Tips Menang Kuis Berhadiah

Kehidupanku berubah setelah menikah, tapi aku lebih bahagia. Haha. Sering banget aku dapat pertanyaan dari orang-orang, "Kamu sibuk apa sekarang?" Sebagai perempuan yang menyandang titel ibu rumah tangga, aku tetap ingin memiliki penghasilan dong. Setelah resign kantor awal tahun ini, aku punya lebih banyak waktu untuk menghadiri event, menulis, dan mengikuti perlombaan. Aku gak menyangka kalau sosial media menjadi mata pencaharianku sekarang. Keajaiban itu nyata karena tahun ini aku memenangkan beberapa lomba. Since you guys ask me "How come?" Here it is I share to you some tips;

Muka sumringah padahal kalah lomba. Haha
1. Cari informasi mengenai Lomba atau Kuis 

Caranya gampang banget kok, kita bisa cari informasi tentang lomba atau kuis di google atau instagram. Coba saja ketik dengan keyword : Info Lomba dan Kuis atau Info Lomba Terbaru, nanti pasti langsung muncul. Kalau aku suka lihat info dari www.serbakuis.com karena menurutku lumayan lengkap dan updateBiasanya gak semua lomba aku ikuti, tapi kompetisi atau kuis yang memang aku suka saja. Alasannya simpel, supaya aku lebih happy waktu mengerjakannya. Biasanya aku catat di agenda tentang bagaimana cara mengeksekusinya, kapan, dan deadline postingnya. 


2. Follow Akun Influencer atau Produk yang Suka Mengadakan Kompetisi

Sebagai contoh, aku mengikuti akun instagram NIVEA. Mereka sering mengadakan giveaway atau perlombaan dengan hadiah yang menarik secara rutin. Aku sudah beberapa kali mengikutinya tapi aku baru menang tahun ini. Contoh lainnya adalah akun instagram HIS Travel Indonesia. Akun tersebut suka memberikan tiket pesawat gratis ke Jepang.


View this post on Instagram

A post shared by ᴛʀᴀᴠᴇʟ ʙʟᴏɢɢᴇʀ | ɪʀᴇɴᴇ ᴋᴏᴍᴀʟᴀ (@pinktravelogue) on

Selain itu, kamu juga bisa follow influencer kesukaan kamu, karena biasanya mereka memberi informasi mengenai kompetisi yang terkait dengan niche mereka. Misalnya aku follow instagram; Kadek Arini, Agnes Oryza, dan Febrian. Semakin sering kamu ikutan lomba, terkadang info lomba datang sendiri melalui sponsored post di instagram. 

3. Jangan Terlalu Dipikirkan dan Berikan yang Terbaik

Berikan yang terbaik untuk setiap lomba yang kita ikuti. Kadang aku juga suka bertanya sama diri sendiri, "Did I give my best?". But if We've done our best, God will do the rest. Jangan terlalu dipikirkan menang atau kalahnya, yang penting kita sudah memberikan yang terbaik. Bahkan aku pernah memenangkan giveaway, yang akupun lupa pernah mengikuti giveaway tersebut. Selain itu, jika mengikuti lomba foto yang ada produknya, sebaiknya produk harus terlihat jelas saat difoto, dan lebih menonjol. Siapkan juga caption yang menarik untuk menyampaikan informasi foto dengan baik.

4. Terus Mencoba dan Jangan Menyerah

Aku sering juga kok kalah, tapi ya namanya perlombaan ada menang dan kalah. Sama aja kaya kehidupan, kadang senang kadang sedih. Jadi, mau gak mau harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Selama itu gak merugikan orang lain, coba saja terus mengikuti kuis atau lomba. Better try than do nothing, right? Hal yang paling penting, kamu harus terbiasa dengan kekalahan dan jangan pernah menyerah karena itu bagian dari kesuksesan. Kalau lagi kalah, aku suka evaluasi sendiri dan belajar dari pemenang, seperti "Oh mungkin ulasan blogku kurang lengkap", atau "Fotonya bagusnya seperti apa?" Kekalahan itu yang membuat kita jadi semakin baik (dalam hal apapun). Rasa kecewa itu pasti ada, tapi buat apa juga dipikirin kalau memang belum jodohnya rezekinya? 

5. Berdoa

Last but not least, berdoa. Ketika aku kalah, aku selalu berpikir bahwa Tuhan pasti sudah mempersiapkan yang lebih baik lagi. Aku dibiarkan kalah supaya aku gak cepat puas, gak terlena, dan terus selalu berusaha. Aku pernah berpikir, "Eh kayaknya dia bakal menang deh, fotonya/blognya bagus banget." Tapi ternyata dia malah gak menang. Percaya gak percaya sih kalau memang sudah rezeki kita, ya memang buat kita. 

Selamat berjuang!
...

Keep in Touch
Thanks for reading!

6 komentar:

Tips Jalan-jalan ke Jepang Pertama Kali

Once a year, go somewhere you've never been before. ~Dalai Lama
Selalu ada yang pertama untuk semua hal, termasuk jalan-jalan ke tempat yang belum pernah kita datangi. Kalau kata Dalai Lama, "Once a year, go somewhere you've never been before." Aku selalu excited setiap mau pergi ke suatu tempat apalagi itu tempat baru apalagi tempat itu sudah menjadi bucketlist-ku (dan selalu akan jadi bucketlist); JEPANG! Aku pergi ke Jepang Tapi bukan tanpa persiapan, beberapa tips dibawah ini mungkin bisa berguna buat kamu ketika pertama kali pergi ke Jepang;

1. Membawa Coin Purse
Tahu kan kalau koin itu gak bisa ditukar balik ke money changer? Berbeda dengan uang koin 500 di Indonesia, pecahan terbesar mata uang koin 500 yen setara dengan Rp65.000. Oleh karena itu, aku mendahulukan membayar dengan uang koin saat berbelanja. Membawa dompet koin akan memudahkan kita saat mengambil uang koin agar tidak tercecer. 

2. Membawa Sambal
Orang Indonesia memang tak bisa terlepas dari sambal. Bagi pecinta makanan pedas, kamu wajib bawa sambal favoritmu saat pergi ke Jepang. Rata-rata makanan di Jepang tidak menyajikan sambal dalam menunya. Biasanya ada sih cabe bubuk dan wasabi, tapi lidah ini rindu pedasnya sambal Indonesia yang nikmat itu.  

3. Ada Hadiah dari Majalah Jepang
Waktu zaman sekolah dulu, aku suka beli majalah. Tapi semakin berkembangnya era digital, aku sudah lama gak beli majalah. Tapi ternyata majalah di Jepang itu di bundling dengan hadiah yang menarik dari brand ternama! Ada hadiah totebag, pouch, make-up, jam tangan, dll. Aku membeli majalah Jepang seharga 1000 yen (sekitar Rp135.000) dan mendapatkan pink sling bag & wallet. Menang banyak aku nih.



4. Makanan Supermarket Diskon pada Malam Hari
Sejujurnya waktu di Jepang, aku gak selalu makan di restoran. Apalagi harga makanan di Jepang cukup mahal ya. Jadi cara hemat kami adalah dengan membeli makanan siap saji di supermarket dekat hotel. Makanan yang disajikanpun sangat beragam, seperti; chicken katsu, gyoza, sushi set, onigiri, aneka pudding, dan masih banyak lagi. Makanan Supermarket tersebut biasanya diskon hingga 50% diatas jam 8 malam.

5. Membawa Cutlery Set
Selain membeli makanan cepat saji, kami juga memasak di hotel. Masakan simpel berupa rebusan ramen dan pangsit atau bakso yang kami beli di Supermarket. Cukup memasaknya dengan water kettle yang disediakan hotel. Tapi kadang kami tidak diberikan sendok atau sumpit, dan di kamar hotelpun tidak tersedia sendok. Untung saja aku bawa satu sendok, penyelamatku!

6. Sensor Toilet
Jepang terkenal dengan kebersihan dan teknologinya yang canggih. Tapi ketika aku mengunjungi salah satu tempat wisata, toilet terlihat agak kotor dan bau. Mungkin wisatawan belum tahu bahwa cara flush air dan membuang sampah menggunakan sensor tangan. Selain itu, toilet flush juga tersedia beberapa pilihan; full flush/half flush/eco flush. Jadi bisa hemat air ya, keren banget deh!

7. Harga Belum Termasuk Pajak
Pertama kali aku sempat bingung karena ada dua harga di kemasan makanan yang mau aku beli di Lawson. Ternyata barang-barang di Jepang biasanya belum termasuk pajak. Gak cuma di Supermarket, tapi di Department Store, Daiso, dan tempat lainnya, harga yang tertera biasanya belum termasuk pajak atau tertera dua harga (sebelum dan sesudah pajak). Besar pajak di Jepang adalah 8%. Jadi misalnya, aku berbelanja di Daiso seharga 100 yen, jika ditambah pajak harganya menjadi 108 yen. Tapi beberapa gerai juga menetapkan kebijakan bebas pajak untuk pembelanjaan diatas 5000 yen.

8. Air Minum di Jepang Gratis
Salah satu tips hemat makan di Jepang adalah tidak perlu membeli air di restoran. Biasanya restoran di Jepang menyediakan air minum berupa air putih atau teh gratis. Kecuali kamu ingin minuman lain seperti; soda atau jus. Di hotel tempatku menginap juga tidak tersedia air mineral dalam kemasan botol, jadi aku selalu mengisi botol minumku dari tap water sebelum pergi.

9. Plug Adapter
Colokan listrik di Indonesia dan Jepang berbeda, untuk itu kita wajib membawa travel universal adapter. Jenis colokan listrik di Jepang berbentuk lebih tipis dan pipih. Aku juga membawa colokan cabang karena aku membutuhkan plug lebih untuk mengisi daya HP, kamera, dan powerbank

10. Sim Card
Ini nih paling penting, yaitu WiFi! Secara di Jepang, aku mengandalkan google maps untuk mencari lokasi. Fyi, gak semua tempat dan hotel menyediakan WiFi. Kalaupun ada di hotelku saja hanya berlaku untuk 30 menit pertama. Jadi, waktu pergi ke Jepang, aku memakai sim card dari Airsim dengan paket data untuk seminggu.



Menurutku menggunakan sim card Airsim lebih praktis, karena cara kita tidak perlu membawa modem dalam tas sehingga lebih praktis. Sim card Airsim bisa digunakan dalam jangka waktu satu tahun dan dapat diisi ulang sesuai negara tujuan kita. Info selengkapnya bisa cek disini ya. Ready to go to Japan? Let's go!


...

Keep in Touch
Thanks for reading!

2 komentar:

Sea World Ancol Hadirkan Live Feeding Show Shark Pertama di Dunia

Salah satu bucketlist-ku yang belum tercapai yaitu Diving. Jujur aja aku takut kedalaman, tapi sebenarnya penasaran banget dunia bawah laut itu seperti apa. Jadi karena belum kesampean diving, aku pergi dulu aja lah ke Sea World Ancol biar bisa rasain vibes-nya. Tapi ada yang berbeda kali ini, Sea World Ancol menghadirkan atraksi baru yang seru nan menegangkan, yaitu "Face to Face Feeding Show Shark". Wow!

Welcome to Sea World Indonesia!

Pertama di Indonesia dan Dunia!

"Face to Face Feeding Show Shark" yang dihadirkan Sea World merupakan pertama di Indonesia dan dunia lho! Dulu sekali, aku pernah melihat atraksi feeding shark namun sang penyelam berada dalam kerangkeng besi. Tapi berbeda dari biasanya, pada atraksi ini penyelam akan memberi makan ikan hiu secara langsung tanpa kerangkeng besi. Sebelum menyaksikan atraksi ini saja jantungku sudah berdebar-debar seperti ingin bertemu dengan si doi.

Kata Sambutan oleh Bapak Rika Sudranto, Vice President Sea World dan Ocean Dream Samudera Ancol.
Katanya, dulu pernah ada hiu yang menyerang penyelam Sea World. Kejadian tersebut mengakibatkan 32 jahitan di tangan kanan penyelam itu. Ternyata cara makan hiu dengan cara menghisap dan kekuatannya 10x daya hisap vacuum cleaner. Pada atraksi Live Feeding Sharkpenyelam membawa tabung berisi 5-7 kg ikan segar untuk memberi makan hiu-hiu itu. Ikan hiu sangat sensitif dengan bau amis ikan segar. Hal tersebut yang membuatku semakin tegang, ketika hiu dengan cepat menyantap makanannya. 

Live Feeding Shark.
Dalam Shark Aquarium Sea World Ancol sebesar 900 meter kubik, terdapat 25 jenis Hiu dan 2 Pari Barongsai. Tiga jenis hiu berbahaya ada di dalamnya, yaitu; Hiu Kepala Martil (Hammerhead Shark) dengan urutan 6 terganas di dunia, Hiu Sirip Hitam (Blacktip Reef Shark) dengan urutan 26 terganas di dunia, dan Hiu Buto (Giant Nurse Shark) dengan urutan 32 terganas di dunia. Sedangkan Pari Barongsai merupakan hasil evolusi kurang sempurna dari ikan hiu yang berubah menjadi ikan pari. Namun, mereka hidup bahagia bersama dalam satu atap akuarium. 

Are They The Danger or Are We?

Kalian tahu kan ikan hiu dikenal sebagai biota laut yang berbahaya? Fakta tercatat bahwa ada sekitar 500 jenis hiu di dunia, 32 jenis diantaranya tergolong berbahaya, dan 4 jenis dilaporkan pernah menyerang manusia. Dalam Feeding Show Shark, Sea World Ancol memiliki tagline "Are They Danger or Are We?" 

Hiu-hiu di Sea World.
Awalnya aku sempat bingung dengan tagline ini karena akupun menganggap hiu lebih berbahaya. Tapi kenyataannya, sekitar 100 juta ekor hiu mati per tahun akibat ulah manusia yang ingin memanfaatkan hiu, terutama siripnya. Sedangkan penyerangan hiu terhadap manusia tak sebanyak itu. Faktanya memang masih banyak orang mengonsumsi sirip ikan hiu yang katanya kaya manfaat. Padahal hal tersebut berpengaruh terhadap rantai makanan dan ekosistem laut.

Live Feeding Show Shark. 



Feeding Shark Show bukan semata-mata ingin memamerkan kehebatan semata, tapi di sini kita bersama-sama belajar mengetahui habitat ikan hiu dan alasan mengapa hiu bisa menyerang manusia. Bapak Rika Sudranto selaku Vice President Sea World dan Ocean Dream Samudera Ancol memaparkan bahwa tidak semua ikan hiu ganas. Ikan hiu bisa bersahabat dengan manusia asal tidak terprovokasi.

Live Feeding Shark Menggunakan Shark Suit 

Ada dua penyelam profesional yang berada dalam Shark Aquarium. Satu penyelam memberi makan ikan-ikan hiu tersebut dan satu penyelam yang tidak nampak pada foto karena beliau bertugas sebagai penyelam rescue. Penyelam rescue bertugas untuk menjaga dan menanggulangi kejadian yang tidak diinginkan jika terjadi serangan dari ikan hiu.

Selalu ada dua penyelam dalam pertunjukkan ini.

Atraksi seru dan menegangkan ini dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur demi keamanan dan keselamatan penyelam. Dua penyelam tadi menggunakan kostum khusus bernama Shark Suit yang didatangkan langsung dari Florida, Amerika. Shark Suit dibuat secara handmade, berbahan stainless, dan berbobot 15 kg. Belum lagi ditambah helm dan tabung oksigen, pasti semakin berat ya seperti beban hidup.

Bersama dua teman instagramku; Yani dan Grace.
Tak terasa selama 10 menit aku menyaksikan "Face to Face Feeding Show Shark". Setelah pertunjukkan berakhir, kami sempat berfoto dengan salah seorang penyelam bernama Pak Feri. Pak Feri berbagi pengalamannya selama menyelam dan memberi makan ikan hiu. Beliau pernah tergigit, namun karena menggunakan kostum shark suit, rasanya seperti terjepit pintu. Semoga Pak Feri dan penyelam live feeding shark lainnya selalu diberi kesehatan dan keselamatan selama mengemban tugas ya!







PERTAMA DI INDONESIA DAN DUNIA Face to Face Feeding Shark di @seaworld.ancol yang bikin aku deg-degan selama show. Pasalnya penyelam memberi makan hiu secara langsung tanpa jeruji kerangkeng dan terdapat 3 jenis hiu berbahaya di dalam Shark Aquarium tersebut! 😱 Ada 2 diver yang disiapkan dalam Feeding Shark Show. Diver Rescue yang tak terlihat pada foto bertugas untuk menanggulangi bahaya ikan hiu yang tiba-tiba menyerang. Para diver menggunakan Shark Suit dengan berat 15kg. Semoga bapak diver selalu diberi keamanan dan keselamatan ya! Btw foto pertama bareng Shark terbuat dari sampah plastik sebanyak 4000 buah atau sekitar 100 kg. Sampah plastik ini butuh 450 tahun untuk dapar terurai di lautan. Tapi kreatif juga sih botol bekas dibikin beginian. Cuma jangan buang sampah ke laut aja, mantan boleh 😜 Cerita selengkapnya soon on the blog yah! @ancoltamanimpian #AncolTamanImpian #kembalikeancol #AncolFeedingShark #LiveFeedingShark #SeaWorldAncol #LiburanSeru #StopSampahPlastik #2019GantiKemasanPlastik
A post shared by ᴛʀᴀᴠᴇʟ ʙʟᴏɢɢᴇʀ | ɪʀᴇɴᴇ ᴋᴏᴍᴀʟᴀ (@pinktravelogue) on
Live Feeding Show Shark akan diadakan setiap hari pada pukul 14.30 hanya di Sea World Ancol. Namun masih banyak atraksi biota lautnya yang bisa kamu lihat di Sea World, seperti; Touch Poul Turtle and Shark, Piranha Aquarium, Jellyfish Sphere, dan masih banyak lagi! Ternyata dunia bawah laut memang indah dan menarik, semoga suatu saat nanti impianku buat diving bisa terwujud.


Sea World Indonesia
Address Jalan Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol,
Kec. Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430
Telephone (021) 29222222
Price (Pembelian di Website www.ancol.com per-Oktober 2019)
Annual Pass Sea World Rp220.000
Annual Pass Sea World dan Ocean Dream Rp295.000
Promo Satu Tiket Berdua Rp110.000 (weekday) dan Rp150.000 (weekend).
Periode pembelian hingga 31 Oktober 2019, Periode kunjungan hingga 30 November 2019.
Time Pukul 09.00-18.00
https://www.ancol.com/id/destination/sea-world-ancol





...

Keep in Touch
Thanks for reading!

1 komentar: