Es

Saat itu sudah jam 11 siang, saatnya brunch (gaya betul). Kak Ika mengajak kami makan ke Yung Bangka Es (YBE) di Jalan Sudirman. Siapa yang menolak makan bakmi, apalagi ini salah satu makanan favoritku. Kedai legendaris ini sudah berdiri sejak tahun 1978 oleh Yoeng yang asli keturunan Tionghoa. Tapi yang di Jalan Sudirman ini gerai cabangnya, gerai pertama ada di Jalan Kapten Muslihat.

Bakmi Ayam Jamur Yung Bangka Es 

Aku memesan bakmi ayam seharga Rp22.000. Tipe bakmi bangka biasanya manis, tapi kita bisa request mau bakmi asin atau manis, jadi aku pilih bakmi yang asin. Tipe bakmi lurus dengan bumbu racikan turun temurun membuat rasa bakmi ini enak tak tertandingi! Porsinya cukup besar, tapi ternyata aku habis juga satu mangkok ini.

Selain bakmi, ada juga bihun dan kwetiau lengkap dengan bakso, tahu bakso, dan pangsit. Tapi ada banyak menu lainnya seperti nasi tim, nasi goreng, beberapa menu seafood dan chinese food. Dari aku datang sampai selesai makan, kedai ini tak pernah sepi pengunjung, apalagi kedai YBE sudah tersertifikasi halal.

Buah Kemang 

Kami juga mencicipi Es Kemang seharga Rp18.000. Penasaran dengan buah ini, ternyata buah Kemang memang khas Bogor. Beberapa kali aku mengunjungi Bogor, baru kali ini aku minum Jus Kemang. Penampakkannya seperti kentang berwarna kecokelatan, wanginya seperti mangga, rasanya seperti campuran buah sirsak dan nangka. Kalian wajib coba karena enak dan menyegarkan sekali!

Jus Kemang
Bogor Permai

Tak jauh dari Yung Bangka Es, kami mengunjungi Bogor Permai, yang merupakan toko roti tertua di kota Bogor. Banyak sekali pilihan roti, jajanan pasar, dan pojok makanan di sini. Aku membeli Roti Gamblang seharga Rp 9000 dan Roti Gepeng Cokelat seharga Rp9500. Roti-roti disini dibuat tanpa bahan pengawet. Walaupun toko roti jadul, tapi inovasinya bisa dicontoh seperti kantong plastik di Bogor Permai sudah diganti menggunakan tas spunbond seharga Rp4000 atau plastik singkong seharga Rp500. Mantap gan!

Aneka roti dan jajanan pasar 

Roti Gambang dan Roti Gepeng Cokelat

Kebun Raya Bogor

Awalnya kami mau mengunjungi Kebun Raya Bogor untuk melihat Bunga Bangkai (Amorphophallus Titanum). Tapi ternyata Bunga Bangkai sudah mekar awal Januari 2020 lalu dan bertahan satu minggu. Fyi, banyak orang mengira kalau Bunga Bangkai dan Bunga Rafflessia itu jenis yang sama. Mereka berbeda ya seperti aku dan kamu. Bunga Bangkai bentuknya tinggi keatas (bisa mencapai 2 meter), sedangkan Bunga Rafflesia itu bentuknya melebar kesamping, seperti gambar yang dulu pernah kulihat di buku Biologi gitu. Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk mekar kembali. Oh wow, berarti kalau mau lihat Bunga Bangkai berbunga kembali tunggu tahun 2024 ya! Jadi kami foto-foto didepan gerbang masuk Kebun Raya Bogor yang ternyata kok keren juga. Kelihatannya seperti gedung di luar negeri gitu lho!

Foto didepan pintu masuk Kebun Raya Bogor

Jalan Suryakancana

Jalan Suryakancana terletak berseberangan dengan Kebun Raya Bogor. Gerbang ini menjadi simbol keberagaman budaya dan toleransi masyarakat Sunda dan Tionghoa di Bogor. Jalan Suryakancana kini menjadi tempat wisata kuliner yang terkenal. Sepanjang jalan ini juga masih ada rumah kapiten dan rumah kuno lainnya. Kalau di Jakarta ibarat Glodok yang terkenal dengan Wilayah Petak 9, kalau di Bogor ada Jalan Suryakancana ini sebagai wilayah pecinan yang penuh dengan wisata kuliner dan juga sejarah.

Let's go 
Foto depan bangunan kuno yang dijadikan kedai kopi 

What's next? 

Kami mampir ke Gerai Es Pak Ujang Suryakencana. Pilihan es cukup beragam; ada es Pala, Mangga, Sirsak, Pukat, Kelapa Muda, Pukat Kocok, Es Teler, Sop Buah. Duh seger-seger semuanya. Berbagai es buah dibandrol dengan harga Rp7000 saja. Aku juga memesan jus alpukat, bahkan saking enaknya sampai lupa kufoto. Rasanya ingin balik lagi deh kesini karena masih belum puas cobain jajanan dan kuliner di Jalan Suryakancana. 

Es buah Pala pak Ujang enak banget

Perhatian!

Trotoar jalan di kawasan Lawang Suryakancana ini sudah lebar dan rapi, tapi kita harus tetap berhati-hati. Awalnya, aku lagi jalan sama Mardiah. Aku merasa gak nyaman karena merasa seperti ada orang mengikuti. Lalu pas aku nengok, orang itu lihat mataku, dan dia agak melihat kebawah. Jadi aku langsung reflek mau masukkan HP ke tas. 

Langsung aku bilang ke Mardiah kayaknya orang dibelakang ngikutin kita dan bener aja dia terus ngikutin kita, sampai akhirnya Bang Juan dan kak Ika juga ternyata sadar kalau kita diikuti copet. Akhirnya BangJu langsung minta kita pura-pura foto di sini dan membiarkan 2 orang yang diduga pencopet itu lewat dulu. 

Foto ala-ala menghindari pencopet
Gak sampai disitu. Setelah mereka didepan kita dan jalan agak jauh, mereka putar arah dan seperti ingin mengikuti kami lagi. Kang Aip langsung minta kita menyeberang jalan dan setelah itu udah deh mereka gak ikutin kita lagi. Selalu berhati-hati ya!

Kelenteng Pan Kho Bio, Pulo Geulis

Selanjutnya, dari Jalan Suryakancana tadi, kami menuju Pulo Geulis untuk mengunjungi Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis. Saat perjalanan ke Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis, kami melewati gang kecil, perumahan warga, dan jembatan penyambung menuju Pulo Geulis. 

Melewati jalan gang berundak macam gini kayak perumahan di Korea gitu.
Apa itu Pulo Geulis? Alkisah pada tahun 1482, Kerajaan Pajajaran berdiri ketika Mundinglaya (cerita rakyat dari masyarakat Sunda) menyusuri Sungai Ciliwung, ia menemukan sebuah pulau yang diyakini saat ini sebagai Pulo Geulis. Disebut pulau karena lokasinya berada ditengah-tengah aliran Sungai Ciliwung yang luasnya sekitar 3,5 hektar. Pulau ini kemudian dijadikan salah satu tempat peristirahatan keluarga kerajaan dan diberi nama Pulau Parakan Baranangsiang. 

Tahun 1579-1687, Kerajaan Pajajaran runtuh akibat diserang Kerajaan Banten dan Cirebon. Pulau ini menjadi hutan belantara tak bertuan. Tahun 1703-1704 ditemukan kembali oleh Abraham Van Riebeeck, saat ekspedisi mencari jejak peninggalan Kerajaan Pajajaran dan Kerajaan Sunda. Kemudian pulau ini diberi nama Pulo Geulis. Sejak dulu dihuni oleh suku Sunda dan Tionghoa. Saat ini berjumlah lebih dari 2500 jiwa lho!

Pintu masuk Kelenteng Phan Ko Bio
Di Pulau Geulis terdapat sebuah cagar budaya bernama Vihara Maha Brahma, yang terkenal dengan sebutan Kelenteng Pan Kho Bio sebagai kelenteng tertua di Kota Bogor. Pada bagian depan terdapat dekorasi payung yang melambangkan percampuran budaya Sunda. Kelenteng biasanya digunakan sebagai tempat beribadah Konghucu. Namun tempat ini menjadi saksi toleransi beragama, karena agama Budha juga bisa beribadah dan tersedia mushola di dalam Kelenteng bagi umat muslim. Menjelang perayaan imlek, kelenteng dihiasi dengan dekorasi lampion-lampion merah. Kamipun diundang untuk makan bersama. Sebuah kebersamaan yang tak terlupakan.

Jamuan makan soto mie
Muka-muka bahagia habis makan Soto Mie

Teras Salak (BTM Mall)

Sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir ke Teras Salak di BTM (Bogor Trade Mall). Berada di lantai 3 BTM, Teras Salak menjadi spot terbaik untuk melihat view Gunung Salak. Sayangnya cuaca sedang mendung, jadi tak terlihat view nya. Haruskah kembali?

Teras Salak. Photo by: @ariefpokto
Gunung Salak tertutup awan.
=========================================================================================

Transportasi

Jakarta ke Bogor (KRL) Rp6000
Stasiun Bogor - Yung Bangka Es (Grab) Rp 21.000/5 (@Rp4200)
Bogor Permai - Kebun Raya Bogor (Grab) Rp 20.000/6 (@Rp3300)
BTM - Stasiun Bogor (Angkot) Rp3000
Bogor - Jakarta (KRL) Rp6000

Makan

Bakmi Ayam Jamur (Yung Bangka Es) Rp22.000
Jus Kemang (Yung Bangka Es) Rp18.000
Roti Gambang (Bogor Permai) Rp9.000
Roti Gepeng Cokelat (Bogor Permai) Rp9.500
Jus Alpukat (Es Pak Ujang - Jalan Suryakancana) Rp7.000
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

9 komentar:

Wujudkan 5 Resolusi Hidup Sehat ini Supaya Hidup Lebih Tenang

Kalo ini sih resolusiku setiap tahun yang selalu ada di list paling atas. Selain kepingin banget traveling lebih banyak di Indonesia, yang pastinya aku mau menerapkan pola hidup sehat supaya selalu kuat dan bersemangat buat jalan-jalan dong. Dalam doaku, pasti aku selalu bilang semoga aku dan keluargaku selalu diberi kesehatan setiap hari. Kesehatan sangat berharga buatku. Gak usah muluk-muluk, sakit demam aja udah bikin badan dan pikiran gak enak. Mau ngapa-ngapain rasanya gak kuat, apalagi mau jalan-jalan, betul?

Photo by: Michael Tuhonia
Permasalahan kesehatan akhir-akhir ini semakin nyata dan mengancam. Maka dari itu, kita harus selalu waspada, karena permasalahan kesehatan bisa datang kapan saja, dengan siapa saja, tidak terkecuali juga menyerang anak muda atau usia produktif. Berbagai masalah kesehatan dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti; psikologis, lifestyle, hingga perubahan iklim. Oleh karena itu, yuk kita wujudkan 5 resolusi hidup sehat ini supaya hidup lebih tenang;

1. Makan Teratur dan Bergizi

Zaman milenial sekarang ini, kita dimudahkan dengan berbagai makanan cepat saji. Menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk bisa memiliki kebiasaan sehat ditengah padatnya aktivitas. Makanan yang masuk ke tubuh juga mempengaruhi kesehatan, betul? Untuk menjaganya agar terhindar dari penyakit, kita wajib makan secara teratur dengan gizi yang seimbang. Misalnya dengan mengurangi junk food, detoksifikasi dengan minum jus atau mengonsumsi buah dan sayur, perbanyak minum air putih, kurangi minuman manis dan bersoda.

2. Rajin Olahraga

Salah satu hal yang membuatku semangat olahraga itu biar gak cepet ngos-ngosan waktu lagi traveling. Apalagi kalau lagi mendaki gunung, hasil olahraga itu berasa banget untuk mengatur pernafasan. Olahraga juga gak harus berat dan mahal kok. Misalnya, jogging keliling komplek rumah, berenang, yoga, dan bersepeda. Olahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang berbagai penyakit.

3. Istirahat yang Cukup

Resolusiku di tahun ini adalah tidur lebih cepat dan bangun lebih awal. Percaya gak percaya, aktivitas yang dimulai dari pagi membuat kita lebih bersemangat dan kita juga memiliki waktu lebih banyak untuk mengerjakan berbagai hal. Waktu tidur yang cukup sekitar 7-8 jam.

Kerja keras itu penting, namun lebih penting lagi jika kita kerja secara bijaksana. Dimana kita bisa menyeimbangkan pola aktivitas bekerja dan istirahat dengan baik. Faktanya, mayoritas penduduk Indonesia berada di usia produktif, namun permasalahan kesehatan justru semakin menantang di era modern. Secara global, World Health Organization (WHO) mengkategorikan permasalahan kesehatan mencapai 68.000 jenis. 

4. Berhenti Merokok

Kita semua tahu bahwa rokok memiliki dampak yang negatif untuk kesehatan, bagi diri sediri dan orang di sekeliling kita sebagai perokok pasif. Merokok dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti; jantung, paru-paru, kanker, stroke, hipertensi, diabetes, gangguan kehamilan dan janin. Penyakit kelas berat semua itu. Lagipula, kalian tahu gak sih kalau merokok juga mempengaruhi besar-kecilnya premi investasi asuransi.

5. Investasi Kesehatan

Semakin banyaknya orang-orang menjalankan healthy lifestyle, tapi lupa buat investasi kesehatan, betul? Padahal kalau jatuh sakit, ga bebas mau ngapa-ngapain. Tahu kan biaya di rumah sakit lebih mahal daripada di hotel? Apalagi kalo udah terkena kondisi kritis, biayanya bisa lebih mahal dari traveling ke Eropa.

Baca Juga : Hampir Batal Nikah

Masalahnya, saat kita mengalami kondisi kritis, bukan hanya biaya rumah sakit yang dibutuhkan, tapi ada biaya-biaya lain tak terduga lainnya atau bahkan tak kamu pikirkan, seperti; biaya hidup akibat tidak bekerja, biaya pendidikan anak, biaya pelunasan hutang, dan biaya keluarga saat mendampingi keluarga. Gak kebayang deh kalau gak punya kartu asuransi, bakal gimana hidup keluarga? Syukur-syukur kalau ada yang mau minjamin uang. Tapi kalau nominalnya besar, siapa yang mau pinjamin? Bukan bikin hidup lebih tenang, malah lebih menyusahkan orang lain.

Hidup Lebih Tenang dengan PRUTop

Awal tahun 2020, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan PRUTotal Critical Protection (PRUTop) dan PRUTotal Critical Protection Syariah (PRUTop Syariah). Sejalan dengan kampanye “WE DO” Prudential, terus berinovasi sebagai sebagai solusi asuransi yang melindungi masyarakat dari kondisi kritis secara total tanpa Batasan dan Jumlah Penyakit Kritis.

Peluncuran PRUTotal Critical Protection (PRUTop) dan PRUTotal Critical Protection Syariah (PRUTop Syariah) .
PRUTop melengkapi perlindungan keluarga.

PRUTop dan PRUTop Syariah menawarkan beberapa keunggulan utama yaitu; 

  1. Perlindungan atas kondisi kritis yang lebih luas 
  2. Maksimal uang pertanggungan hingga Rp5milyar 
  3. PRUTop dan PRUTop Syariah yang dibeli bersamaan dengan PRUEarly Stage Crisis Cover merupakan perlindungan kritis yang sangat komplit 
  4. Tidak ada ketentuan masa bertahan hidup (survival period) 
  5. Perlindungan atas penyakit kritis yang belum ditemukan (future-proof) 





Worry Free Generasi sekarang memang lagi booming kepingin jalanin healthy lifestyle aja, tapi lupa buat investasi kesehatan, betul? Padahal kalo jatuh sakit, ga bebas mau ngapa-ngapain. Tahu kan biaya di rumah sakit lebih mahal daripada di hotel? Apalagi kalo udah terkena kondisi kritis, biayanya bisa lebih mahal dari traveling ke Eropa 😱 Hari ini @prudential mengeluarkan produk komplit yang melengkapi hidup kita yaitu PRUTotal Critical Protection yang mengcover 112 kondisi kritis termasuk kanker kulit. Kenapa sih harus banget punya ini? Biar hidup tenang dengan perlindungan total, gak nyusahin orang, gak bikin kantong bolong, dan worry free! Yuk kita investasi kesehatan sekarang juga, biar lebih aman kayak aku dalam bubble ini. Biar di tengah lautan masalah, proteksi kesehatan tetap terjaga. 😎 #PRUTop #PRUTopSyariah #JalaninBareng _____
A post shared by ᴛʀᴀᴠᴇʟ ʙʟᴏɢɢᴇʀ | ɪʀᴇɴᴇ ᴋᴏᴍᴀʟᴀ (@pinktravelogue) on

Kenapa sih harus banget punya ini? Biar hidup tenang dengan perlindungan total, gak nyusahin orang, gak bikin kantong bolong, dan worry free! Yuk kita investasi kesehatan sekarang juga, biar lebih aman kayak aku dalam bubble ini. Biar di tengah lautan masalah, proteksi kesehatan tetap terjaga.
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

0 komentar:

Air Terjun Situmurun Hidden Gems di Danau Toba | Toba Trip Part-2

Perjalanan Menuju Air Terjun Situmurun.
Perjalanan menuju Air Terjun Situmurun dimulai dari penginapan kami, Tabo Cottage. Tabo Cottage memiliki pemandangan dan akses langsung ke Danau Toba. Kami naik kapal dengan durasi kurang lebih dua jam ke Air Terjun Situmurun. Rasanya waktu tempuh dua jam tak terasa karena kami disuguhkan pemandangan yang memanjakkan mata. Selama perjalanan, aku melihat sekeliling dan merasa takjub. Danau Toba benar-benar luas sekali, penampakkannya seperti lautan kecil. 

Pelabuhan kecil di Tabo Cottage Ajibata.
Photo by: @adnansaputroo
Air Terjun yang langsung berlabuh ke Danau Toba

Aku sangat bangga tinggal di Indonesia yang memiliki banyak air terjun yang cantik. Salah satunya Air Terjun Situmurun yang langsung mengalir ke Danau Toba. Air Terjun Situmurun juga dikenal dengan nama Binanglom. Dalam bahasa Batak, Binang artinya sungai, lom artinya air penyejuk. Sesuai dengan namanya, tempat ini memang sangat menyejukkan hati dan pikiran.


Air Terjun Situmurun.
Memang berbeda dari air terjun biasanya, Air Terjun Situmurun yang langsung berlabuh ke Danau Toba, menjadi daya tarik sendiri. Sepenglihatanku area di sini juga bersih gak ada sampah. Menurutku, Air Terjun Situmurun adalah hidden gems di Danau Toba yang wajib dikunjungi. Jangan lupa mampir ke sini ya!

Menyantap Ikan Toba Tilapia dengan View Danau Toba


Saat jam makan siang tiba, kami disuguhkan beberapa menu khas Toba yang lezat. Betapa nikmatnya makan siang di kapal ini sambil melihat view Danau Toba yang indah dan luas itu. Menu yang mencuri perhatianku adalah olahan ikan dari Toba Tilapia dengan bumbu asam manis dan bumbu kincung. 


Siap makan siang di kapal.
Ternyata kalau dalam bahasa Medan, kincung artinya kecombrang. Entah bumbu apalagi yang dimasukkan chef kedalam menu ikan Toba Tilapia bumbu kincung ini, kok rasanya enak banget. Bikin aku nambah sampai tiga kali. Sekilas terlihat seperti bumbu gulai, tapi bukan juga. Susah dideskripsikan, yang pasti endeus banget!


Enak pake banget! Sampe nambah tiga kali.

Main Paddle Board di Air Terjun Situmurun

Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah bermain paddle board. Sejujurnya aku tuh nge-fans sama Ka Rikas dari zaman doi masih jadi Host MTMA, eh sekarang malah bisa trip bareng tuh happy banget! Ini pengalaman pertamaku bermain paddle board. Pertama-tama, aku dan Will diajari ka Rikas cara menaikki paddle board. Lalu, gimana cara pertamanya?


"Iya, loncat dulu ya dari kapal", kata ka Rikas

"Kamu duluan loncat.", kataku ke Will
"Oke", jawab Will
"Eh dalem gak?", tanyaku ke Will

(Will gak menjawab dan langsung berenang ke arah paddle board. Sepertinya dia tahu aku bakal deg-degan kalau itu dalam. Haha)

Photo by: @berduaja
Giliranku loncat, sejujurnya pas lihat kebawah itu sekilas memang agak gelap. Tapi aku juga langsung berenang ke arah paddle boardTidak sulit menaikki paddle board untuk satu orang. Aku dan Will agak kesulitan saat menaikki paddle board untuk dua orang karena berat. Jadi, kami harus naik bersamaan dengan posisi berseberangan. Bagi teman-teman yang gak bisa berenang tak usah khawatir, karena disediakan life jacket juga kok. Namun kita juga harus berhati-hari karena curahan air terjun yang cukup deras. Akupun tak terlalu mendekat ke sana. 

Idolaku : Ka Rikas Harsa
Aku dan WIll naik paddle board untuk dua orang yang menguji kekompakkan. Haha.
Ka Dita dan Ka Wildan juga asik main kayak.
Airnya gak dingin, malah dinginan doi cenderung hangat. Kedalaman Danau Toba itu beda-beda. Secara Danau Toba ini terbentuk karena letusan Gunung Api Purba, makanya terbentuk juga kaldera yang luas di sini. Kata pemandu kapal kami, ada yang dalamnya 10-20 meter langsung palung dan paling dalam kira-kira 800 meter. OMG! Sekilas ku berpikir, berapa dalam tadi waktu aku loncat dari kapal untuk bermain paddle board? Haha.


Mengunjungi Penambakkan Toba Tilapia

Tak hanya menyantap makanan lezat dari Toba Tilapia, kamipun mengunjungi tempat penambakkan Toba Tilapia di daerah Batu Lihi Star. Lingkaran-lingkaran yang terlihat dari jauh itulah tempat penambakkan ikan Toba Tilapia. Ikan Tilapia terbaik berasal dari Danau Toba. Hasil olahan ikan Toba Tilapia bisa kita nikmati di Fish n Co dan menu Fish n Chips Mcd.  

Penambakkan Ikan Toba Tilapia dari atas.


Proses pengolahan dan penambakkan ikan Toba Tilapia diproses secara berkualitas;
  1. Penambakkan ikan toba tilapia kecil berada di kolam yang kotak selama dua minggu.
  2. Setelah itu ikan toba tilapia dipindahkan ke kolam bulat ini selama 6-8 bulan hingga siap dipanen. Mereka dikasih makan melalaui alat yang disemprotkan ke kolam bulat.
  3. Sebelum panen, ikan toba tilapia dipindahkan ke kolam bulat lain untuk puasa selama 12 jam.
Toba Tilapia Fishery.
Ikan toba tilapia adalah jenis ikan nila dan produknya dieskspor supaya gak mengganggu perekonomian nelayan. Sebagai pecinta ikan, olahan ikan toba tilapia ini endeus banget deh apalagi dibikin bumbu kincung. Jadi beli dimana dong kalau mau coba? Cek di sini ya!

=====================================================================================

Tips ke Air Terjun Situmurun:

  • Bawa pakaian ganti dan baju renang.
  • Bawa jaket windproof  biar gak masuk angin, karena udara sejuk cenderung dingin.
  • Bawa permen mint antipasi mabok laut.
=====================================================================================

...

Keep in Touch
Thanks for reading!

4 komentar: